Surabaya, kpu.go.id - Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pemilihan Serentak 2015-2018 kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Surabaya, Rabu (31/10/2018).Gelombang ke-2 dari seri FGD yang diselenggarakan disejumlah universitas ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan pemilihan serentak 2015-2018, dimata para stakeholder kepemiluan berkolaborasi dengan para akademisi untuk menjadi bekal suksesnya pelaksanaan pemilu baik di 2019 maupun 2024.Di seri kedua FGD, Universitas Airlangga (Unair) berkesempatan menjadi tuan rumah. Kajian Tematik Lesson Learn Pemilihan Serentak dengan tema Kampanye SARA: Regulasi, Modus Operandi dan Solusi" pun diambil untuk dibedah. Ketua KPU Arief Budiman yang membuka secara resmi kegiatan berharap pemikiran dan masukan para stakeholder kepemiluan membantu penyelenggara untuk siap menunaikan tugasnya di 2019 maupun 2024. Khususnya di 2024, dimana pelaksanaan pemilu dengan pemilih kepala daerah akan diselenggarakan pada tahun yang sama. "Bedanya nanti pemilu dilaksanakan terlebih dahulu baru pemilihan serentak. Itu pasti akan ada strategi baru bagi penyelenggara maupun peserta dan masyarakat dalam menyikapinya," kata Arief di Ruang A Adi Sukadana, Unair. Menurut Arief, KPU pun merasa beruntung karena FGD turut dihadiri pemapar yang andal didunia kepemiluan. Untuk diketahui selain dihadiri partai politik di Jawa Timur serta pegiat kepemiluan, acara juga turut menghadirkan Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali serta Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono. "Jadi kalau ada rekomendasi penting kalau mmg itu untuk perubahan UU, setidaknya di 2022 itu UU yang baru sudah bisa ditetapkan dan digunakan oleh penyelenggara," tambah Arief.Sementara itu Dekan Fisip Unair, Falih Suaedi menilai tema tentang kampanye SARA sangat menarik untuk dievaluasi dan dibahas terutama pasca pelaksanaan Pemilihan Serentak 2015-2018. Dalam ilmu manajemen sendiri, rumus POAC telah menekankan pentingnya control dalam sebuah kegiatan. Meski untuk bidang kepemiluan, control ini harus selalu dilakukan baik diawal, di tengah maupun akhir kegiatan. "Kalau kita pendekatan sistem maka diawal juga strategis," kata Falih. (hupmas kpu dianR/foto: dianR/ed diR)