Berita KPU Daerah

KGTC KPU Klungkung di Stikes Panca Atmajaya

Semarapura, kpu.go.id - Mengawali minggu kedua Oktober 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung mendatangi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Panca Atmajaya di Jalan Ngurah Rai untuk menyelenggarakan KPU Goes to Campus (KGTC). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan sosialisasi Pemilu 2019 agar partisipasi pemilih meningkat di 17 April 2019.Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata datang dan mengenalkan lembaga penyelenggara pemilu kepada para mahasiswa. Tidak hanya itu disampaikan juga tahapan pemilu mulai dari pemutakhiran data pemilih, pencalonan, dana kampanye dan masa kampanye.Yang terbaru Barwata juga menyosialiasikan kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) sekaligus meminta kepada seluruh komponen masyarakat melakukan pengecekan daftar pemilih dan segera menghubungi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kantor perbekel/desa setempat untuk didata. “Selain itu juga diimbau selama masa kampanye untuk selalu kondusifitas, kedamaian dan keamanan daerah, sehingga semua sendi kehidupan bisa berjalan dengan lancar dan baik,” kata Barwata Senin (8/10/2018).Sementara itu disesi diskusi mahasiswa aktif menyampaikan pendapat maupun pertanyaan seputar pemilu dan pencoblosan. Salah satu pengelola Yayasan Pendidikan Panca Atmajaya, Eka mangatakan bahwa mahasiswa Stikes Panca Atmajaya ini tidak hanya dari Kabupaten Klungkung namun juga ada dari Kabupaten Karangasem, Gianyar dan Bangli. “Jadi informasi ini bisa tersebar keseluruh masyarakat jika mahasiswa ikut andil untuk menyebarkan,” ujarnya.Sosialisasi yang berjalan lebih dari satu jam ini, diakhiri dengan imbauan agar seluruh masyarakat Pemilih hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu, 17 April 2019 memilih Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten serta Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presisiden. (putras/ed diR)

Sosialisasi GMHP di Kabupaten Gianyar Sasar Pasar Umum

Gianyar, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menggelar sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan menyasar pasar umum di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar Sabtu (6/10/2018) pukul 06.30 s/d 11.30 WITA.Mengambil start dari Kantor KPU Kabupaten Gianyar, Jalan Jata, kegiatan diikuti oleh jajaran KPU Gianyar, Ketua KPU Gianyar AA Gede Putra, Anggota Ni Luh Putu Reika Crisyanti, Ngakan Oka Sudaryana, Putu Agus Tirta Suguna serta jajaran sekretariat. Juga hadir dalam kegiatan ini Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Gede Agung Lidartawan, Anggota Anak Agung Gede Raka Nakula dan I Gede John Darmawan.Sosialisasi dilaksanakan dengan cara  menanyakan secara langsung kepada masyarakat maupun pedagang yang ada di pasar apakah sudah terdaftar dalam daftar pemilih Pemilu 2019. Dalam kesempatan itu juga dibagikan stiker bertuliskan GMHP.Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan kembali Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) yang telah ditetapkan secara nasional 16 September lalu. Selain itu GMHP juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif melindungi hak pilihnya, dimulai dari diri sendiri serta lingkungan sekitarnya.Kegiatan GMHP berlangsung selama 28 hari mulai 1-28 Oktober 2018 dengan melakukan pencermatan data anomali, ganda, dan menambah pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih. Masyarakat yang ingin melakukan pengaduan terkait belum terdapatnya dalam DPT dapat mendatangi posko GMHP yang ada di desa/kelurahan, kecamatan serta KPU Kabupaten Gianyar. Selain itu masyarakat juga dapat mengakses portal sidalih3.kpu.go.id, ataupun mengecek melalui aplikasi KPU RI yang dapat diunduh melalui playstore bagi pengguna android. (kr/ed diR)

KPU Kota Solok Fasilitasi Kegiatan Pemilos SMAN 1

Solok, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok memfasilitasi penyelenggaraan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) diSMA Negeri 1 Kota Solok, Sabtu (6/10/2018). Fasilitasi ini bagian dari tugas penyelenggara pemilu memberikan pendidikan pemilih kepada siswa/siswi yang notabene pemilih pemula di Pemilu 2019 nanti.Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil H mengatakan bahwa pemilos sebagai sarana belajar demokrasi bagi siswa-siswi yang pada pemilu nanti menjadi pemilih pemula. Melalui pemilos siswa siswi juga diajarkan memilih pemimpin secara langsung, umum bebas dan rahasia (luber). “Maka siswa akan bisa lebih memahami teknik pelaksanaan tahapan pemilu, dapat belajar berdemokrasi mulai dari sekolah hingga Pemilu 2019,” ujar Asraf.Plt Kepala SMA Negeri 1 Solok, Ujang Sayuti berharap seluruh siswa berpartisipasi pada kegiatan pemilos ini dan menghasilkan ketua OSIS yang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. “Menjadi motor penggerak untuk peningkatan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik,” ucap Ujang.Sementara itu Koordinator Divisi Program dan Data KPU Kota Solok Jonnedi menjelaskan tata cara pemungutan suara, mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak calon dan memastikan kembali hak pilihnya pada pemilu nanti melalui www.sidalih3.kpu.go.id. Bagi yang belum terdaftar dia mengarahkan untuk segera menghubungi PPS di kelurahan masing-masing atau KPU Kota Solok.Pemilos SMA 1 Solok sendiri diikuti 1.307 siswa-siswi. Adapun dua pasangan yang bersaing dalam pemilos berikut perolehan suaranya antara lain nomor urut 1. Ibrahagi Rahmadhano-Riski Anugrah (311 suara), nomor urut 2 Albaihaqi Bagaskara-Hanif Depitra (846 suara), sementara suara tidak sah 240 suara. (kpu solok/ed diR)

Layani Warga Posko GMHP Berdiri di Kab Bangka Tengah

Koba, kpu.go.id – Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) juga berjalan di Kabupaten Bangka Tengah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat telah membuka Posko GMHP di Taman Tugu Ikan Kota Koba Kabupaten Bangka TengahJumat (5/10/2018).Ditemui di Posko GMHP, Kasubbag Program dan Data KPU Kab Bangka Tengah Mirfandi mengatakan bahwa pihaknya langsung merespon GMHP dengan membuka posko. Dia mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melindungi hak warga pilih yang belum terdaftar di DPT.“Tugu ikan merupakan simbol Kota Koba dan pusat keramaian masyarakat, jadi kami dirikan posko GMHP dengan cara aktif mendaftar masyarakat yang belum terdaftar di DPT untuk dimasukan agar terdaftar di DPT,” ujar Mirfadi.Mirfandi mengatakan selain posko, timnya juga akan bergerak aktif dengan mendatangi pusat keramaian seperti pasar dan puskesmas.Kegiatan GMHP sendiri menurut dia akan berlangsung 1-28 Oktober 2018. Selain di Tugu Ikan, posko juga dibangun di Kantor KPU Kabupaten Bangka Tengah, kantor kecamatan serta kantor desa/kelurahan di Kabupaten Bangka Tengah.“Total ada enam posko di setiap kecamatan dan 63 Posko di setiap desa/kelurahan. Dimana tempat tersebut sering didatangi penduduk untuk mengurus kependudukan dan kami menggunakannya untuk mengumumkan DPT,” jelas Mirfandi.Lebih lanjut Mirfadi menjelaskan tekait data pemilih KPU telah mengembangkan sistem informasi berbasis internet untuk memberikan kemudahan mengakses data pemilih untuk pemilu 2019.“Selain melihat pengumuman DPT di kantor desa/kelurahan dan kecamatan, masyarakat juga dapat mengakes data pemilih melalui internet melalui www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id dan aplikasi mobile KPU RI Pemilu 2019 di google play store,”pungkasnya. (c2p/ed diR) 

Dana Tak Terpakai Pemilihan Banyumas Capai Rp4,9 Miliar

Purwokerto, kpu.go.id – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas telah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas pun telah menyusun dan melaporkan besaran anggaran penyelenggaraan. Tercatat, dana hibah anggaran Pilkada Banyumas yang tidak terpakai mencapai Rp4.988.774.553,-.Dari total anggaran pagu yang mencapai Rp22.450.000.000, KPU Kabupaten Banyumas dapat menyelesaikan serangkaian Pemilihan Banyumas dengan realisasi anggaran Rp17.461.225.447. “Anggaran yang tidak terpakai ini hampir lima miliar, berasal dari banyak variabel,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi di Acara Audiensi KPU Kabupaten Banyumas dengan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, di Rumah Dinas Bupati Banyumas, Kamis (4/10/2018) sore.Unggul juga menjelaskan, salah satu variabel yang membuat persentase anggaran tak terpakai cukup tinggi adalah pencalonan dan kampanye. Hal ini dikarenakan anggaran yang mulanya dirancang untuk lima pasangan calon, hanya terpakai untuk dua pasangan calon.Diluar itu dalam laporannya, Unggul mengatakan secara keseluruhan penyelenggaraan pemilihan di Banyumas terbilang aman, damai dan tentram.Sementara itu Bupati Banumas Achmad Husein didampingi Wakil Bupati Sadewo mengapresiasi kerja KPU yang profesional, adil dan maksimal. “Kami melihat tidak ada keberpihakan baik di KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan PNS,” kata Husein.Terkait laporan pemilihan, dia memastikan bahwa laporan tersebut akan segera diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. (rfk/ed diR)

Apresiasi untuk KPU Kotamobagu

Kotamobagu, kpu.go.id - Dua tim pemenangan pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Kotamobagu Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TBNK) serta Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JADI JO) mengapresiasi kinerja KPU Kota Kotamobagu yang sukses menyelenggarakan tahapan Pemilihan 2018.“Kami mengapresiasi kerja-kerja KPU Kota Kotamobagu meski ada kelebihan dan kekurangannya. Yang pasti, KPU Kota Kotamobagu sudah menjalankan tahapan dengan baik dan sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Teguh Ariasyah dari Paslon TBNK dan Frets Mokoginta dari paslon JADI JO pada Rapat Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pilkada Serentak Tahun 2018, Rabu (3/10/2018).Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam dan dipandu langsung empat Komisioner KPU Kota Kotamobagu; Nova Tamon (Ketua), Asep Sabar, Iwan Manoppo dan Amir Halatan itu kedua tim pemenangan sempat menyampaikan kritik dan masukannya untuk KPU Kota Kotamobagu.“KPU sebaiknya mengevaluasi lagi pola rekrutmen adhoc. Kami menemukan kasus di TPS ada KPPS yang bertugas. Contohnya ketika penyusunan Form C1, justru dilakukan oleh para saksi, padahal seharusnya oleh KPPS langsung,” ungkap Irgi Gilalom tim pemenangan paslon (TBNK) yang lain.Karenanya dia menyarankan untuk lebih memperbanyak bimbingan teknis (bimtek) bagi para KPPS, termasuk PPS sebelum bertugas di TPS. Mengingat keberadaan dan tugasnya di TPS menentukan hasil pemilihan. “Dikejadian lain kami mendapati PPS yang tidak sanggup menghadapi tekanan saat pleno, bahkan pasrah dan sampai menangis,” lanjut Irgi. Sementara itu Frets Mokoginta dalam catatannya merekomendasikan kepada KPU Kota Kotamobagu agar tidak merekrut ASN, honorer atau aparat desa/kelurahan dalam panitia adhoc. “Terbukti, sangat memengaruhi pekerjaanya sebagai penyelenggara, terutama ketika paslon yang maju adalah pimpinan mereka,” kata Frets.Iwan Paslon JADI JO juga sempat menyoroti soal data pemilih yang berubah-ubah. “Misalnya masih adanya pemilih yang sudah meninggal masih ada di DPT. Demikian pula pemilih yang sudah pindah masih tercantum di DPT. Lucunya justru pemilih yang memiliki KTP-el malah tidak terdata di DPT. Karenanya kami menyarankan untuk lebih teliti dan transparan dalam mengelola data pemilih, agar tidak ada persoalan dikemudian hari,” tegas Iwan.Dalam evaluasinya Kaban Kesbang Pol Kota Kotamobagu, Irianto Mokoginta, juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan KPU Kota Kotamobagu. Hanya saja yang menjadi catatan adalah rekrutmen PPS yang direkomendasi oleh lurah/kepala desa. "Karena sempat terjadi ketegangan pada waktu itu. Bersyukur semuanya bisa diselesaikan setelah adanya mediasi dari kami,” papar Kaban.Secara keseluruhan, forum evaluasi menganggap apa yang sudah dilakukan KPU Kota Kotamobagu selama menyelenggarakan Pemilihan 2018 baik dan kondusif. Bahkan Wakapolres Bolmong, Kesdim 1303 Bolmong, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kejari Kotamobagu seirama dalam memberikan penilaian baik dan sesuai aturan. “Komunikasi dan koordinasi antara KPU dengan kami sangat baik, sehingga riak-riak kecil yang terjadi bisa segera diatasi dengan baik,” tegas mereka.Yang membuat bahagia, salah satu tokoh masyarakat; Iwan Mokodompit, bahkan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada KPU Kota Kotamobagu. “Ini berkat komitmen dan kekompakan anggota KPU Kota Kotamobagu dari awal hingga akhir. Karena itu kami setuju kalau KPU Kota Kotamobagu kembali mendapat anugerah sebagai KPU Berintegritas Nasional,” pungkas Iwan diiringi tepuk tangan dari peserta yang hadir. (kpu kotamobagu/ed diR)

Populer

Belum ada data.