Berita KPU Daerah

KGTC KPU Takalar Datangi Tiga Sekolah

Takalar, kpu.go.id - Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Takalar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menggelar kegiatan KPU Goes to School (KGTC) yang menyasar tiga sekolah yaitu SMK 3 Takalar, SMK 1 Takalar, dan SMA 3 Takalar. Kegiatan yang berlangsung secara maraton ini dimulai sejak 5 hingga 7 November 2018. Kegiatan yang juga berkorelasi dengan KPU Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, diawali dengan pemberian materi singkat tentang pentingnya keikutsertaan pemilih pemula dalam Pemilu 2019. Selain itu kegiatan juga diisi dengan ice breaking dan tanya jawab  yang disambut antusias oleh para siswa-siswi.Ketua KPU Takalar, Muhammad Darwis dalam penjelasannya mengatakan bahwa pada Pemilu 2019 nanti setidaknya ada 10 persen pemilih pemula yang masuk daftar pemilih. Cukup besarnya jumlah pemilih pemula menurut dia dapat menentukan hasil dari peserta pemilu nanti. “Oleh karena itu penting partisipasi pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya,” kata Darwis. Darwis pun meminta partisipasi pemilih pemula di 17 April 2019 tidak hanya sekedar memberikan suaranya tapi juga kritis dalam menentukan dukungan terhadap calon yang tersedia. “Kalian harus pintar dalam menentukan pilihan, kenali calonnya, lihat visi misinya dan lihat rekam jejaknya,” kata Darwis.Sementara itu Anggota KPU Takalar Divisi Hukum, Muhammad Nur Arfah mengingatkan generasi muda untuk bersikap tegas, menolak segala bentuk politik uang dalam setiap pesta demokrasi. Dia menjelaskan dampak buruk dari politik uang tidak hanya bagi demokrasi tapi juga bagi masa depan generasi muda dalam berpolitik.Diakhir acara para peserta diberikan ruang untuk memberikan masukan dan harapan tentang pemilu diselembar kertas, untuk kemudian ditempelkan dimedia yang telah disiapkan oleh panitia. (kpu takalar/ed diR)

KPU Gowa Bekali Calon Penyelenggara Adhoc Melalui Workshop Kepemiluan

Barombong, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa memberikan pembekalan kepada calon penyelenggara adhoc melalui kegiatan Workshop Kepemiluan di Kecamatan Barombong, Selasa (6/11/2018). Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Barombong.Workshop Kepemiluan sendiri akan dilaksanakan 18 gelombang diseluruh kecamatan dengan jumlah total peserta mencapai 540 orang. Setiap gelombang nantinya akan dibagi ke dalam empat sesi materi dimana masing-masing materi bertema Demokrasi & Sistem Pemilu, Hak Pilih dan Kategori Pemilih, Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Etika dan Pidana Pemilu.Untuk Workshop Kepemiluan Gelombang pertama hadir pemateri Komisioner KPU Gowa Wasilah yang memaparkan tentang nilai demokrasi. Pada kesempatan itu dia juga membangun semangat peserta dengan diskusi kelompok tentang prinsip pemilu yang bebas dan adil. “Setiap penyelenggaraan pemilu harus berdasarkan nilai-nilai demokrasi dengan menegakkan prinsip dan standar pemilu agar penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil dapat terjamin,” ujar pria yang juga membawahi Divisi Data KPU Gowa ini.Pada sesi II hadir pemateri Nuzul Fitri yang membawakan materi tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara. Perempuan yang juga membawahi Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Gowa ini juga menyampaikan materinya dengan cara Building Resources In Democratic, Government and Election (Bridge). “Dengan metode ini kami  menggali pengalaman peserta ketika melaksanakan pemilu sebelumnya sehingga bisa sharing dengan peserta lainnya. Juga ada transfer pengetahuan kepemiluan yang nantinya berguna bagi peserta jika ingin berkarir sebagai penyelenggara pemilu,” jelas Fitri. Sesi III menghadirkan Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel Mardiana Rusli yang membawakan materi data pemilih. Dan sesi terakhir diisi komisioner KPU Gowa divisi hukum Tasrif yang menjelaskan etika penyelenggara dan pidana pemilu.Program ini melibatkan peran serta masyarakat yang seluas-luasnya dimana mereka diberikan pendidikan mengenai kepemiluan yang nantinya akan menjadi prioritas dalam rekruitmen penyelenggara ad-hock serta sebagai motor gerakan sadar pemilu dengan membentuk komunitas-komunitas peduli pemilu.Peserta workshop ini juga nantinya akan menjadi mitra KPU Gowa dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih. Bentuk peran serta masyarakat ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran tinggi serta tanggung jawab penuh masyarakat untuk menggunakan haknya dalam pemilu secara optimal. Diharapkan output program workshop kepemiluan ini sebagai upaya KPU Gowa untuk melahirkan calon-calon penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas.Program Workshop Kepemiluan  yang dilaksanakan KPU Gowa melibatkan kelompok masyarakat yang berasal dari 6 segmen pemilih strategis yaitu: 1. pemilih pemula; 2. kelompok organisasi pemuda; 3. tokoh agama; 4. kelompok perempuan; 5. penyandang disabilitas;  6. kelompok profesional.(kpu gowa/ed diR)

Formasi Baru KPU Kudus Silaturahmi Dengan Bupati

Kudus, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus 2018-2023 bersilaturahmi dengan Bupati Kudus M Tamzil di Pendapa Kabupaten Selasa (6/11/2018) pagi. Selain ajang perkenalan, rombongan KPU yang dipimpin Ketua Naily Syarifah juga ingin melanjutkan hubungan baik yang telah terbina selama ini antara penyelenggara pemilu dengan pemerintah daerah.”Saat ini sudah terpilih lima komisioner baru. Pertama saya sebagai ketua, kedua Miftahurrohmah, Ahmad Kholil, Cahyo Maryadi, dan Dhani Kurniawan,” kata Naily saat memulai pembicaraan dengan Bupati Kudus M Tamzil yang didampingi Sekretaris KPU Kudus Heri Darwanto, Kepala Kesbangpol Eko Hari Jatmiko dan Asisten I Agus Budi Satriyo.Naily lantas menjelaskan bahwa kelima komisoner baru memiliki latar belakang berbeda-beda. Seperti akademisi, jurnalis dan pengacara. Dia pun berharap ke depan KPU Kudus bisa bersinergi dengan pemkab dalam menyukseskan setiap tahapan pemilu maupun pemilihan yang ada di Kudus.Sementara itu M Tamzil menyambut baik kedatangan KPU Kudus dan berharap agar komisoner baru bisa terus meningkatkan kinerjanya. Terpenting dan harus terus dijaga menurut dia adalah integritas agar pemilu maupun pemilihan di Kudus dapat berjalan baik. ”Harus bisa memposisikan diri. Jangan sampai diintervensi oleh pihak manapun, terutama dari peserta pemilu,” kata Tamzil.Tamzil juga berharap, KPU Kudus terus bekerja transparan dan membicarakan hal yang dirasa butuh dengan pemkab. Terutama menyangkut kebutuhan pemilu maupun pemilihan.”Jangan sampai ada rasan-rasan. Kami selalu terbuka dan siap untuk bekerja sama,” ungkapnya.Terkait Pemilu 2019, Tamzil meminta agar KPU Kudus lebih gencar memberikan sosialisasi ke pemilih. Terlebih di TPS nanti masyarakat dihadapkan pada proses pemilihan surat suara yang berbeda dan lebih banyak. “Di mana pemilih akan diberikan lima kartu suara. Bagaimana nanti teknis nyoblosnya, para pemilih harus dijelaskan secara detail,” tutup Tamzil. (ak/nf/ed diR)

Kursus Kepemiluan ala KPU Kota Solok

Sawah Solok, kpu.go.id - Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok mengadakan Kursus Kepemiluan Selasa (6/11/2018) pukul 09.00 WIB. Bertempat di Agrowisata Sawah Solok KTK Kota Solok acara dihadiri seluruh komisoner KPU Kota Solok, jajaran sekretariat serta peserta kursus yang berjumlah 20 orang.Kegiatan yang telah masuk gelombang ketiga ini merupakan bagian dari sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dikemas dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab. yang diselenggarakan KPU Kota Solok.Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil H dalam sambutannya mengajak peserta untuk memaknai hubungan kepemiluan dengan demokrasi, kedaulatan rakyat sebagai pemegang kekuatan tertinggi yang oleh KPU diwujudkan dalam bentuk tagline Pemilih Berdaulat Negara Kuat. Dengan pemilu rakyat menyerahkan kedaulatannya kepada wakil rakyat baik di legislatif dan eksekutif.Koordinator Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Arif Santosa, dalam paparannya menjelaskan hirarkis KPU dari pusat sampai kedaerah. KPU RI memiliki tujuh orang anggota, KPU Provinsi lima orang anggota serta KPU Kab/Kota lima orang anggota. Pada kesempatan itu dia juga menjelaskan tentang pemilu, manfaat pemilu, sistem pemilu, sejarah pemilu, pemilih pemula, syarat-syarat menjadi pemilih serta peran masyarakat dalam meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang.Koordinator Divisi Teknis, Ilham Eka Putra mengingatkan bahwa pada Pemilu 2019 nanti pemilih akan menerima lima surat suara, presiden dan wakil presiden, DPD, DPR, DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota. Dia berharap peserta kursus dapat menyampaikan informasi ini secara utuh kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti.Ditempat yang sama Koordinator Divisi Hukum Susi Kartika Wati, menghimbau kepada semua peserta kursus selalu bekerja sesuai koridor hukum dan peraturan perundang-undangan sehingga pemilu itu dapat menghasilkan pemilu yang berkualitas sehingga lahir pemimpin yang berkualitas.Sementara itu Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Jonnedi, mengajak peserta kursus aktif terlibat dalam proses demokrasi yang sedang berjalan,tahapan Pemilu 2019. Saat ini penyelenggara tengah serius memutahirkan data pemilih. (kpu solok/ed diR)

Gencar Sosialisasi KPU Gianyar Sambangi Pemilih Berkebutuhan Khusus

Gianyar, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kembali menggelar sosialisasi kepemiluan ke sejumlah sekolah. Kegiatan yang ditujukan untuk menyasar pemilih pemula tersebut kali ini dilakukan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Gianyar Jalan Erlangga, Senin, (5/11/2018).Sosialisasi bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus, bentuk komitmen KPU sebagai penyelenggara bahwa semua pemilih memiliki hak yang sama untuk dapat menggunakan hak pilihnya. Hadir memberikan kata sambutan Anggota KPU Gianyar Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, I Komang Endra Gunawan.Dalam kegiatan ini, siswa-siswi juga mengikuti simulasi tata cara melakukan pemungutan suara mulai dari penyerahan undangan, pengambilan surat suara hingga mencoblos di bilik suara.Di hari yang sama, KPU Gianyar melanjutkan kegiatan sosialisasi dengan mendatangi Yayasan Bhakti Senang Hati di Desa Siangan, Gianyar. Disana KPU memberikan sosialisasi kepada pemilih disabilitas, dan mendengarkan masukan mereka agar mereka terlayani haknya sebagai pemilih dengan baik. Menurut I Komang Endra Gunawan, perhatian, perlindungan dan kesetaraan bagi pemilih itu wajib dilaksanakan oleh KPU, karena pemilu tidak hanya milik penyelenggara dan peserta melainkan juga semua orang.Menurut dia kunjungan ke dua lokasi juga untuk memastikan hak yang sama namun tetap dengan kekhususan seperti kaum difabel yang diberikan akses khusus di TPS atau siap menyediakan template braille bagi penyandang tuna netra. “Dengan akses yang mudah, akan meminimalisir hilangnya suara pemilih dan mengurangi potensi tercederainya asas pemilu langsung, umum, bebas , rahasia,” pungkas Endra. (KR/ed diR)

Oto Carade, Cara KPU Gowa Sosialisasi Pemilu 2019

Sungguminasa, kpu.go.id – Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Kabupaten Gowa kembali dimanfaatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa untuk menyosialisasikan tahapan Pemilu 2019. Menggunakan mobil sosialisasi, Oto Carade, sosialisasi kepada masyarakat dengan membagi-bagikan kopi dan minuman dingin gratis kepada pengunjung.Tampak ratusan masyarakat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan melakukan pengecekan nama apa sudah terdaftar dalam DPT Pemilu 2019.  "Ini kegiatan kesekian kalinya kami lakukan di kawasan car free day. Setiap momen sosialisasi kami memberikan nuansa berbeda agar masyarakat tertarik mengunjungi mobil sosialisasi kami, Oto Carade," ungkap Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Gowa, Nuzul Fitri di sekitar Lapangan Syekh Yusuf, Sungguminasa, Gowa, Minggu (4/11/2018). Selain melakukan pengecekan nama di DPT, masyarakat juga disuguhi lembaran teka teki silang (TTS) demokrasi. TTS demokrasi ini bagian dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di semua wilayah di Kabupaten Gowa dan pemenangnya diumumkan setiap bulan serta mendapatkan berbagai hadiah menarik.(kpu gowa/ed diR)

Populer

Belum ada data.