Berita KPU Daerah

284 Calon KPU Kab/Kota se-Sumbar Ikuti CAT

Padang, kpu.go.id - Sebanyak 284 peserta ujian calon anggota KPU kab/kota Sumatera Barat menjalani ujian akademik sistim Computer Assisted Test (CAT) di Pusat Labor Komputer Universitas Putra Indonesia (UPI YPTK) Padang Senin (26/3/2018).Pelaksanaan ujian CAT terbagi dua gelombang, dimana gelombang I dimulai pukul 07.30-09.30 WIB, sementara gelombang II dimulai pukul 10.00-12.00 WIB. Seleksi calon anggota KPU di 15 Kab/Kota ini dibagi dalam tiga kelompok tim seleksi. Tim Seleksi 1 meliputi daerah Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanahdatar dan Kota Bukittinggi. Tim Seleksi 2 terdiri dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Tim Seleksi 3 melingkupi Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat.Peserta Ujian CAT calon anggota KPU diikuti  berbagai latar belakang, mulai anggota KPU, dosen, profesional, unsur panitia adhoc pemilu serta elemen masyarakat lainya. Pelaksanaan sempat tertunda beberapa saat  karena server sempata mengalami gangguan, namun segera teratasi sehingga peserta dapat melanjutkan proses ujian. Usai mengikuti tes CAT, bagi peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti ujian psikologi pada 27-29 Maret 2018.(Romel/ed diR)

109 Pemilih Lapas Parepare Belum Miliki Kartu Identitas

Parepare, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar pertemuan dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Parepare Sulawesi Selatang untuk menindaklanjuti 109 warga binaan yang belum memiliki kelengkapan identitas.Mereka yang belum lengkap datanya diketahui belum memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). “Sebelumnya terdata sebanyak 158 warga binaan yang telah lengkap datanya. Tersisa 109  warga binaan itu yang harus melengkapi datanya,” ujar Komisioner KPU Kota Parepare, Divisi Program dan Data, Abdullah di Lapas Klas II Parepare, Senin, (26/3/2018)Turut hadir dalam kunjungan tersebut Panwas Kota Parepare dan diterima langsung Kepala Lapas Klas II Parepare Didik Heru Sukoco.Abdullah berharap Lapas Klas II Parepare dapat membantu 109 warga binaan untuk bisa melengkapi data kependudukannya, paling lambat pada 2 April mendatang. “Kalau sampai pada 2 April masih belum dipastikan datanya, dengan sangat terpaksa, mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” lanjut Abdullah.Kepala Lapas Klas II Parepare, Didik Heru Sukoco memastikan pihaknya akan semaksimal mungkin membantu warga binaannya yang belum terdata bisa menggunakan hak pilihnya dihari pemungutan suara nanti. Pihaknya juga akan segera memanggil dan mengecek langsung warga binaan yang disebut belum lengkap data kependudukannya. “Kami akan panggil satu persatu, kemudian kami sampaikan untuk harus melengkapi datanya. Jika sampai pada 2 April masih ada yang tidak memiliki kelengkapan data, apa boleh buat, terpaksa dia tidak bisa memilih,” pungkasnya. (hupmas kpu parepare/ruslan anwar/ady/ed diR)

KPU Pinrang Monitoring Pengumuman DPS Tingkat Desa

Pinrang, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pinrang menggelar monitoring dan supervisi pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang, Senin (26/3/2018).Tujuan diselenggarakannya monitoring melihat tingkat partisipasi masyarakat dalam merespon pengumuman DPS. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (26-27 Maret 2018) ini juga bertujuan melihat kerja Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam mengumumkan dan mempublikasikan DPS kepada masyarakat baik masyarakat yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar dalam DPS.Total DPS di Kabupaten Pinrang sendiri sebanyak 260.804 dengan rincian Laki-laki 125.773 dan Perempuan 135.031. “Kami menempelkan DPS dikawasan Kantor Lurah/Desa agar masyarakat dapat melihat langsung dan mengumumkan di tempat ibadah agar masyarakat pro aktif dalam mendaftarkan dirinya sebagai pemilih’ ungkap Ketua PPS Pacongan Tri  Handayani.Salah satu contoh di Kelurahan Pacongan Kecamatan Paleteang, PPS telah mengumumkan DPS di kantor kelurahan setempat dengan jumlah pemilih sebanyak 5.804 terdiri dari Laki-laki 2.755 dan Perempuan 3.049. “Alhamdulillah, sampai hari ketiga pengumuman DPS banyak masyarakat datang ke Kantor Kelurahan untuk melihat apakah namanya sudah tercatat di Daftar Pemilih Sementara, tambahnya.Selanjutnya Masyarakat juga bisa mengoreksi DPS apabila terdapat ketidaksesuaian identitas daftar pemilih yang ada di DPS sehingga PPS menindaklanjuti dengan memperbaiki daftar pemilih yang ada. Selama tiga hari dilaksanakan pengumuman DPS (sejak 24 maret) terdapat kendala teknis yakni adanya daftar nama yang sudah tercoklit tapi pada saat keluar daftar pemilih sementara nama tersebut tidak ada, sehingga membutuhkan ketelitian dan kejelian bagi PPS, PPK dan Operator tingkat kabupaten pada saat perbaikan daftar pemilih sementara yang jatuh pada tanggal 3 s/d 7 April 2018. (kpu pinrang/ardi arifin/ed diR)

Sosialisasi Sehari ala KPU Kab Banyumas

Purwokerto, kpu.go.id – Di hari yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menyambangi dua tempat untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi Pilkada Serentak 2018. Tempat pertama yang dikunjungi, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyumas dengan target sosialisasi perempuan, anggota Pangurus Cabang (PC) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Banyumas. Sementara tempat kedua Lapangan Banteran, Sumbang dengan target sosialisasi masyarakat umum.Ditempat pertama materi sosialisasi diisi Anggota KPU Kab Banyumas Ikhda Aniroh, yang menyampaikan tentang peran penting perempuan dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Setidaknya ada peran yang kerap jalankan perempuan dalam demokrasi, jadi pelaku dengan menjadi anggota legislatif serta menjadi pengguna hak pilih yang cerdas. “Yang tidak kalah penting juga perempuan bisa ikut menjadi penyelenggara pemilihan,” terang Ikhda, Minggu (25/3/2018).Dengan peran itu, perempuan menurut Ikhda dapat memperjuangkan kelompoknya dalam dunia politik. Ikut meningkatkan kualitas hidup perempuan, melakukan perbaikan hukum serta penguatan lembaga yang berkaitan dengan perempuan.Sementara itu, di kegiatan Lapangan Banteran, penyampaian informasi dilakukan dengan menyelipkan informasi pemilih melalui kesenian khas Banyumas, Ebeg (Kuda Lumping). Sosialisasi semacam ini dianggap lebih efektif mengingat saat ini tahapan pilkada sudah memasuki uji penyampaian Daftar Pemilih Sementara (DPS). “Jika ada yang kurang, kelebihan atau salah datanya, silakan laporkan ke ketua RT atau Panitia Pemungutan Suara setempat,” tutup Anggota KPU Kabupaten Banyumas Suharso Agung Basuki. (rfk/ed diR)

KPU Soppeng Gelar Diskusi Perempuan Cerdas Pilkada Sulsel

Watansoppeng, kpu.go.id – Pemilih perempuan jadi salah satu kelompok yang menentukan arah politik daerah dan nasional. Peran perempuan dalam politik, baik sebagai pemilih maupun pelaku sangat dibutuhkan terutama dalam menentukan pemimpin lima tahun kedepan.“Salah satu ungkapan yang sering kita dengar adalah dibalik lelaki yang sukes ada seorang perempuan hebat,” ujar Ketua Komisi Pemilih Umum KPU Kabupaten Soppeng, Amrayadi, saat membuka acara Sosialisasi Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan di Aula Kantor KPU Kabupaten Soppeng, Sabtu (24/3/2018).Hadir sebagai pembicara lainnya pendiri lembaga penelitian kepemiluan Salma Tajang. Turut mengundang sejumlah organisasi perempuan Kab Soppeng, Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Persit Kartika Chandra, Bhayangkari, Dharma Wanita dan Tim Penggerak PKK  serta organisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).Amrayadi dalam paparannya mengingatkan pemilih perempuan sadar akan hak pilihnya, dengan memastikan mereka terdaftar dalam daftar pemilih. Perempuan juga harus mengetahui bagaimana cara menentukan pilihan yang tepat. “Pastikan visi misi, program danrekam jejak pasangan calon,” lanjut Amrayadi.Sementara itu Salma Tajang merespon pertanyaan sebagian masyarakat tentang minimnya keikutersetaan perempuan dalam pilkada khususnya Pilgub Sulsel 2018. Dia mengingatkan bahwa untuk menjadi pemimpin bukan hal mudah, butuh kemampuan serta kualitas yang mumpuni. Meski tidak ada calon perempuan, dia mengajak perempuan Soppeng kritis sebagai pemilih dengan melihat visi misi calon sebagai yang utama. (kpu soppeng/ed diR)

Goes to Campus KPU Solok, Pemilih Harus Berpikir Rasional

Solok, kpu.go.id -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok menggelar kegiatan Goes to Campus di Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok Sabtu, (24/3/2018). Dalam kegiatan tersebut masyarakat diajak menolak politik uang dan mulai menjalani proses pemilihan sebagai rencana jangka panjang.Ketua KPU Kota Solok Budi Santosa dalam sambutannya menyatakan kegiatan yang digagas lembaganya ini bagian dari proses pendidikan pemilih, dimana masyarakat sebagai elemen penting dalam demokrasi perlu dan wajib diajak berpikir rasional. “Indikasinya dalam menentukan pilihan politik tidak lagi berorientasi pada kepentingan jangka pendek seperti uang, kekuasaan dan kompensasi politik yang bersifat individual. Justru pilihan politik diberikan kepada partai politik atau kandidat yang memiliki kompetensi dan integritas untuk mengelola pemerintahan, karena tujuan akhir dari demokrasi adalah kesejahteraan dan keadilan sosial bagiseluruh rakyat” ujar Budi.Anggota KPU Kota Solok lainnya, Asraf Danil Handhika, Ilham Eka Putra dan Maqomam Mahmuda juga menyemangati mahasiswa yang hadir sebagai peserta diskusi untuk lebih sadar pentingnya hak pilih. Mereka juga menyampaikan hal yang berkaitan dengan pemilu, pengertian pemilu, prinsip pemilu tujuan hingga prinsip pemilu yang jujur dan adil.Sementara itu Dekan Fakultas Hukum UMMY Solok, Rifqi Devi Laura dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Kota Solok. Bagi dia dan UMMY, kegiatan ini penting bagi mahasiswa dalam menambah ilmu dan wawasan tentang kepemiluan.Acara Goes to Campus semakin menarik dengan hadiah dan kuis disela perbincangan. Suvenir seperti kaos, mug, topi diberikan bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. (kpu kota solok/ed diR)

Populer

Belum ada data.