Berita Terkini

Mekanisme Whistle Blower Buat Penyelenggara Merasa Diawasi

Jakarta, kpu.go.id - Setelah resmi dibuka Selasa (30/10/2018) malam, kegiatan Orientasi Tugas kembali dilanjutkan dengan pembekalan dari Komisioner KPU, Evi Novida Ginting di Jakarta, Rabu (31/10/2018) pagi.Beragam materi teknis yang perlu diperhatikan oleh Anggota KPU Kab/Kota periode 2018-2023 gelombang IV disampaikan perempuan asal Sumatera Utara tersebut, salah satunya, mekanisme pemberhentian Anggota KPU dari jabatannya.Selain melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), mekanisme pemberhentian juga bisa melalui Whistle Blower yang saat ini sedang dibangun inspektorat KPU."Kami tidak mau bapak/bu merasa nyaman tidak masuk kerja, merasa nyaman hanya terima Uang Kehormatan (UK) saja, merasa nyaman tidak datang rapat pleno, merasa nyaman itu yang kami tidak mau. Makanya kami mau menggunakan metode ini (Whistle Blower) supaya bapak/ibu tahu akan ada orang yang melaporkan tindak tanduk kita," tegas Evi.Evi mengatakan kalau kita tidak merasa diawasi maka akan muncul sifat negatif, bekerja dengan seenaknya dan cenderung melakukan penyimpangan."Kami ingin semua kita selalu merasa diawasi, walaupun saya percaya Allah selalu mengawasi kita, kalau kita tidak merasa diawasi ini yang sulit, maka kami akan gunakan ini (Whistle Blower) mekanismenya sedang kami siapkan bagaimana mungkin nanti akan ada bimtek lebih lanjut," sambungnya.Sekedar informasi, selain Evi, kegiatan orientasi tugas juga menghadirkan Anggota Bawaslu, Mochammad Affifudin dan Ketua DKPP, Harjono. (hupmas kpu Bil/Foto: Ieam/ed diR)

FGD Evaluasi Pemilihan Serentak Bekal Persiapan Pemilu 2024

Surabaya, kpu.go.id - Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pemilihan Serentak 2015-2018 kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Surabaya,  Rabu (31/10/2018).Gelombang ke-2 dari seri FGD yang diselenggarakan disejumlah universitas ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan pemilihan serentak 2015-2018, dimata para stakeholder kepemiluan berkolaborasi dengan para akademisi untuk menjadi bekal suksesnya pelaksanaan pemilu baik di 2019 maupun 2024.Di seri kedua FGD, Universitas Airlangga (Unair) berkesempatan menjadi tuan rumah.  Kajian Tematik Lesson Learn Pemilihan Serentak dengan tema Kampanye SARA: Regulasi, Modus Operandi dan Solusi" pun diambil untuk dibedah. Ketua KPU Arief Budiman yang membuka secara resmi kegiatan berharap pemikiran dan masukan para stakeholder kepemiluan membantu penyelenggara untuk siap menunaikan tugasnya di 2019 maupun 2024. Khususnya di 2024, dimana pelaksanaan pemilu dengan pemilih kepala daerah akan diselenggarakan pada tahun yang sama. "Bedanya nanti pemilu dilaksanakan terlebih dahulu baru pemilihan serentak. Itu pasti akan ada strategi baru bagi penyelenggara maupun peserta dan masyarakat dalam menyikapinya," kata Arief di Ruang A Adi Sukadana, Unair. Menurut Arief, KPU pun merasa beruntung karena FGD turut dihadiri pemapar yang andal didunia kepemiluan. Untuk diketahui selain dihadiri partai politik di Jawa Timur serta pegiat kepemiluan, acara juga turut menghadirkan Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali serta Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono. "Jadi kalau ada rekomendasi penting kalau mmg itu untuk perubahan UU, setidaknya di 2022 itu UU yang baru sudah bisa ditetapkan dan digunakan oleh penyelenggara," tambah Arief.Sementara itu Dekan Fisip Unair, Falih Suaedi menilai tema tentang kampanye SARA sangat menarik untuk dievaluasi dan dibahas terutama pasca pelaksanaan Pemilihan Serentak 2015-2018. Dalam ilmu manajemen sendiri, rumus POAC telah menekankan pentingnya control dalam sebuah kegiatan. Meski untuk bidang kepemiluan, control ini harus selalu dilakukan baik diawal, di tengah maupun akhir kegiatan. "Kalau kita pendekatan sistem maka diawal juga strategis," kata Falih. (hupmas kpu dianR/foto: dianR/ed diR)

Tekad KPU Cetak Jajaran Penyelenggara Berjiwa Pemimpin

Jakarta, kpu.go.id - Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali menggelar kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023 gelombang IV di Jakarta, Selasa (30/10/2018).Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Komisioner KPU lengkap mulai dari Viryan, Hasyim Asy'ari, Pramono Ubaid Tanthowi, Evi Novida Ginting, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, serta Ketua KPU, Arief Budiman.Berbeda dengan acara pembekalan lainnya, Arief memilih menyampaikan kata sambutan dengan turun dari podium dan langsung berinteraksi dengan para peserta. Arief menekankan pentingnya nilai kepemimpinan (leadership) yang harus dimiliki oleh jajarannya. Kata ini pun berulang kali disampaikan berikut membandingkan dengan kata manager, sebagai penekanan betapa pentingnya nilai leadership. "Kalian termasuk apa, leader atau manager?," tanya Arief."Manager itu lebih banyak berperan andministrator, tapi sebagai leader dia lebih pada inovator dia memikirkan mau berbuat apa lagi ya mau menciptakan apa lagi ya, manager lebih pada count value tapi kalau leader create value. Nah nanti anda akan dicetak seperti itu (leader) dalam orientasi tugas ini," jelasnya.Dalam kesempatan tersebut juga, Kepala Biro SDM, Lucky Firnandy majanto menyampaikan tujuan dari orientasi tugas ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman tentang fungsi dari jabatan sebagai Anggota KPU Kabupaten/Kota melalui metode Bridge."Tujuan kegiatan orientasi tugas gelombang empat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan seluruh rangkaian tugas fungsi anggota kabupaten kota agar pelaksanaan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Lucky. (hupmas kpu bil/foto: ieam/ed diR)

Pesan untuk 146 Anggota Timsel, Terbuka, Objektif dan Libatkan Masyarakat

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU), resmi melantik 146 anggota tim seleksi (timsel) untuk menjaring calon anggota KPU provinsi, kabupaten/kota 2018-2023 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (30/10/2018).Sesuai dengan Surat Keputusan KPU Nomor 1485/PP.06-Kpt/05/KPU/X/2018 pada tanggal 24 Oktober 2018, mereka selanjutnya akan bekerja hingga dua bulan kedepan di kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera Utara (1 timsel untuk 2 kab), Sumatera Selatan (3 timsel untuk 12 kab/kota), Riau (1 timsel provinsi, 2 timsel untuk 11 kab/kota), Banten (1 timsel untuk 1 kab), Jawa Barat (1 timsel untuk 2 kab), Jawa Tengah (1 timsel untuk 3 kab/kota), Jawa Timur (1 timsel provinsi). Kalimantan Barat (1 timsel untuk 2 kab), Kalimantan Selatan (1 timsel untuk 1 kab), Kalimantan Timur (1 timsel provinsi dan 2 timsel untuk 10 kab/kota), Kalimantan Utara (1 timsel provinsi dan 1 timsel untuk 5 kab/kota), Gorontalo (1 timsel untuk 1 kab), Sulawesi Tengah (1 timsel untuk 2 kab), Sulawesi Selatan (1 timsel untuk 1 kab), Sulawesi Tenggara (1 timsel untuk 2 kab), Sulawesi Barat (1 timsel untuk 1 kab), Bali (1 timsel untuk 1 kab), Nusa Tenggara Barat (1 timsel provinsi dan 2 timsel untuk 10 kab/kota), Nusa Tenggara Timur (5 timsel untuk 21 kab/kota), Maluku (1 timsel provinsi dan 2 timsel untuk 11 kab/kota) serta Papua (2 timsel untuk 8 kab/kota). Pelantikan dihadiri langsung Ketua KPU RI Arief Budiman, didampingi Anggota Evi Novida Ginting, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asy'ari, Viryan, Ilham Saputra, pejabat struktural Setjen KPU RI serta para undangan.Dalam sambutannya Arief, menekankan pentingnya posisi timsel sebagai bagian dari proses seleksi untuk menghasilkan penyelenggara pemilu yang berkualitas dan mampu menunaikan tugas pemilu yang luber dan jurdil serta akuntabel.Arief juga menyebut krusialnya proses seleksi saat ini dimana proses tahapan pemilu tengah berjalan dan masuk masa penting. Oleh karena itu dia berharap sisi integritas menjadi yang utama untuk dapat dicari dari calon-calon yang mendaftar nanti. "Maka, timsel punya tugas besar untuk menghasilkan calon anggota kabupaten/kota yang punya mutu, sifat, potensi, serta kemampuan untuk bisa menjaga kehormatan, kewibawaan dan kejujuran lembaga penyelenggara pemilu," kata Arief.Di pesannya yang lain Arief menekankan beberapa hal yang perlu timsel lakukan, antara lain mempelajari dan memahami ketentuan peraturan perundang undangan; membangun soliditas dengan sesama anggota timsel; melaksanakan tahapan secara terbuka, objektif dengan melibatkan partisipasi masyarakat; serta membuka partisipasi dan akses publik atas proses penyelenggaraan seleksi. (hupmas kpu ri james/foto: dosen/ed diR)

Harapan Ketua KPU RI Untuk 169 Anggota yang Dilantik

Jakarta, kpu.go.id - Sebanyak 169 Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Utara periode 2018-2023 resmi dilantik di Jakarta, Selasa (30/10/2018).Ketua KPU, Arief Budiman yang langsung memimpin jalannya pelantikan berpesan kepada anggota yang baru dilantik untuk bekerja dengan baik demi menghargai proses yang sudah dilalui."Kami memutuskan memilih anda itu bukan hal yang mudah, kami melalui perjalanan panjang yang menguras darah, air mata dan juga keringat karena kami harus berjuang mempertahankan kenapa anda ada di sini, kemudian kami tidak kenal waktu pagi siang malam, bisa dibayangkan," ungkap Arief dalam sambutannya.Pada kesempatan itu, mantan Ketua KPU Jawa Timur ini berharap agar anggota yang dilantik tetap menunjukkan semangatnya menjadi orang-orang terbaik didaerahnya masing-masing seperti ketika pertama kali mengajukan diri menjadi calon penyelenggara pemilu. "Saya berdoa anda yang dipilih adalah orang yang terbaik maka anda harus jaga, kerjakan pemilu, kerjakan seluruh prosesnya dengan baik," sambung Arief.Tak lupa, dalam kesempatan tersebut juga, Arief mengingatkan kepada jajarannya untuk memegang tiga prinsip kerja yakni transparansi, integritas, dan soliditas."Semoga Allah memberikan berkah kepada kita semua," pungkasnya.Pelantikan yang berlangsung ini berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1530-1562/PP.06-Kpt/05/KPU/X/2018 tentang Pengangkatan Anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2018-2023. (hupmas kpu ri Bil/foto Ieam-Dosen/ed diR)

Jaga Hubungan Baik, KPU 'Ngopi' Bareng Kawan Media

Jakarta, kpu.go.id - Menjaga hubungan baik dengan semua stakeholder merupakan hal yang penting bagi suatu lembaga. Termasuk dengan media yang bagi Komisi Pemilihan Umum adalah mitra yang berkontribusi besar menyukseskan setiap tahapan pemilihan maupun pemilu.Sadar akan pentingnya menjaga hubungan harmonis di antara keduanya, Sub Bagian Pemberitaan dan Penerbitan Biro Teknis dan Hupmas KPU pun menggelar kegiatan dengan sebutan 'Ngopi : Ngobrolin Pemilu', di Media Center, Gedung KPU, Jakarta, Selasa (30/10/2018).Sejumlah kawan media pun hadir dalam kegiatan ini, baik televisi, cetak, maupun online untuk berbincang santai dengan Komisioner KPU, yang diwakili Wahyu Setiawan. Guna mendukung santainya obrolan, disajikan pula kulineran khas Kota Hujan, Sotomie Bogor, jajanan pasar dan sebagainya. "Mari Kita ngobrol bareng, santai saja, boleh sambil ngopi-ngopi," ucap Wahyu memulai acara.Di sela-sela mencicipi panganan, obrolan pun tetap berlanjut, satu per satu kawan media berbincang dan banyak menggali Wahyu dengan pertanyaan mulai dari debat capres-cawapres, aturan kampanye, lokasi kampanye, sampai pada sosialisasi pemilih di luar negeri.Diharapkan melalui kegiatan ini, hubungan baik antar KPU dengan insan media semakin terjalin dengan baik ke depannya."Kami mewakili KPU memohon maaf kalau selama ini ada kendala atau tidak lancar tapi kami punya komitmen untuk terus tingkatkan pelayanan kami kepada kawan semua, karena kami merasa sangat terbantu peran kawan-kawan media," tutup Wahyu. (hupmas kpu bil/foto: dosen/ed diR)

Populer

Belum ada data.