Jakarta, kpu.go.id - Sesi kedua kegiatan pembekalan tim seleksi (timsel) Gelombang VI untuk Anggota KPU Provinsi, Kabupaten/Kota 2018-2023 menghadirkan pemaparan materi terkait computer assisted test (CAT), persyaratan kesehatan pejabat publik serta perspektif gender. Materi CAT disampaikan Lutfi Kurniawan, persyaratan kesehatan oleh dr Mata Setyawati sementara perspektif gender oleh Wahidah Suaib. Lutfi dalam penjelasannya menerangkan bahwa CAT sudah digunakan sejak proses seleksi anggota KPU provinsi, kab/kota gelombang pertama. Dia mengatakan bahwa CAT selain memudahkan juga mengedepankan keterbukaan. "Karena hasilnya bisa langsung disampaikan setelah peserta selesai mengerjakan," kata Lutfi. Di kesempatan itu, Lutfi menerangkan bahwa selama CAT digunakan tidak pernah ada kebocoran soal. Materi tes untuk provinsi, kab/kota juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. "Kami punya tim penyedia soal, kerahasiaan soal terjamin, " tambahnya.Di kesempatan sebelumnya dr Maya menegaskan pentingnya syarat kesehatan sebagai bagian dari kelolosan calon anggota KPU provinsi maupun kab/kota. Menurut dia kemampuan kesehatan menentukan yang bersangkutan bekerja hingga lima tahun kedepan. Meski menurut dia, tes kesehatan bukan berarti seseorang tidak ada catatan kesehatannya. Maya juga berharap, timsel yang nantinya menyeleksi calon anggota KPU ditiap tingkatan dapat memberikan masukan kepada tim pemeriksa di rumah sakit. Sebab antara masukan dan hasil yang dicapai harus ada kesesuaian. "Disini bapak/ibu dapat menerangkan job desk agar tim kesehatan dapat mengukur," lugasnya. Sementara itu Wahidah dalam penyampaiannya mengatakan bahwa kesetaraan gender dalam proses perekrutan calon anggota KPU tetap harus diperjuangkan. Dia menilai ada potensi menurunnya keikutsertaan perempuan sebagai penyelenggara pemilu. Wahidah juga menyampaikan bahwa kesetaraan gender juga perlu dilakukan pada saat pendaftaran. Sama seperti regulasi yang membuka kembali pendaftaran calon apabila belum memenuhi jumlah yang ditentukan, hal yang sama juga diharapkan bisa berlaku apabila jumlah perempuan yang mendaftar belum memenuhi syarat yang ditentukan. (hupmas kpu dianR/foto: james/ed diR)