Berita KPU Daerah

Sosialisasikan Pemutakhiran Data, KPU Sumut Buka Stan Informasi

Medan, kpu.go.id - Mengintesifkan penyebaran informasi kepada masyarakat terkait Data Pemilihan Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara (KPU Sumut), membuka stan informasi di Plaza Milenium, Medan. Stan tiga hari (21-23 Agustus 2018) untuk membantu masyarakat mengetahui hak pilihnya, apakah sudah terdaftar menjadi pemilih tetap untuk Pemilu 2019.Komisioner KPU Sumut Divisi Dumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Yulhasni ,berharap stan informasi bisa sebagai media penyerbarluasan informasi pengecekan DPT, memudahkan masyarakat dan dapat dilakukan di mana saja. “Diharapkan juga masyarakat semakin peduli terhadap Pemilu,” ucap Yulhasni.Senada, Kepala Sub Bagian Program Data Juliana Hutasuhut mengatakan di stan tersebut masyarakat bisa mengecek data pemilih hanya dengan menyampaikan nomor induk kependudukan (NIK). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama KPU Sumut dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut.Dijelaskan oleh Juliana, masyarakat yang belum terdaftar sebagai DPT pada Pemilu 2019, yang disebabkan oleh perbaharuan data di KTP akan didata langsung oleh Disdukcapil. “Sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019,” tambah Juliana.Juliana menambahkan, didirikannya stan sekaligus ruang berbagi informasi kepada masyarakat tentang tahapan pemilu khususnya terkait data pemilih yang juga bisa dicek melalui website sidalih3.kpu.go.id. “Sehingga masyarakat tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor lurah setempat,” tambah Juliana. (kpu sumut/ed diR)

Indahnya KPU Bengkulu Berbagi di Idul Adha 1439 H

Bengkulu, kpu.go.id - Datangnya Idul Adha 1439 H dijadikan momen yang tepat bagi keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu untuk memberikan perhatiannya yang lebih besar kepada sesama. Sehari pasca Idul Adha, bertempat di Kantor KPU Kota Bengkulu, dilakukan pemotongan hewan kurban (1 ekor sapi) yang dagingnya kemudian dibagikan kepada pegawai maupun masyarakat yang membutuhkan.Satu ekor sapi yang dikurbankan ini adalah hasil pengumpulan (tabungan kurban) yang telah dilaksanakan sejak 10 bulan sebelumnya. “Kegiatan ini merupakan Qurban kali kedua di Lingkungan KPU Kota Bengkulu dan Insya Allah dapat dilaksanakan setiap tahunnya,” ujar Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini Kamis (23/8/2018).Zaini menjelaskan tujuan dari pelaksanaan kurban adalah untuk meningkatkan ketakwaan dengan meneladani nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS. Selain itu juga untuk meningkatkan kesetiakawanan social juga meningkatkan silaturahmi antara komisioner, sekretariat dengan masyarakat sekitar. “Dan tentunya solidaritas internal dalam rangka melaksanakan tahapan Pemilu 2019,” tambah Zaini.Guna menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pendistribusian daging kurban dilakukan dengan penukaran kupon yang sebelumnya telah diberikan kepada yang membutuhkan. (kpu kota Bengkulu/ed diR)

Evaluasi Pemilihan 2018 di Kab Gianyar untuk Suksesnya Pemilu 2019

Gianyar, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menggelar Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Laporan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati Gianyar 2018. Rapat selama tiga hari sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan 2018 serta untuk memperbaiki kinerja penyelenggara pemilu dalam menghadapi Pemilu 2019.“Sebelumnya KPU Gianyar telah melakukan kegiatan evaluasi Pilkada 2018 bersama PPK dan PPS di 7 kecamatan 19-21 Agustus lalu. Hasil evaluasi tersebut kita rangkum ke dalam daftar inventaris masalah sehingga dapat kita jadikan masukan dan bahan evaluasi dalam pelaporan tahapan Pemilihan 2018,” ujar Ketua KPU Kabupaten Gianyar AA Gde Putra, di Sens Hotel, Ubud Rabu (22/8/2018).Sementara itu, Anggota KPU Divisi Teknis I Putu Agus Tirta Suguna menyatakan pada Pemilu 2019 nanti sangat dibutuhkan kapasitas dan kinerja penyelenggara maksimal, terlebih di Undang-undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu tidak lagi mengatur penghitungan suara di tingkat desa/kelurahan. “Proses itu  tentu akan sangat menguras energi dan pikiran, apalagi penghitungan suara tingkat PPK tidak berdasarkan hasil rekapitulasi PPS, melainkan dihitung per TPS,” tuturnya.Ditempat yang sama, Komisioner KPU Gianyar Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik, Ngakan Nyoman Oka Sudaryana cukup puas dengan kinerja divisinya pada Pemilihan Serentak 2018 lalu. Kesuksesan di bidang logistik mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, persiapan sampai pendistribusian ke TPS yang lancarmenurut dia disumbang oleh perencanaan yang matang serta melibatkan PPK dan PPS yang langsung dalam pengelolaan logistik pemilu.Komisioner KPU Gianyar Divisi Perencanaan dan Data, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti mengakui masih ada kendala dalam proses pemutakhiran data pemilih. Ke depan menghadapi Pemilu 2019 dia berencana akan mengevaluasi kapasitas SDM terutama yang fasih mengoperasikan teknologi informasi (TI).“Begitu juga dengan kegiatan sosialisasi, meski tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi, perlu dicari metode sosialisasi yang lebih efektif sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tambah Komisioner Divisi Sosialisasi dan Parmas, AA Istri Darmawati.Sementara itu Plt Sekretaris KPU Gianyar, Melgia C Van Harling saat mengisi materi evaluasi di hari ke-3 mengatakan rapat kerja ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tahapan Pemilihan 2018 sehingga terukur, jelas dan akuntabel. Dengan mengevaluasi pelaksanaan tahapan Pemilihan 2018, diharapkan dapat memperbaiki kinerja Penyelenggara. “Mulai dari KPPS, PPS, PPK hingga KPU Kabupaten termasuk jajaran sekretariat, menuju Pemilu 2019 yang lebih baik dan berkualitas," tutupnya. (Kr/ed diR)

KPU Klungkung Gelar FGD Evaluasi Pemilihan Serentak

Semarapura, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LLPM) Universitas Udayana (Unud), menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Melek Politik dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 di Ruang Rapat Gedung KNPI, Selasa (21/8/2018).Kegiatan dibuka Ketua KPU Kabupaten Klungkung I Made Kariada yang menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan di Kabupaten Klungkung baik Pilbup maupun Pilgub Bali 2018. Menurut dia meskipun tingkat partisipasi masyarakat mencapai 80 persen namun penyelenggara juga memerlukan masukan dari masyarakat.Menurut Kariada forum ini juga menjadi penting guna menggali dan mengevaluasi kinerja penyelenggara pemilu yang tantangan kedepannya semakin kompleks. KPU juga berharap semua narasumber yang hadir bisa mengungkapkan kejadian sebenarnya yang terjadi dimasyarakat agar kelemahan - kelemahan yang dimiliki bisa menjadi genjotan dalam penguatan Demokrasi di Kabupaten Klungkung.FGD kerjasama KPU Kabupaten Klungkung dipandu oleh salah satu Dosen Ni Made Ras Amanda melakukan pembahasan satu demi satu Kuesioner yang telah disiapakan serte argumentasi dari berbagai segemen. Peserta yang merupakan dari unsur penyelenggara Pemilihan yakni, KPU Kabupaten Klungkung, PPK, PPS, Perbekel, Lembaga Adat dan Agama, Wartawan, Bawaslu, partai olitik. (putras/ed diR)

DPT Pemilu Gianyar Sebanyak 364.060 Orang

Gianyar, kpu.go.id - Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menetapkan DPT untuk Pemilu 2019 sebanyak 364.060 pemilih. Rapat dilaksanakan di ruang rapat Kantor KPU Kabupaten Gianyar, Selasa (21/8/2018).Rapat dipimpin langsung Ketua KPU Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Putra didampingi Divisi Perencanaan dan Data Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, Divisi Teknis Peyelenggaraan I Putu Agus Tirta Suguna, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan dan Pengembangan SDM AA Istri Agung Darmawati, serta Divisi Keuangan, Umum dan Logistik Ngakan Nyomana Oka Sudaryana, serta dihadiri oleh Panwas Kabupaten Gianyar, OPD terkait serta pimpinan Partai Politik di Kabupaten Gianyar.Ni Luh Putu Reika Chrisyanti menyampaikan, bahwa DPT Kabupaten Gianyar berasal dari pemilih laki-laki 181.717 orang serta pemilih perempuan sebanyak 182.343 orang. Sedangkan untuk total jumlah TPS 1500. (kpu gianyar/ed diR)

DPT Lutra Ditetapkan, Berkurang 474 Pemilih Dibanding DPSHP

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) Akhir dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.Rapat dipimpin Ketua KPU Lutra Syamsul Bachri didampingi Anggota Komisioner KPU Lutra Divisi Teknis Suprianto, Divisi Hukum dan Parmas Supriadi serta Sekretaris KPU Lutra Andi Kasmawati.  Turut hadir Bupati Lutra yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Abdul Hakim Bukara, Kapolres Lutra yang diwakili oleh Kasad Intelkam Iptu Muhajir, Dandim 1403 Sawerigading Palopo yang diwakili perwira penghubung wilayah Lutra, Ketua Pengadilan Negeri Lutra, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)  Kepala Badan Kesbang,  Ketua Bawaslu Lutra Muhajirin, Anggota Bawaslu Lutra Sriwati Sukma D,  Ketua dan Anggota PPK se-Kabupaten Lutra, Panwascam se-Kabupaten Lutra dan Ketua dan  LO partai politik se-Kabupaten Lutra.Syamsul Bachri  dalam kesempatan itu menjelaskan proses sebelum penetapan DPT diawali tahap pemutakhiran data pemilih, penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran (DPSHP), masukan dan tanggapan masyarakat, perbaikan DPSHP, hingga penyusunan DPT.Dari hasil proses panjang tersebut diketahui DPSHP Kab Lutra untuk Pemilu 2019 sebanyak 217.514 terdiri dari 108.898 pemilih laki-laki dan 108.616 pemilih perempuan, tersebar di 12 Kecamatan 173 desa/kelurahan, 987 TPS. Sementara setelah mendapat masukan dan tanggapan masyarakat, DPT yang ditetapkan sejumlah 217.040 pemilih terdiri dari 108.616 pemilih laki-laki dan 217.040 pemilih perempuan. “Jadi berdasarkan rincian tersebut, diketahui  jumlah pemilih DPSHP ke DPT berkurang sebanyak 474 pemilih. Artinya, jumlah pemilih dari DPSHP ke DPT Pemilu 2019 berkurang,” jelas Syamsul di Aula Demokrasi, Senin (20/8/2018).Di tempat yang sama Abdul Hakim Bukara mengatakan bahwa sesuai ketentuan, untuk dapat tercantum dalam DPT Pemilu 2019 warga negara yang dimaksud wajib memiliki KTP Elektronik (KTP-el). Sebagai perwakilan pemerintah dia juga mengimbau, kepada semua pihak untuk mencermati DPT ini. “Kalau ada pemilih yang tidak memenuhi syarat dan suatu saat dia punya KTP-el ya mari kita berikan ruang terhadap mereka,” tuturnya. (ramadhan iqbal/ed diR)

Populer

Belum ada data.