Berita KPU Daerah

Saat KPU Klungkung Sosialisasi GMHP Ke Pasar Galiran

Semarapura, kpu.go.id - Beragam cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengintensifkan sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Seperti yang terjadi di Klungkung, KPU setempat mendatangi Pasar Galiran Minggu (14/10/2018), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak pilih dan melaporkan apabila ada daftar yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).Kegiatan dipimpin langsung Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata didampingi Divisi Perencanaan dan Data Sang Ayu Mudiasih. Keduanya terjun langsung menyebar dengan memberikan selebaran yang isinya mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melapor apabila belum terdata dalam DPT.Dalam keterangannya Ida Bagus Nyoman Barwata mengatakan bahwa kunjungan ke Pasar Galiran merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di Terminal Galiran dan Pasar Semarapura yang bertajuk Ngopi Bareng. Sama dengan sebelumnya kegiatan kali ini juga untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya terdaftar sebagai pemilih. “Sehingga bisa mencoblos pada 17 April 2019,” kata Barwata.Sama seperti dua tempat sebelumnya, Pasar Galiran menurut Barwata juga cukup ramai dikunjungi pembeli. Hal ini memang yang menjadi pertimbangan dan diharapkan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Saat pagi berbagai kalangan bisa berkumpul, sehingga infromasi lebih efektif untuk disampaikan dan mengena pada sasaran yang dikehendaki yakni masyarakat luas,” ucapnya.Selain ditempat keramaian sosialisasi GMHP juga dilakukan KPU Klungkung bersamaan dengan kegiatan Goes to Campus. Selain itu juga ada kegiatan ngopi bareng yang dipusatkan di Kebun Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan. (putras/ed diR)

Saat KPU Klungkung Sosialisasi GMHP Ke Pasar Galiran

Semarapura, kpu.go.id – Beragam cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengintensifkan sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Seperti yang terjadi di Klungkung, KPU setempat mendatangi Pasar Galiran Minggu (14/10/2018), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak pilih dan melaporkan apabila ada daftar yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).Kegiatan dipimpin langsung Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata didampingi Divisi Perencanaan dan Data Sang Ayu Mudiasih. Keduanya terjun langsung menyebar dengan memberikan selebaran yang isinya mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melapor apabila belum terdata dalam DPT.Dalam keterangannya Ida Bagus Nyoman Barwata mengatakan bahwa kunjungan ke Pasar Galiran merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di Terminal Galiran dan Pasar Semarapura yang bertajuk Ngopi Bareng. Sama dengan sebelumnya kegiatan kali ini juga untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya terdaftar sebagai pemilih. “Sehingga bisa mencoblos pada 17 April 2019,” kata Barwata.Sama seperti dua tempat sebelumnya, Pasar Galiran menurut Barwata juga cukup ramai dikunjungi pembeli. Hal ini memang yang menjadi pertimbangan dan diharapkan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Saat pagi berbagai kalangan bisa berkumpul, sehingga infromasi lebih efektif untuk disampaikan dan mengena pada sasaran yang dikehendaki yakni masyarakat luas,” ucapnya.Selain ditempat keramaian sosialisasi GMHP juga dilakukan KPU Klungkung bersamaan dengan kegiatan Goes to Campus. Selain itu juga ada kegiatan ngopi bareng yang dipusatkan di Kebun Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan. (putras/ed diR)

GMHP Hadir di Fun Run Lari 10K Lutra

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) memanfaatkan kegiatan Fun Run Lari 10 Kilometer (10K) Minggu (14/10/2018), untuk menyosialisasikan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pararra Kecamatan Sabbang dipilih karena mampu menyedot perhatian warga dan diharapkan dapat memaksimalkan upaya KPU dalam menjaring pemilih yang belum terdata atau mencoret yang tidak memenuhi syarat (TMS).Ketua KPU Kab Lutra, Syamsul Bachri mengatakan bahwa berdirinya posko GMHP di acara Fun Run 10K adalah upaya memudahkan masyarakat mengetahui dirinya terdaftar atau tidak dalam DPT. Meski juga sudah tersedia disetiap kantor desa/kelurahan, laman serta aplikasi android namun dia melihat upaya jemput bola jauh lebih efektif untuk menjangkau kesadaran warga.Syamsul dalam kegiatan itu juga kembali mengingatkan tujuan GMHP sebagai bagian dari upaya penyelenggara melindungi hak pilih warga dan terus mendorong agar mereka sadar dan mau memeriksa haknya. “Jadi GMHP ini gerakan sosial untuk memastikan setiap warga yang memiliki hak, terdaftar sebagai pemilih,” jelas Syamsul.GMHP menurut dia juga dapat dimanfaatkan warga untuk melapor pemilih yang keliru, menghapus pemilih ganda atau TMS.Sementara itu Bupati Lutra Indah Putri Indriani berharap GMHP mampu menyempurnakan DPT dan mengapresiasi kerja KPU sebagai inovasi untuk melindungi hak pemilih warga. “Untuk itu mari kita dukung agar gerakan ini sampai kepada masyarakat luas,” harap dia.Kegiatan ini diawali dengan deklarasi pemilu damai, aman, dan sejuk oleh Bupati Luwu Utara, Kapolres, Dandim 1403 Sawerigading Palopo, Ketua KPU Syamsul Bachri, Ketua Bawaslu Muhajirin, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat,pemuda dan ribuan peserta yang ikut dalam kegaiatan tersebut. (eamadhan iqbal/ed diR)

Di Car Free Day, KPU Sumsel Ajak Masyarakat Lindungi Hak Pilih

Palembang, kpu.go.id – Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Lambang Iwak dimaksimalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyadarkan masyarakat memeriksa dan melindungi hak pilihnya di Pemilu 2019 nanti. Melalui posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang didirikan ratusan masyarakat pun memadati untuk mengecek hak pilih mereka.Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB, Minggu (14/10/2018). Menurut Komisioner KPU Sumsel Liza Lazuarni, area car free day sengaja dipilih untuk menintensifkan GMHP yang pelaksanaannya 1-28 Oktober 2018. Dia berharap setiap warga bisa mengecek hak pilihnya. “Bisa dilakukan di KPPS atau cek secara online di www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id  atau unduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019 di play store android,” jelasnya.Menurut Liza, apabila diketahui nama belum terdaftar, maka segera laporkan hal itu ke KPPS terdekat, PPK atau Kantor KPU dengan membawa bukti KTP-elektronik (KTP-el) atau Kartu Keluarga (KK). “Kami berharap semua masyarakat yang telah memiliki hak pilih dapat menyalurkan haknya dan menjadi pemilih yang cerdas,” katanya.Liza juga mengajak setiap warga agar saling mengingatkan keluarga, tetangga, rekan dan yang lain untuk mengecek hak pilihnya. “Kita semua berperan untuk menciptakan pemilu yang berintegritas," tambahnya.Sementara itu Fadli, 36, warga Tangga Buntung yang ikut mengecek hak pilihnya di Posko GMHP mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Alhamdulillah nama saya muncul di DPT, artinya suara saya berharga di pemilihan presiden dan DPR nanti,” katanya.Sedangkan Dwi, 19, yang namanya belum tercatat di DPT mengaku akan memperjuangkan haknya dengan melaporkan melalui GMHP. “Saat pemilihan lalu saya tetap memilih pakai KTP-el,” jelasnya. (hupmas kpu sumsel mhq/ed diR)

Sosialisasi GMHP di Lutra Gandeng Polres

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) Persiapan Optimalisasi Sosialisasi  Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) guna memastikan hak masyarakat masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Aula Media Center KPU Lutra Jumat (12/10/2018). Adapun tujuan dari sosialisasi GMHP nanti adalah untuk mendata pemilih yang belum terdaftar dalam DPT, menghapus pemilih ganda dan memperbaiki data pemilih. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama satu bulan hingga akhir Oktober 2018. “Kami berharap melalui sosialisasi bisa menyempurnakan DPT Lutra,” ucap Ketua KPU Lutra Syamsul Bachri.Dalam sosialisasi GMHP, KPU Lutra mengandeng Polres Lutra dan memaksimalkan acara Fun Run Sungai Rongkong Lari 10K yang diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2018. Pada kegiatan nanti KPU Lutra juga membuka posko layanan untuk mengecek secara langsung warga apakah sudah terdaftar di DPT. “Selain itu ini kami akan membentuk tim untuk mendatangi rumah warga, memastikan apakah sudah terdaftar di DPT dengan melihat identitas KTP,” tutur Syamsul sekaligus memastikan akan mengerahkan seluruh jajarannya mulai dari KPU Lutra hingga PPK dan PPS.Selain itu mengisi kegiatan GMHP Syamsul memastikan pihaknya juga berkoordinasi secara berjenjang kepada semua pemangku kepentingan dan mengimbau kepada partai politik untuk menyampaikan kepada semua calegnya yang ada disetiap daerah pemilihan mengajak warga untuk memastikan diri sudah terdafatar di DPT dengan mendatangi posko layanan yang ada didesa atau kelurahan dan kecamatan. ”KPU Lutra juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lutra,” tambah Syamsul.Syamsul berharap melalui kegaiatan GMHP ini tidak ada lagi pemilih yang memenuhui syarat namun tidak terdaftar di DPT atau pemilih yang tidak memenuhui syarat justru masuk di DPT. (ramadhan iqbal/ed diR)

Posko Mobile GMHP Hadir di UNP

Padang, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar)  membuka Posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (11/10/2018).Program GMHP yang digelar KPU memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa yang telah memiliki hak pilih tetapi belum terdaftar untuk masuk Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 mendatang.Posko GMHP di UNP berlangsung satu hari mulai pukul 14.00 WIB. "Program GMHP yang digelar selama Oktober bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam menginput DPT Pemilu 2019. Guna menyelamatkan dan melindungi yang merupakan hak konstitusional” jelas Koordinator tim GMHP KPU Sumbar Febrina Maulydia didampingi Efri Nofrita, Zamzami, Ardiansyah dan Zorino.Menurut perempuan yang akrab disapa Lydia ini, selain GMHP yang dibuka hari ini, bagi mahasiswa yang belum masuk DPT dapat melaporkannya melalui GMHP di PPS Kelurahan, sesuai domisili Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). "Dengan membawa KTP-el atau KK atau Surat Keterangan dari Dukcapil,” kata dia.Lidya juga menambahkan, keberadaan GMHP bukan hanya ditujukan bagi pemilih yang belum terdaftar saja melainkan juga ruang bagi warga melaporkan anggota keluarganya telah meninggal dunia atau yang telah jadi menjadi aparatur negara, seperti TNI/Polri. "KPU minta kepada seluruh adik-adik mahasiswa untuk melaporkan," tambah Lydia.Sementara itu Zamzami mengatakan bahwa GMHP telah diviralkan di media sosial (medsos) dan pembukaan posko ini untuk melihat sementara posko GMHP yang didirikan langsung untuk pemilih yang tidak terjangkau medsos.“Program GMHP bisa cek data pemilih melalui aplikasi android dengan mengunduh KPU Pemilu 2019 di play store atau bisa juga mengecek online di www.lindungihakpikilihmu.go.id “ ujarnyaHafizah mahasiswa jurusan Geografi mengatakan dengan adanya GMHP di kampus UNP ini sangat membantu, mempermudah mahasiswa melihat apakah telah terdaftar dalam DPT atau tidak. “Semoga pemilu mendatang, KPU sebagai penyelenggara berhasil meningkatkan partisipasi pemilih dan sesuai dengan target secara nasional,” tutur dia. (romelt/ed diR)

Populer

Belum ada data.