Berita KPU Daerah

Santri Juga Harus Paham Pemilu

Bandar Lampung, kpu.go.id - Sosialisasi Pemilu 2019 terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Kali ini, sosialisasi dan pendidikan pemilih dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Falah, Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Selasa (30/10/2018).Kegiatan yang dikemas dalam acara “Halaqoh Demokrasi” itu menghadirkan Ketua Divisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Kampanye KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari serta sekretaris KPU Jainudin. Acara berlangsung yang dimulai dengan penampilan tim hadroh para santri dilanjutkan sambutan pengasuh pondok pesantren Darul Falah, Kiai Irmansyah.Yang bersangkutan menyambut baik acara ini dan mengingatkan para santrinya meski tidak berpolitik namun mereka tetap harus paham politik. “Karena kelak para santri akan berpartisipasi dalam memberikan suara pada pemilu mendatang. Silakan nanti para santri bebas saja memilih,” kata Kiai Irmansyah.Senada, Fadilasari mengajak para santri memaksimalkan kegiatan holaqoh ini untuk mengungkapkan pendapatnya tentang demokrasi dan hubungan dengan pemilu. Selain itu kegiatan ini dapat digunakan untuk membahas pentingnya pelaksanaan pemilu bagi negara yang menganut paham demokrasi.Perempuan yang akrab disapa Ila juga menuturkan, dahulu para pejuang bangsa kita, termasuk para kiai dan santrinya, harus mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Saat ini, yang perlu dilakukan dengan belajar dan bekerja baik, juga memilih pemimpin dan para wakil rakyat untuk melanjutkan roda pemerintahan. “Sama seperti pelajar SMU lainnya, santri yang berusia 17 hingga 21 tahun, yang belum pernah memilih adalah pemilih pemula,” tambah Ila.Salah seorang santri, Siti Khodijah mengatakan, dalam demokrasi kita bebas berpendapat dan menentukan pilihan. “Demokrasi juga menuntut kita berpartisipasi dalam pemerintahan, dengan memilih para wakil rakyat yang duduk di legislatif maupun eksekutif,” tutur dia.Halaqoh demokrasi itu diselingi dengan pemutaran film sejarah pemilu di Indonesia dari masa ke masa. Para santri tampak antusias menonton film dokumenter tersebut. Diakhir acara, beberapa santri diminta untuk berceramah di hadapan teman-temannya, tentang pentingnya menggunakan hak pilih. (kpu kota bandar lampung/ed diR)

Sosialisasi Pemilih Milenial di SMA Gianyar dan Blahbatuh

Gianyar, kpu.go.id - Menyasar pemilih milenial di Kabupaten Gianyar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar menggelar Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Gianyar dan SMA Negeri 1 Blahbatuh 29-30 Oktober 2018. Sosialisasi di SMA Negeri 1 Gianyar digelar usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah pemuda, sementara untuk SMA Negeri 1 Blahbatuh digelar sehari kemudian. Hadir dalam dua kegiatan sosialisasi ini Anggota KPU Gianyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat I Komang Endra Gunawan sejumlah staf Sekretariat KPU Gianyar dan para guru. Di hadapan ratusan siswa Endra mengajak mereka untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan pemilu. Tidak hanya pada hari pemungutan suara tapi juga disetiap tahapan dan program yang ada. Adapun syarat untuk menjadi pemilih menurut Endra adalah warga negara Indonesia, berusia 17 tahun atau sudah menikah, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan terdaftar sebagai pemilih. "Bagi mereka yang tidak terdaftar sebagai pemilih, namun memiliki KTP Elektronik masih bisa menggunakan hak pilihnya, yakni memilih di tempat pemungutan suara (TPS) sesuai alamat yang tertera di KTP," tuturnya.Endra sebelumnya juga menjelaskan latar belakang diadakannya sosialisasi ke sekolah-sekolah ini adalah mendorong peran aktif siswa yang pada akhirnya meningkatkan angka partisipasi pemilih. Pada kegiatan sosialisasi ini para siswa juga mereka diajak langsung memperagakan bagaimana proses pemungutan suara berlangsung di TPS, tata cara menggunakan hak pilihnya dengan benar, sehingga tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan suara menjadi tidak sah. Endra memastikan kegiatan semacam ini akan terus dilakukan terutama menyasar pemilih pemula ini yang ada disekolah di kecamatan yang lain, seperti SMA Negeri Tampaksiring 31 Oktober 2018 dan SMA Negeri Tegalalang pada tanggal 1 November 2018. (kr/ed diR)

1.688 Bilik Suara Tiba di KPU Takalar

Pattallassang, kpu.go.id - Usai melalui tahap produksi akhir September 2018 lalu, logistik Pemilu 2019 berupa bilik suara akhirnya tiba di Kabupaten Takalar Senin (30/10/2018) pagi. Bilik berbahan karton selanjutnya tersimpan rapi di Kantor KPU Takalar Jalan Malontarang Dg Maro. Total ada 1.688 bilik yang diterima langsung Ketua KPU Takalar Muh Darwis didampingi oleh sekretaris, kasubag umum dan beberapa staf KPU Kabupaten Takalar. Turut hadir kepolisian dan panwas.Ditemui usai serah terima bilik suara, Darwis mengaku bersyukur karena salah satu logistik yang akan digunakan untuk pemilu ini datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Dia pun berharap agar logistik pemilu lainnya bisa datang tepat waktu sehingga pihaknya bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mengatur dan mendistribusikannya kemudian. "Karena logistik yang tiba tepat waktu merupakan indikator suksesnya pemilu," tutur Darwis. (kpu takalar/ed diR)

Segarkan Semangat Kerja Melalui Peringatan Sumpah Pemuda

Semarapura, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar upacara di Halaman Depan Kantor KPU Klungkung Senin (29/10/2018).Upacara menindaklanjuti Surat Edaran (SE) KPU RI, tentang pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90. Bertindak selaku inspektur upacara Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata dan pemimpin upacara Kasubag Teknis I Nyoman Twina Oka.Dalam sambutannya Ida Bagus Nyoman Barwata berpesan agar peringatan sumpah pemuda menjadi penyemangat jajaran KPU Kabupaten Klungkung dalam bertugas. Dengan jiwa dan raga yang harus selalu muda dalam berinovasi dan berkarya guna menyongsong Pemilu 2019.Sumpah Pemuda menurut Barwata juga sebagai tonggak persatuan dan kesatuan dan saling menghormati dalam keberagaman untuk nusa dan bangsa. Menurut dia banyaknya suku, agama dan budaya di Indonesia telah menjadi warna tersendiri demi menyatukan dan menjungjung nilai seni yang paling tinggi.Barwata juga ingin jajaran di KPU Klungkung terus berkarya, bekerja serta mengabdi guna meningkatan demokrasi di daerah maupun ditingkat nasional. “Jangan berkecil hati walau dengan fasilitas dan sarana yang kita miliki saat ini sangat terbatas baik kantor, SDM dan sarana lainnya namun tunjukkan bahwa kita berkualitas dan mempunyai kreativitas tinggi,” kata Barwata. (putras/ed diR)

GMHP Hadir di Pasar Rakyat Sabbang

Sabbang, kpu.go.id - Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) kembali berlanjut di Luwu Utara (Lutra). Berpusat di Pasar Rakyat Kecamatan Sabbang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lutra membuka posko bagi masyarakat.Hadir dalam kegiatan Minggu (28/10/2018) ini Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Uslimin didampingi Komisioner KPU Lutra Supriadi, Rahmat, Sabil, Sekretaris KPU Lutra Andi Kasmawati, Kasubag Program dan Data Fitria dan para staf.Supriadi menjelaskan GMHP yang terus berkelanjutan ini bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Lutra yang memiliki hak pilih terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. Kegiatan ini merupakan gerakan nasional yang dilakukan oleh KPU se-Indonesia yang dimulai sejak 1-28 Oktober 2018. “Dan hari ini kami melakukan GMHP di sejumlah pasar rakyat di Lutra pada hari terakhir di Pasar Rakyat Sabbang," jelas Supriadi.Supriadi menjelaskan, di Lutra sendiri masing-masing desa telah menyiapkan posko GMHP. Dengan kesiapan itu dia mengajak masyarakat mengecek apakah namanya. Apabila belum terdaftar dalam DPT maka segera daftarkan dengan membawa KTP-el ke PPS. Dan apabila ada pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat seperti pemilih meninggal dunia serta pemilih pindah domisili segera laporkan.Berbeda bagi pemilih pemula yang belum memiliki KTP-el Supriadi mengimbau agar mereka segera melakukan perekaman. Dan kepada warga melaporkan jika ada kesalahan dalam data diri, perbaikan elemen data NKK, NIK, nama tanggal lahir dan lainnya.“Karena kegiatan GMHP ini akan berakhir hari ini,” kata Supriadi.Supriadi menjelaskan usai GMHP berakhir maka KPU setelah itu akan menggelar rapat pleno penyusunan data pemilih hasil perbaikan yang akan dimulai dari PPS pada 3 November 2018, dilanjutkan proses rekapitulasi berikutnya di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 4-6 November 2018. “Hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan ini yang kemudian menjadi dasar rekapitulasi di tingkat KPU Lutra yang akan dilaksanakan pada 10 November," ucapnyaKembali ke GMHP di Pasar Rakyat Sabbang, KPU Lutra setidaknya mendapati 3 warga yang sudah mempunyai KTP-el, tapi belum terdaftar. Selanjutnya ketiga warga diarahkan untuk dimasukkan datanya sebagai pemilih.Sementara itu Uslimin yang ikut dalam kegiatan GMHP mengapresiasi apa yang diupayakan jajarannya ditingkat kabupaten/kota untuk mendata pemilih. Khusus di Lutra dia berharap apa yang dilakukan KPU setempat menjadi contoh bagaimana memutakhirkan data pemilih yang berkualitas.Uslimin juga berharap kepada Komisioner dan Staf KPU Lutra dan jajaran PPK, PPS tidak berpuas diri, dengan tetap mengawal dan mengajak warga untuk terus berpartisipasi memastikan dirinya telah terdaftar di DPT melalui wadah yang sudah disiapkan. “Bagi warga yang belum terdaftar namun memiliki KTP-el, bisa datang ke kelurahan didata. Namun jika belum memiliki KTP-el, harus membuat dulu di Kantor Disdukcapil, baru melaporkan ke posko atau PPS yang ada diwilayahnya masing-masing,” kata Uslimin. (ramadhan iqbal/ed diR)

KPU Sumbar Tutup GMHP di Nagari Paninggahan

Solok, kpu.go.id - Hari terakhir Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP), Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengecek DPT online di Kabupaten Solok dengan  menyasar masyarakat pinggiran Danau Singkarak di Kecamatan Junjung Sirih, Nagari Paninggahan, melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemilu  Forum Warga Berbasis Keluarga di Kantor Walinagari Junjung Sirih Minggu, 28 Oktober 2018.Sosialisasi Pendidikan Pemilih Forum Warga di hadiri Ketua KPU Sumbar Amnasmen, Ketua KPU Kabupaten Solok Gadis dan Anggota KPU Kabupaten Solok, Walinagari Paninggahan, Kepala Jorong dan masyarakat serta pemangku kepentingan di Nagari Paninggahan.Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemilu  Forum Warga yang digagas KPU Kabupaten Solok ini sangat efektif untuk menjangkau masyarakat yang ada ditingkat Jorong maupun  seluruh masyarakat di Nagari Paninggahan agar mendapatkan informasi terhadap proses tahapan Pemilu yang berjalan."Sementara GMHP hari ini pun berakhir serentak secara nasional, dan atas nama KPU Sumbar kami berharap masyarakat yang ada di Nagari Paninggahan telah terdaftar dalam DPT untuk Pemilu 2019 mendatang melalui forum warga" ujar Amnasmen. Amnasmen juga menambahkan, KPU telah tetapkan  calon legislatif tingakat Provinsi maupun tingkat Kabupaten Solok  sebagai DCT yang sudah diumumkan melalui media cetak atau media online. KPU juga memberi ruang kepada masyarakat untuk menanggapi calon legislatif. KPU sudah terbuka dalam proses  pencalonan dan publik juga telah merespon ketentuan dan komitmen agar proses yang baik menghasilkan pemimpin yang menyuarakan aspirasi masyarakat.Sementara itu, Ketua Kabupaten Solok Gadis juga menambahkan terkait laporan dana kampanye dan kampanye  peserta Pemilu wajib melaporkan ke KPU. Di Peraturan KPU kampaye mengatur terkait Alat Peraga Kampanye (APK) yang telah dibatasi." Harapannya, peserta Pemilu agar lebih aktif berdialog dengan masyarakat karena jadwal kampanye itu akan berakhir 13 April 2019. Sejak masa kampanye dimulai KPU Kabupaten Solok juga menghimbau kepada peserta Pemilu tidak ada namanya kampanye Hoax, SARA dan Politik Uang" ujar Gadis.Walinagari Paninggahan Yoserizal juga menambahkan, sangat mengapresiasi kinerja KPU demi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu mendatang. Dengan  adanya kegiatan forum warga ini kita masyarakat bisa langsung menyampaikan kepada sanak saudara untuk menyukseskan Pemilu."Kepada seluruh caleg yang berasal dari daerah pemilihan Paninggahan, mari bersama-sama membangun Nagari dan kita berharap tidak ada persoalan dikemudian hari, supaya Pemilu tahun 2019 ini menjadi Pemilu berbasis keluarga dan Badunsanak. Pemerintah Nagari Paninggahan berharap tolong patuhi aturan yang telah diberikan oleh KPU maupun  Bawaslu" ujar Yosrizal. (romel/ed diR)

Populer

Belum ada data.