Berita KPU Daerah

Mahasiswa Unja Belajar Pemilu di RPP Sarolangun

Sarolangun, kpu.go.id - Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Jambi (Unja) Kampus Sarolangun menyambangi rumah pintar pemilu (RPP) KPU Sarolangun Senin (2/4/2018). Rombongan mahasiswa jurusan manajemen pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) ini dipimpin dosen Unja Wahyu Rohayati dan diterima Komisioner KPU Sarolangun Muhammad Fakhri dan Asriyadi.Dalam sambutannya Fakhri mempersilakan mahasiswa Unja menggali sebanyak mungkin informasi terkait kepemiluan yang tersedia di RPP. Dia menjelaskan tujuan dibangunnya RPP adalah memberikan pendidikan pemilu kepada masyarakat, termasuk kepada mahasiswa yang menjadi bagian dari pemilih pemula.Pada kunjungannya ini rombongan mahasiswa Unja juga memperoleh penjelasan tentang kepemiluan melalui kegiatan nonton bareng video sejarah pemilu di Indonesia. Dilanjutkan dengan pemberian materi dari masing-masing komisioner. Pada sesi pemberian materi, mahasiswa nampak antusias. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang mengajukn pertanyaan kritis terkait isu dan masalah kepemiluan.Usai pemberian materi, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah ruangan RPP yang salah satunya memuat tentang simulasi pemungutan dan penghitungan suara, maket tempat pemungutan suara (TPS), pameran data pemilu hingga benda-benda yang kerap digunakan dalam setiap pelaksanaan pemilu di Sarolangun seperti surat suara, daftar calon tetap hingga tinta.Sementara itu Wahyu mengatakan tujuan dari kunjungan ke RPP KPU Sarolangun adalah untuk lebih mengenalkan kepada mahasiswa praktek kepemiluan yang ada dimasyarakat. Menurut dia selama ini penjelasan mengenai kepemiluan baru sebatas teori diruang kelas.“Harapan kami kunjungan ini dapat lebih memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana pengelolaan pemilu dilapangan. Bagaimana KPU melaksanakan pemilu mulai dari tahapan persiapan sampai dengan pelantikan pemenang serta permasalahan danpenyelesaiannya,” tutup Wahyu. (amj/ed diR)

Umat Budha Jepara Perangi Politik Uang

Tanjung, kpu.go.id - Politik Uang (money politic) masih jadi perhatian serius dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) maupun pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara tak hentinya mengajak masyarakat memerangi perilaku negatif ini terutama jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018.Salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahaya politik uang dilakukan KPU Jepara dengan menggelar sosialisasi bersama umat Budha Mahayana di Vihara Muryantoro, di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji Jepara Minggu (1/4/2018). Dalam kegiatan ini, KPU Jepara meminta kepada para tokoh dan umat Budha Jepara menyatakan perang terhadap politik uang. “Kualitas pemilu kita ini bukan hanya ada di tangan kami (KPU, Penyelenggara Pemilu). Namun masyarakat turut andil menentukan baik buruknya pemilu,” ujar Anggota KPU Jepara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Subchan Zuhri didepan seratusan umat Budha.Masyarakat atau pemilih, lanjutnya, memberikan andil besar dalam menentukan kualitas pemilu kita dengan menjadi pemilih yang cerdas. Salah satunya, masyarakat harus berani menyatakan perang terhadap politik uang. “Kalau masyarakat masih permisif terhadap politik uang dalam setiap momen pemilu, maka kualitas demokrasi kita tidak akan semakin baik,” tegasnya.Politik uang, kata Subchan, akan memberi dampak luar buruk dalam waktu jangka panjang pasca pemilihan umum. Selain itu, dia juga mengajak kepada warga masyarakat Budha di Jepara untuk meningkatkan partisipasinya dalam setiap tahapan pemilu. Partisipasi yang dapat diwujudkan oleh masyarakat dalam pemilu bukan hanya sebatas memberikan hak pilih pada Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan ada banyak varian partisipasi. “Dalam berpartisipasi, masyarakat bisa terlibat menjadi penyelenggara pemilu, membentuk lembaga pemantau, survey, penghitungan cepat, menggelar sosialisasi, dan sebagainya,” terangnya. Masyarakat diminta untuk selalu terlibat dalam setiap tahapan pemilu yang cukup panjang ini.Terkait dengan pemberian hak suara, di Desa Tanjung yang menjadi salah satu pusat umat Budha di Jepara ini tingkat partisipasi dalam Pilbup tahun 2017 sucah tinggi. Tingkat kehadiran masyarakat di TPS mencapai 74,3 persen. Subchan menambahkan, untuk Pilgub 2018 ini, ada ketentuan baru yang harus dimengerti masyarakat pemilih. Yakni kewajiban menunjukkan KTP elektronik atau Surat Keterangan dari Disdukcapil pada saat menggunakan hak pilih di TPS. “Oleh karenanya bagi masyarakat yang saat ini belum mempunyai KTP elektronik agar segera melakukan perekaman data kependudukan di Disdukcapil,” katanya.Pimpinan Majelis Umat Budha Mahayana Indonesia di Jepara, Kaspari menyambut baik acara sosialisasi Pilgub Jateng yang digelar KPU Jepara di Vihara Muryantoro itu. Pihaknya juga akan mendukung mewujudkan Pilgub Jateng yang “Becik Tur Nyenengke” sebagaimana tag line Pilgub Jateng 2018 dengan menjadi pemilih yang cerdas dan berpartisipasi dalam setiap tahapan. (hupmas KPU Jepara/ed diR)

Raker KPU Pasaman Terkait Pemutakhiran Data Pemilu 2019

Bukittinggi, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menggelar rapat kerja (raker) Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019, bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Pasaman.Raker yang dilaksanakan di Grand Rocky Hotel Bukittinggi ini, diselenggarakan dua gelombang, untuk gelombang pertama 1-2 April 2018  meliputi PPK dan PPS dari Tigo Nagari, Simpang Alahan Mati, Bonjol, Lubuk Sikaping, Panti dan Dua Koto sedangkan gelombang 2-3 April 2018 PPK dan PPS dari Padang Gelugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan.Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Pasaman, Jajang Fadli mengingatkan  pentingya pemutakhiran data pemilih dalam tahapan pemilu. Keberhasilan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) menurut dia turut menentukan kualitas penyelenggaraan nanti. “Mengingat sangat strategisnya kegiatan tersebut, maka disamping melaksanakan raker dengan PPK, KPU Kabupaten Pasaman juga melibatkan PPS. PPS memiliki kewenangan dan tanggungjawab melantik dan memberikan bimbingan teknis kepada pantarlih,” ujar Jajang Minggu (1/4/2018).Usai mengikuti acara pembukaan, raker dilanjutkan dengan pengarahan dari masing-masing koordinator divisi dilingkungan KPU Kabupaten Pasaman dan sekretaris KPU Kabupaten Pasaman. Pada kegiatan ini PPK dan PPS diberi kesempatan bertanya dan langsung dijawab oleh koodinator divisi.Kegiatan raker juga diisi dengan penyampaian materi tentang pemutakhiran data pemilih (mutarlih) oleh Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Aprina Herawati Nasution. Dalam pemaparannya perempuan yang akrab disapa Lala menjelaskan bahwa kegiatan yang tengah berlangsung merupakan tindaklanjut dari surat edaran KPU nomor 263/PP.05-SD/01/KPU/III/2018. KPU Pasaman pun menurut dia sengaja memilih lokasi yang strategis untuk mempermudah akses peserta raker. “Harapannya peserta dapat fokus, nyaman dan disiplin mengikutinya dan bermanfaat bagi kesuksesan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2019,” jelas Lala.Pada kegiatan raker juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) terkait persoalan seputar pemutakhiran data pemilih Pemilu 2019. (md/ed diR)

Perkuat Sosialisasi Pilgub Didaerah Terpencil Jepara

Tanjung, kpu.go.id - Warga di daerah terpencil seringkali luput dari perhatian dan minim menerima informasi. Oleh karena itu, dalam rangka menyebarluaskan informasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara menyambangi pedukuhan terpencil di lereng Gunung Muria Minggu (1/4/2018).Beberapa pedukuhan terpencil yang disambangi antara lain Dukuh Ngerbu, Njabung dan Nggronggong yang masuk Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji. Tim sosialisasi KPU Jepara sendiri dipimpin Divisi SDM dan Partisiapasi Masyarakat Subchan Zuhri ditemani seluruh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tanjung dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pakis Aji.“Kami pilih Dukuh Ngerbu, Njabung dan Nggronggong ini karena dukuh ini jauh dari akses informasi dan masuk daerah terpencil. Warga di dukuh ini memang jarang mendapatkan informasi yang lengkap seperti di daerah perkotaan. Sinyal telpon selular saja tidak ada di sini,” ucap Subchan di sela kegiatan sosialisasi.Menurut dia, meski jarak antar rumah berjauhan namun warga diharapkan bisa menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni nanti. Dia juga berpesan agar warga membawa KTP elektronik (KTP-el) atau Surat Keterangan dari Disdukcapil. “Selain itu, warga juga diminta bersama-sama memerangi politik uang. Warga diimbau menggunakan hak pilih sebaik-baiknya tanpa terpengaruh pada pemberian sesuatu materi dari pasangan calon manapun,” papar Subchan.Subchan menambahkan, KPU Jepara masih mengagendakan untuk berkunjung ke daerah-daerah terpencil lain dalam rangka menyampaikan sosialisasi Pilgub Jateng 2018 kepada warga masyarakat secara langsung. “Kami masih ada rencana untuk berkunjung ke daerah terpencil lain. Di Jepara ini masih ada derah yang minim akses informasi dan harus kami datangi langsung,” pungkasnya.Selain memberikan sosialisasi kepada warga, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bahan sosialisasi berupa kalender, striker dan payung. Kesemuanya itu diselipkan informasi tentang tahapan Pilgub 2018 serta informasi tentang pasangan calon yang bertanding.Sejumlah warga di Dukuh Ngerbu dan Njabung mengaku senang dengan kegiatan ini. Apalagi penyampaian informasi juga diberikan dalam bentuk barang yang bisa dibagikan ke warga. “Kami senang bisa mendapat informasi. Sebelumnya saya memang tidak pernah ikut acara-acara sosialisasi di balai desa karena jauh,” kata Sukati warga RT31/RW 05 Dukuh Ngerbu.Di Dukuh Ngerbu dan Dukuh Njabung sendiri hanya ada satu TPS yakni TPS 15 dengan jumlah pemilih sekitar 300 orang. Dua dukuh itu terpisah oleh perbukitan dengan jalan yang masih bebatuan, meski sebagian kanan kirinya sudah diperbaiki. Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2017 lalu, partisipasi di TPS 15 Desa Tanjung mencapai 80,3 persen, di .atas rata-rata partisipasi satu desa yang mencapai 74,3 persen. (hupmas kpu jepara/ed diR)

Relasi Si Balu Siap Terjun ke Masyarakat

Baturraden, kpu.go.id - Sebanyak 50 anggota Relawan Demokrasi (Relasi) Si Balu, Kabupaten Banyumas usai mengikuti kegiatan Training of Trainers (TOT) di Hotel Queen Garden, Baturraden sejak 31 Maret – 1 April 2018. Selama dua hari Relasi Si Balu mendapat pembekalan dari fasilitator di Banyumas, seperti Bangkit Ari Sasongko dan Agus Wahyudi. Selain itu, sejumlah anggota KPU Kabupaten Banyumas juga turut memberikan pembekalan terkait hal teknis dalam melakukan sosialisasi.“Pahami betul kode etik relawan dan teknik kita dalam menyosialisasikan Pilkada kepada masyarakat,” ucap Imam Arif Setiadi, anggota KPU Kabupaten Banyumas divisi SDM dan Parmas.Relasi Si Balu sendiri hadir membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menyosialisasikan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) kepada masyarakat Banyumas. Usai mengikuti TOT, Relasi Si Balu siap diterjunkan ke masyarakat.Menurut Imam, Relasi Si Balu yang merupakan bagian dari penyelenggara pemilihan memiliki tanggung jawab besar dalam suksesnya Pilkada melalui sosialisasi yang mereka lakukan. Dia mengimbau agar Relasi Si Balu setidaknya menggelar sosialisasi minimal empat kali dalam satu bulan. Pertemuan bulanan sesama anggota Relasi Si Balu juga akan dilakukan setiap bulannya yang digunakan sebagai ajang evaluasi dan pembahasan rencana sosialisasi ke depan. “Anda adalah orang terpilih di Banyumas yang berkesempatan untuk berbuat lebih kepada Negara dan Banyumas,” tandas Imam dengan menggebu memberikan motivasi kepada peserta. (rfk/ed diR)

Sosialisasi Tiap Kecamatan dengan Target Pemilih Marjinal

Lasusua, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kolaka Utara dibantu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menggelar sosialisasi tatap muka di sejumlah Kantor Kecamatan di Kolut, Minggu (1/4). Sosialisasi ini digelar sebagai upaya menginformasikan kepada pemilih marjinal yang domisilinya jauh dari perkotaan, diperbukitan, agar dapat mengetahui tahapan kepemiluan.Anggota KPU Kolut Divisi Program dan Data, Mahjur mengatakan sudah waktunya penyelenggara tidak berdiam diri, mendatangi warga langsung dari rumah-rumah. Dia mengatakan, untuk membentuk pemilih cerdas dan antusias tidak cukup hanya mengundang, namun juga mendatangi langsung. “Oleh karena itu, kita berinisiatif untuk mendatangi mereka lebih dekat lagi yakni mengumpulkan para peserta ini di kantor kecamatan,” ucap Mahjur.“Intinya kami menerangkan apa itu pemilihan, dan mengajak mereka untuk bisa berpartisipasi dalam pemilihan gubernur serta kapan diadakannya pemilihan khususnya pemilihan gubernur 2018. Karena kami berharap dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan, dapat meningkatkan partisipasi pemilih di wilayah Kabupaten Kolaka Utara," terang Mahjur M. (ti2/ed diR)

Populer

Belum ada data.