Berita KPU Daerah

Dari Ngarai Sianok, KPU Bukittinggi Cetak Masyarakat Sadar Memilih

Bukittinggi, kpu.go.id - Sadar akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi menyelenggarakan program pendidikan pemilih dalam bentuk kursus pemilu. Kursus singkat selama lima hari berhasil diikuti 100 peserta berasal dari mahasiswa serta masyarakat umum yang ada di Kota Bukittinggi.Kegiatan sendiri bertempat di Monkey Land Café di Ngarai Sianok Bukittinggi. Sebagai informasi Ngarai Sianok merupakan daerah perbukitan dan lembah berhawa sejuk dan menjadi lokasi favorit masyarakat. “Awalnya tujuan saya mengikuti acara ini cuma jalan-jalan, tapi setelah datang ke sini sangat banyak informasi yang tadinya saya tidak tahu menjadi tahu dan membuat saya tertarik untuk menjadi penyelenggara pemilu,” ungkap Yuni, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.Kursus kepemiluan ini terbagi dalam lima sesi pertemuan, (10, 13, 14, 15 dan 19 November 2018). Di hari terakhir hadir Ketua KPU Kota Bukittinggi Benny Aziz, sebagai narasumber dan Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kota Bukittinggi Beni Mustika sebagai moderator.Dalam pesannya Benny mengatakan bahwa kursus pemilu adalah cara lembaganya menyosialisasikan segala hal tentang kepemiluan kepada masyarakat. Menurut dia, KPU juga butuh dukungan masyarakat untuk menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat lain yang ada dilingkungannya.Salah satu pesan yang ditekankan Benny pada kegiatan ini menurut adalah bagaimana mengajak peserta menjauhi politik uang (money politic) dalam pemilu. “Seratus ribu, dua ratus ribu paling habis satu sampai dua hari. Namun kita akan melarat lima tahun ke depan,” ujar Benny.Sejak hari pertama kegiatan, seluruh peserta nampak antusias mengikuti setiap tahap acara. Selain materi yang dibawakan menarik karena menambah wawasan kepemiluan, penyajian yang diselingi dengan ice break juga membuat peserta tidak bosan. Disamping itu, panorama Ngarai Sianok yang elok turut membantu peserta menghilangkan kejenuhan. (uie/ed diR)

KPU Ogan Ilir Wisuda 120 Peserta Kelas Demokrasi

Indralaya, kpu.go.id - Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir mewisuda 120 peserta Kelas Demokrasi Kabupaten Ogan Ilir Angkatan Pertama Kamis (15/11/2018). Kelas Demokrasi yang diwisuda terdiri dari empat kelas, sebanyak tiga kelas out class bermitra dengan tiga sekolah (SMAN I Indralaya, SMAN I Unggulan Indralaya Utara dan MAN Sakatiga), beranggotakan siswa/i sekolah yang bersangkutan. Sementara satu kelas inclass dibentuk didalam kantor KPU Kabupaten Ogan Ilir beranggotakan mahasiswa, pekerja muda dan ormas.Hadir dalam wisuda Kelas Demokrasi Anggota KPU RI Wahyu Setiawan, Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda Kabupaten Ogan Ilir serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan.Kelas Demokrasi sendiri dibentuk dengan tujuan mendidik masyarakat memahami pemilu. Ke depan diharapkan makin banyak lulusan Kelas Demokrasi yang dapat ikut menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat sehingga membantu penyelenggara menyukseskan pemilu. Makin banyaknya masyarakat yang paham kepemiluan berkorelasi pada peningkatan partisipasi masyarakat. Melalui Kelas Demokrasi juga dapat meningkatkan kerelawanan (voluntaritas) masyarakat, menyiapkan generasi masa depan yang andal dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, terbentuknya mitra KPU dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pemilu dan demokrasi di kalangan pelajar. (kpu ogan ilir/ed diR)

3 Hari, 7 SMA, 1 Bangka Tengah Gelar KGTS

Koba, kpu.go.id - Rangkaian sosialisasi dan pendidikan pemilih berlangsung di Kabupaten Bangka Tengah 13-15 November 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI setempat menggelar kegiatan KPU Goes to School (KGTS) di 7 SMA di Kabupaten Bangka Tengah.Anggota KPU Kabupaten Bangka Tengah Divisi Sosialisasi dan Parmas Hendra Sinaga mengatakan kegiatan KGTS bertujuan untuk memberikan pendidikan pemilu kepada pemilih pemula mengingat sebagian dari mereka akan menggunakan hak pilihnya di 17 April 2019.Pemberian pemahaman tentang pemilu penting dilakukan untuk menghindari kebingungan dari mereka yang baru pertama kali memberikan hak pilihnya nanti.“Maka kami adakan kegiatan ini bertujuan agar mereka paham hak mereka dalam pemilu, seperti mengecek namanya terdaftar atau bagaimana cara mencoblos yang baik dan benar di TPS,” ujar Hendra di SMKN 1 Simpang Katis, Rabu (14/11/2018).Lebih lanjut Hendra berharap agar kegiatan diikuti oleh para siswa dengan semangat dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan ini.Pada kegiatan KGTS, KPU Kabupaten Bangka Tengah sendiri menyertakan komedian asal Bangka Munir dan Fadil. Keduanya selain pandai menghibur juga diminta untuk menyampaikan materi kepemiluan dengan cara yang lain.“Belajar pemilu itu tidak perlu tegang, cukup santai kok, buktinya kami menyampaikan materi kepemiluan melalui lawakan dapat diterima dengan baik oleh adik-adik kami. Dan mereka paham dan tertarik dengan kepemiluan,” ujar keduanya. (C2p/ed diR)

DPTHP-2 Sumsel Capai 5,8 Juta Pemilih

Palembang, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) untuk Pemilu 2019 sebanyak 5.850.084 pemilih. Jumlah tersebut berasal dari 2.951.164 pemilih laki-laki dan 2.898.920 pemilih perempuan, tersebar di 17 kabupaten kota, 236 kecamatan, 3.238 desa/kelurahan dan 25.298 Tempat Pemungutan Suara (TPS).“Data pemilih ini sudah sesuai dengan aplikasi Sistem Informasi Data Pemilh,” papar Anggota KPU Sumsel Divisi Teknis Hendri Alma Wijaya di Whyndam Hotel, Rabu (14/11/2018).Bersama Hendri, hadir Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Anggota Hepriyadi, Amrah Muslimin serta Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan. Hendri mengatakan daftar pemilih meski sudah ditetapkan tetap akan terus bergerak dan KPU Sumsel serta KPU kab/kota yang ada dibawahnya akan terus mengawal data pemilih tersebut.Sementara itu Kelly Mariana mengatakan bahwa DPTHP-2 yang ditetapkan adalah hasil perbaikan data pemilih yang telah dilakukan selama 60 hari terhitung sejak 16 September hingga 15 November 2018. Ada tiga aspek yang menjadi dasar dari proses perbaikan daftar pemilih ini antara lain penghapusan pemilih yang tidak memenuhi syarat, memasukkan pemilih yang telah memenuhi syarat dan perbaikan elemen data pemilih.Dia juga menyebut ada dua hal pokok dalam regulasi penyusunan daftar pemilih yang diterapkan berbeda dengan pemilu sebelumnya antara lain basis pendaftaran pemilih berdasarkan alamat de jure (yaitu merujuk pada alamat di KTP-elektronik pemilih) serta mengatur pindah memilih bisa dilakukan, dengan sebelumnya terdaftar dalam DPT dan berkonsekuensi apabila pemilih pindah memilih. “Syaratnya paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara. Hal ini terkait dengan alokasi surat suara di TPS,” katanya. (humas KPU-Sumsel Mhq/ed diR)

Perbaikan Kedua, Jumlah Pemilih di Sumbar Bertambah 177.609 Orang

Padang, kpu.go.id - Komisi Pemilih Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2), Rabu (14/11/2018). Hasil perbaikan selama 60 hari, jumlah DPTHP-2 di Sumbar mencapai 3.641.761 pemilih atau bertambah 177.609 pemilih dibanding DPTHP-1 yang ditetapkan September lalu.Hadir dalam kegiatan ini Ketua KPU Sumbar Amnasmen didampingi Anggota Izwaryani, Gebril Daulai, Nova Indra dan Yanuk Sri Mulyani. Turut hadir Anggota Bawaslu Sumbar Vifner, Ketua KPU kabupaten/kota dan anggota Divisi Program dan Data, Operator Sidalih Kabupaten/Kota, Kesbangpol, Parpol, Calon Anggota DPD-RI, Forkompimda, unsur kepolisian dan awak media.Amnasmen dalam keterangannya mengatakan, bahwa pihaknya tetap bekerja menyempurnakan data pemilih meski DPTHP-2 telah ditetapkan. KPU menurut dia juga tetap menerima masukan dan klarifikasi data pemilih dari seluruh pihak terkait.Amnasmen memastikan lembaganya terus mencermati perubahan jumlah pemilih terutama pada mereka yang berpotensi masuk kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK) karena baru mengurus kependudukan. “Baru mendapat KTP-el atau sekarang masih melakukan proses pendataan, hak mereka akan kita masukan dalam daftar pemilihan khusus,” jelasnya.Anggota KPU Sumbar, Nova Indra menjelaskan bahwa sebelumnya ditetapkan di tingkat provinsi, KPU kabupaten/kota telah menetapkan DPTHP-2 sejak 11-13 November 2018. Semua rekomendasi Bawaslu menurut dia juga sudah ditindaklanjuti oleh KPU kabupaten/kota. “Sehingga DPTHP-2 bisa untuk ditetapkan,” kata Nova.Nova menganggap wajar apabila masih ada catatan dari Bawaslu maupun partai politik terhadap data pemilih yang ditetapkan ini. “Dan untuk KPU kabupaten/kota kami minta berkoordinasi dengan Bawaslu dan partai politik untuk menyelesaikan data pemilih ini,” tutup Nova. (romelt/ed diR)

Kesan Pemilih Disabilitas Ikuti Kursus Kepemiluan KPU Soppeng

Watansoppeng, kpu.go.id - Kursus Kepemiluan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng 13-15 November 2018 lalu sukses memberikan kesan positif bagi peserta. Salah yang memperoleh kesan positif adalah seorang penyandang disabilitas bernama Yusparas Wandi, Rabu (14/11/2018).Pria asal Kecamatan Citta mengaku mendapat banyak pengalaman selama mengikuti kursus kepemiluan, khususnya bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, mengetahui permasalahan dan pelanggaran dalam tahapan kampanye yang biasanya dianggap persoalan sederhana dalam masyarakat.Yusparas pun mengaku bangga dengan perlakuan yang sama yang diberikan KPU Soppeng dalam kegiatan kursus pemilu. Dia meyakini perhatian yang sama juga akan diberikan penyelenggara kepada penyandang disabilitas yang menggunakan hak pilih pada setiap pemilu nanti.Usai menerima sertifikat kursus kepemiluan, Yusparas berencana menggunakannya untuk mendaftar sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Citta yang saat ini prosesnya masuk rekrutmen pasca Putusan Mahkamah Konstitusi. “Semoga saja seluruh alumni kursus kepemiluan bisa menjadi agen-agen sosialisasi dilingkungan tempat tinggal mereka hingga tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu yang berjalan bisa tercapai,” tutup Yusparas. (teknishupmassoppeng/da/ed diR)

Populer

Belum ada data.