Berita Terkini

25 Peserta Ikuti Ujian Sertifikasi Bendahara

Denpasar, kpu.go.id – Sebanyak 25 bendahara dari satuan kerja (satker) KPU provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia mengikuti Pelatihan Penyegaran Bendahara Pengeluaran dan Ujian Sertifikasi Bendahara Pengeluaran Gelombang III yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Hotel Swiss Belresort Watu Jimbar, Denpasar, Bali 22-26 Oktober 2018. Kegiatan yang hasil kerjasama Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU RI dengan Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI terkhusus Kantor BDK Denpasar ini menurut Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pejabat/staf di bidang perbendaharaan.Selama kegiatan peserta diberikan materi orientasi mengenai Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Negara; Pengelolaan Uang Persediaan; Pengelolaan Keuangan Negara; Perpajakan Bendahara Pengeluaran; Pengujian dan Pembayaran Tagihan; Pembukuan dan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran serta Aplikasi Bendahara Pengeluaran. Setelah mendapatkan materi peserta mengikuti ujian postes dan ujian kompetensi bertempat di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) Bali pada Rabu (24/10). Tujuan ujian ini agar peserta mendapatkan sertifikat perbendaharaan satker KPU.Sebelumnya kegiatan semacam ini telah dilaksanakan pada Oktober 2017 (Gelombang I) dan pada bulan September 2018 (Gelombang II). Berikut 25 nama peserta Pelatihan Penyegaran Bendahara Pengeluaran dan Ujian Sertifikasi Bendahara Pengeluaran Gelombang III:1. Martha Lasi (Inspektorat KPU RI);2. Hendra Saputra (KIP Kabupaten Simeulue, Aceh);3. Sugiono (KPU Provinsi Bengkulu);4. Kiki Pratiwi Sitorus (KPU Kota Bandung, Jawa Barat);5. Noorhany PS (KPU Kota Tegal, Jawa Tengah);6. Nur Istikomah (KPU Kab. Jepara, Jawa Tengah);7. Agus Dian Juliharta (KPU Provinsi Bali);8. Putu Eviyanti Dewi Lestari (KPU Kab Tabanan, Bali);9. Yuliana (KPU Kab Lombok Utara, NTB);10. Baiq Mardihah Normasari (KPU Kab Lombok Tengah, NTB);11. Ikhwan (KPU Kota Bima, NTB);12. Siti Samsiah Umar Ratu Loly (KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur);13. Rinto Tjingke Taha (KPU Kab Rote Ndao, NTT);14. Benyamin Afi (KPU Kota Kupang, NTT);15. Maria Goretti Dahu Nuak (KPU Kab Belu, NTT);16. Akdalida Niakumo Toumitto Lusia Mandagi (KPU Kota Tomohon, Sulawesi      Utara);17. Dianti Mokoginta (KPU Kab Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara);18. Lita Ningsih Gumalangit (KPU Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara);19. Antoneta Amtiran (KPU Kab Alor, NTT);20. Ilham (KPU kab Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan);21. Sumarni (KPU Kab Sidenreng Rappang, Sulawesi Utara);22. Hendra (KPU Kab Soppeng, Sulawesi Selatan);23. Uco Eka Priady (KPU Kab Wajo, Sulawesi Selatan);24. Djanawati (KPU Kab Bone, Sulawesi Selatan);25. Sinar Bakti (KPU Kab Luwu Utara, Sulawesi Selatan).(hupmas kpu ieam/foto: ieam/ed diR)

Pesan DKPP Terkait Kemandirian dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu

Jakarta, kpu.go.id - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono memberi sejumlah pesan saat hadir sebagai salah satu pembicara kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 di Jakarta Rabu (24/10/2018).Salah satu pesan yang disampaikan terkait kemandirian penyelenggara dalam menjalankan tugasnya. "Kemandirian memang harus jadi bagian. Sering kali kemandirian ini plus kalau anda mengetahui kepemiluan. Ragu-ragu itu muncul karena anda tidak mandiri," kata Harjono. Di pesannya yang kedua Harjono mengingatkan tentang kredibilitas penyelenggara pemilu. Menurut dia, penyelenggara harus tunduk pada aturan, menjaga etik dan mengedepankan integritas. "Sebab kredibilitas ini yang menjaga kepercayaan masyarakat. Itu faktor yang harus anda jaga," lanjut Harjono. Dipaparan lain mantan hakim konstitusi ini menerangkan kembali bahwa sanksi DKPP bukanlah untuk memberikan hukuman selaiknya sanksi pidana melainkan untuk menjaga wibawa dan kepercayaan penyelenggara dimata masyarakat. "Jadi sebetulnya bukan persoalan memecat orang lalu selesai, tapi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu," tuntas dia.  Sebelumnya anggota DKPP lainnya, Ida Budhiati juga memberikan paparannya kepada peserta orientasi tugas yang berasal dari kabupaten/kota di empat provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah serta Sulawesi Selatan. (hupmas kpu dianR/foto: dosen/ed diR)

Tak Terbatas Teknis, KPU Juga Harus Dinamis

Medan, kpu.go.id - Focus Group Discussion (FGD) Kajian Tematik Pemilu, Lesson Learn Pemilihan Serentak Gelombang I di Universitas Sumatera Utara (USU) resmi ditutup Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi, Selasa (23/10/2018).Dari kegiatan yang berlangsung satu hari penuh tersebut, didapati sejumlah pandangan, masukan dari para narasumber terkait evaluasi pemilihan kepala daerah serentak 2015-2018. Beberapa dari mereka juga mengapresiasi dan menginginkan agar kesuksesan pemilihan serentak bisa menular untuk penyelenggaraan Pemilu 2019. Pramono dalam penutupan acara berharap masukan berharga dari para pembicara menjadi bekal lembaganya dalam mengarungi tahapan pelaksanaan Pemilu 2019. Satu yang dia catat, KPU harus mulai membiasakan diri untuk tidak hanya terbatas pada urusan teknis tapi juga bisa memiliki pandangan, usulan untuk regulasi yang sejalan dengan kebutuhan penyelenggaraan. "Kami sengaja mengadakan FGD bukan hanya membahas teknikalitas penyelenggara, seperti proses pendaftaran pencalonan, tapi juga membahas yang mendasar ini untuk memperbaiki penyelenggara pemilihan kedepan," kata Pramono. Menurut Pramono meski keputusan dari sebuah regulasi ada ditangan eksekutif dan legislatif namun masukan tetap harus diberikan. Ruang yang menurut dia juga harus dimaksimalkan oleh masyarakat sipil untuk memberikan pendapatnya. "Bagaimana pun sistem regulasi adalah keputusan politik dan itu ada negosiasi kepentingan. Dan itu tidak hanya lagi pemerintah dan DPR karena masyarakat sipil (juga) harus menegosiasikan," tutur Pramono. Diakhir penutupan, Pramono pun berharap agar hasil pemikiran, masukan selama FGD bisa dituangkan kedalam bentuk narasi tertulis sehingga bisa dimanfaatkan untuk banyak orang. (hupmas kpu james/foto: james/ed diR)

Seru FGD Soroti Calon Tunggal Hingga Minimnya Keterwakilan Perempuan

Medan, kpu.go.id - Usai dibuka Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi, Focus Group Discussion (FGD) evaluasi Pemilihan Serentak 2015-2018 Selasa (23/10/2018) di Universitas Sumatera Utara (USU) berlanjut dengan diskusi panel.Di kesempatan pertama Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menjelaskan tentang hasil pengawasan lembaganya terkait penyelenggaraan pemilihan serentak di tiga edisi. Menurut dia yang perlu menjadi sorotan adalah bertambahnya daerah yang melaksanakan pemilihan calon tunggal atau sering disebut kotak kosong.Di kesempatan selanjutnya Dekan Fisip Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin memaparkan hasil riset tentang kandidasi, regulasi, masalah dan implikasinya. Hasil riset yang disajikan dalam bentuk literatur review ini melihat beberapa kajian pemilihan serentak seperti komitmen antara partai politik dan calon yang dinilai sangat dominan, isu dinasti politik masih kental di pemilihan kepala daerah, paslon tunggal yang kemudian memunculkan resistensi pemilih dan pemimpin terpilih serta masih minimnya isu perempuan dan masih tingginya pragmatisme partai politik dengan lebih mengutamakan calon berbasis popularitas dan modal kuat ketimbang kompetensi.Sementara itu Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mendorong keterwakilan perempuan yang lebih tinggi didalam proses kepemiluan di Indonesia. Mulai dari kepengurusan partai politik dia menilai jumlahnya semestinya bisa lebih dari 30 persen. (hupmas kpu james/foto: james/ed diR)

Orientasi Tugas Menebalkan Kembali Multifungsi, Adaptif dan Kepemimpinan

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali menggelar kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2018-2023, di Jakarta Selasa (23/10/2018) malam.Ada 180 peserta dari empat provinsi yang kabupaten/kotanya mengikuti kegiatan orientasi gelombang ketiga kali ini. Mereka antara lain kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, DKI Jakarta serta Kalimantan Tengah. Ketua KPU Arief Budiman yang hadir dan memimpin kegiatan membukanya dengan memberikan penjelasan dan motivasi kepada peserta tentang hakikat dasar menjadi anggota KPU. Menjadi penyelenggara menurut dia harus siap menjadi sosok multifungsi. Selain itu Arief juga mengingatkan bahwa menjadi anggota KPU harus bisa bersikap adaptif. Cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan membuat tugas menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Yang terpenting dalam paparan Arief saat memberikan penekanan tentang kepemimpinan (leadership) yang kemudian dibandingkan dengan konsep managerial. Dijelaskan juga perbandingan antara karakter memerintah dan memengaruhi. Anggota KPU Hasyim Asy'ari dikesempatan selanjutnya memberikan pesan kepada peserta orientasi untuk mengedepankan fungsi komunikasi dan publikasi. Membangun team building serta team work untuk mencapai tujuan. Dipaparan lain Hasyim juga kembali mengingatkan risiko yang harus dijalani saat seseorang memilih menjadi seorang penyelenggara pemilu, mulai berkurangnya waktu untuk kepentingan pribadi, bertambahnya beban tugas hingga tekanan dalam betugas. Orientasi tugas bagi anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 sendiri digelar selama lima hari. Dihari berikutnya peserta akan mendapatkan materi, dari sejumlah fasilitator andal sarat kepemiluan yang akan menyampaikan beragam tema. Beberapa di antaranya etika penyelenggara pemilu, tata cara pengambilan keputusan hingga penyelesaian sengketa pemilu. (hupmas kpu dianR-ieam-dosen/foto: dosen/ed diR)

Situng Pemilu 2019 Mulai Disosialisasikan

Belitung, kpu.go.id - Meski belum final dan masih dalam tahap pengembangan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) untuk Pemilu 2019 mulai diperkenalkan lewat Bimtek Tungsura di Belitung, Selasa (23/10/2018).Situng garapan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini nantinya sama seperti Situng sebelumnya, menjadi alat KPU untuk memudahkan kerja penyelenggara pemilu khususnya saat tahap rekapitulasi hasil penghitungan suara.Pengembang Situng dari ITB, Imam Ahmad mengatakan aplikasi Situng pada prinsipnya akan menghubungkan rekapitulasi penghitungan suara dari berbagai tingkatan mulai dari KPU kabupaten/kota, provinsi hingga pusat. “Intinya hasil akhir rekapitulasi dimasukan ke form excel, kemudian dicetak dan ditandatangani kemudian diunggah, sehingga ada dua versi yang di-scan dan hasil dari excel,” jelas Imam.Untuk Situng sendiri, nantinya yang digunakan ada dua jenis yakni Situng Desktop dan Situng Web. Situng Desktop difungsikan untuk melakukan proses pemindaian dan pengiriman file, sementara Situng Web untuk mengunduh berbagai form, pencatatan verifikasi, dan menetapkan form."Saat pelaksanaannya, di provinsi bisa memantau hasil rekapitulasi tingkat bawah dan melakukan rekapitulasi tingkat provinsi, serta penetapan hasil pemilu, sampai menerbitkan SK dan menerbitkan surat pemberitahuan kami akan siapkan tamplatenya," ungkap Imam.Terkait aspek keamanan, Imam memastikan pihaknya akan mengantisipasi dengan mengendalikan titik masuk gangguan. Meski dia meminta pemakluman bahwa disetiap sistem yang memiliki pengaman tinggi ada sisi lain yang harus juga dipahami. “Misalnya kita tingkatkan kemananan maka akan sulit diakses, ribet. Itu masih berkembang, belum final, kita masih berdialog,” pungkasnya.Sekedar informasi, disaat pengenalan Situng berlangsung, operator juga diberikan kelas khusus untuk melakukan sinkronisasi data calon Anggota DPD Provinsi dan DPD Kabupaten/Kota sebagai bagian dari rangkaian acara Bimtek Tungsura. (hupmas kpu Bil/foto: APS/ed diR)

Populer

Belum ada data.