Jakarta, kpu.go.id – Konferensi video (video conference) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Operational Room, Selasa (17/4/2018) diisi dialog dengan sembilan perwakilan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Substansi dialog lintas negara banyak melaporkan informasi terkini tahapan pemilu di luar negeri, baik pembentukan pantarlih maupun proses pencocokan dan penelitian (coklit).Dialog diawali dari PPLN di Kinabalu, Malaysia yang menginformasikan bahwa pelaksanaan coklit telah berlangsung di sebagian tempat dikantong-kantong pemukiman Warga Negara Indonesia (WNI) disana. Pelaksanaan coklit juga akan dilakukan di Kantor KJRI Kinabalu kepada para staf dan dimonitoring langsung Ketua KPU Arief Budiman yang tengah melakukan kunjungan ke kota tersebut. “Kita perkirakan pada pemilu kali ini potensi pemilih mencapai 100 ribu dan mereka yang akan dilakukan coklit,” kata Konjen KJRI Kinabalu Krishna Djaelani.Dialog berlanjut ke PPLN di Manila, Filipina, dimana coklit juga telah siap dilaksanakan dengan mendatangi WNI yang tinggal dinegara tersebut. Sebelumnya PPLN di Manila telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) dan melantik Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih). Pelaksanaan coklit di Manila dimonitoring langsung Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi serta Sekjen KPU Arif Rahman Hakim.Hal yang sama juga dilaporkan PPLN di Seoul, Korea Selatan (Korsel) yang telah siap melaksanakan coklit kepada WNI yang tinggal dan bekerja didaerah itu. Menurut laporan yang disampaikan Anggota KPU Hasyim Asy’ari, mayoritas pemilih di Korsel bekerja dibidang manufakturing dan industri, sehingga perlu strategi yang tepat untuk efektif melakukan coklit. “Potensi pemilih disini 41 ribu, namun kami di KBRI dimudahkan karena WNI di Korsel aktif dan sadar sebagai pemilih,” tutur Dubes Indonesia untuk Korsel Umar Hadi.Laporan juga disampaikan PPLN di Kuala Lumpur, Malaysia yang menginformasikan pemilih di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur (meliputi Kuala Lumpur, Selangor, Kelantan, Perak, Kelantan dan Trengganu) mencapai 203.216 orang. Saat ini proses coklit oleh pantarlih juga masih berlangsung dan pada 11-13 Mei 2018 PPLN Kuala Lumpur akan menyelenggarakan bimtek dengan tujuh perwakilan KJRI lainnya.Dari New York, PPLN di KJRI setempat juga melaporkan coklit yang akan berlangsung hingga Mei mendatang. Konsul Jenderal RI di New York Abdul Kadir Jailani mengatakan data sementara pemilih ditempat kerjanya mencapai 21.523 orang. “Saat ini kami lakukan coklit dengan bimbingan ketua PPLN,” imbuhnya.Sementara itu dari Sydney, Konsul Jenderal RI Heru Tjondro menerangkan bahwa data pemilih di wilayah kerjanya mencapai 21.081. Terdiri dari New South Wales 18.666 orang, Queensland 1189 orang serta di South Australia 1.226 orang. PPLN menurut dia juga telah menyosialisasikan tahapan ini dengan mengumumkannya melalui media sosial (medsos), website maupun facebook. “Bahkan saat ini pun kami juga sudah mengetahui masyarakat menyaksikan live (video conference) berdasarkan dari tautan yang kami berikan,” jelas Heru.Dari Den Haag, Belanda, disampaikan juga kesiapan coklit bagi WNI yang tinggal disana. Fasilitas juga diberikan kepada PPLN berupa kantor sekretariat agar proses coklit berjalan lancar. Sementara untuk PPLN di Pretoria, Afrika Selatan, pantarlih telah dilantik pada 9 April 2018 sebanyak 21 orang, dengan jumlah pemilih 2014 mencapai 184 orang dan diperkirakan berkurang menjadi 132 orang dikarenakan ada mutase, masih balita dan anak-anak.Laporan terakhir disampaikan PPLN di Riyadh, Arab Saudi yang telah melantik pantarlih sebanyak 14 orang pada 14 April 2018 lalu. PPLN setempat menyediakan aplikasi berbasis android untuk memudahkan WNI disana mengecek dan mendaftar secara mandiri hak pilihnya untuk Pemilu 2019 mendatang. (hupmas kpu/dianR/Foto Ieam/ed diR)