Berita KPU Daerah

Sambut Pemilu 2019, KPU Kulon Progo Lantik PPK dan PPS

Kulon Progo, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo melantik 300 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 12 kecamatan serta 264 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 88 Desa Aula Adikarto Gedung Kaca, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo Jumat (9/3/2018).Pelantikan dipimpin langsung Ketua KPU Kab Kulon Progo, Muh Isnaini dan dihadiri Forkominda serta Panwaslu setempat. Acara pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah untuk bekerja secara profesional dan berintegritas dilanjutkan penandatanganan SK secara simbolis yang diwakili oleh perwakilan anggota PPK dan anggota PPS.Dalam sambutannya Isnaini menegaskan bahwa pelantikan petugas adhoc jadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dia juga menyapa para anggota PPK dan anggota PPS yang baru dilantik seraya berharap agar mereka dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan. “Dengan menjaga integritas dan profesionalitas, belajar memahami regulasi pemilu yang ada khususnya bagi anggota PPK dan anggota PPS yang baru serta menjaga solidaritas tim,”ujar Isnaini.Dia mengingatkan tugas PPK dan PPS sangat berat, mengingat di pemilu nanti akan ada lima surat suara sekaligus, yang harus direkapitulasi dari tiap TPS di Kulon Progo. Menurut dia PPK dan PPS harus menyiapkan SDM yang mumpuni yang akan ditempatkan sebagai pantarlih, KPPS. “Pada prinsipnya KPU percaya bahwa anggota PPK dan anggota PPS akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang dibebankan,” tambah Isnaini.Isnaini juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut serta dalam acara pelantikan ini, kedepannya memohon doa untuk kesuksesan dan kelancaran Pemilu 2019.Sementara itu Bupati Kabupaten Kulon Progo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik, Arif Sudarmanto juga mengingatkan tugas PPK dan PPS tidaklah ringan karena harus menjaga dan mengawal proses pesta demokrasi sampai selesai dan bersentuhan secara langsung dengan berbagai masyarakat. ”Harapannya semoga pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Kulon Progo dapat berjalan dengan sukses, aman, tertib, lancar dan damai dengan jumlah partisipasi yang tinggi serta bagi anggota PPK dan anggota PPS dapat bekerja dengan baik, teliti dan ikhlas demi mewujudkan pesta demokrasi yang integritas dan profesionalitas,”jelasnya. (kpu kulon progo/ed diR)

Pesan KPU Kab Luwu Saat Lantik 747 Petugas Adhoc

Luwu, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu, melantik 66 Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Luwu pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019. Jumlah PPK yang dilantik 66 orang, sementara PPS yang dilantik 681 PPS orang. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Simpurusiang, Kelurahan Senga, Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat, (9/3/2018).Hadir dalam pelantikan Ketua KPU Kabupaten Luwu, Abd Thayyib, Sekretaris KPU Luwu, Andi Darmawangsa Rahim, Komisioner Divisi SDM dan Parmas, Adly Aqsha, Divisi Perencanaan Program dan Data, Zulkifli, Divisi Teknis, Suhaeb serta Divisi Logistik, Istantia.Dalam sambutannya, Abd Thayyib menyampaikan selamat kepada seluruh penyelenggara yang lolos pada Pemilu 2019. Dia meminta kepada PPK dan PPS untuk senantiasa menjaga kekompakan serta menjaga integritas dan mematuhi kode etik penyelenggara. ”Saya minta tolong kepada PPK dan PPS dalam menjalankan tahapan Pemilu 2019 nantinya agar terus menjaga kekompakannya, sehingga tahapan pemilu nantinya ini bisa berjalan dan kondusif yang penting adalah menjaga integritas,” ucap Thayyib.Thayyib mengharapkan agar anggota PPK dan PPS serius menjalankan sumpah yang telah diucapkan serta mematuhi pakta integritas yang telah dibacakan.  “Dalam menjalankan pekerjaan belum tentu semua sempurna namun kita harus terus terus menjaga sumpah serta integritas penyelenggara, serta niat harus terus kita perbarui," tambah Thayyib. (adm/kpuluwu/ed diR)

PPK-PPS Bantul Dituntut Jaga Integritas dan Netralitas

Bantul, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul melantik anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Ruang Parangkusumo Hotel Ros In Yogyakarta, Jumat (9/3/2018).Pelantikan dipimpin Ketua KPU Kabupaten Bantul,  Johan Komara dan dihadiri Forkominda serta Panwaslu Kabupaten Bantul. Total ada 51 anggota PPK dari 17 Kecamatan serta 225 anggota PPS dari 75 desa yang dilantik pada kesempatan kali ini.Dalam sambutannya Johan menyampaikan bahwa Pemilu Serentak 2019 sebagai yang pertama dalam sejarah Indonesia, dimana pemilihan DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam waktu yang sama. Dari sisi teknis tentu menurut dia akan lebih rumit dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. “Oleh karena itu PPK dan PPS yang sudah dilantik supaya segera bisa menyesuaikan dengan tahapan pemilu yang sudah berjalan, secara rinci tugas, wewenang dan kewajiban,” ujar Johan.Satu hal yang juga wajib dipegang oleh jajaran penyelenggara pemilu menurut Johan adalah kode etik. Dalam bekerja PPK dan PPS diharapkan senantiasa menjaga integritas dan netralitas. Integritas adalah sebuah sikap yang jujur dan amanah, ada atau tidak orang lain yang melihat sementara netral tidak memihak siapapun. “Mulai sekarang saudara harus berhati-hati dalam membuat status atau memberikan komentar di medos, jangan sampai status atau komentar membuat orang lain meragukan netralitas saudara-saudara” tegasnya. Lain dari itu, Johan berharap PPK dan PPS untuk berkoordinasi dengan stakeholder di level masing-masing. PPK berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan panwascam,sementara PPS berkoordinasi dengan pemerintah desa dan PPL. “Saya tidak ingin mendengar kinerja PPK dan PPS terhambat hanya karena hal-hal yang sifatnya non teknis, seperti kurangnya koordinasi maupun komunikasi antar anggota maupun dengan stakeholder lainnya  dikarenakan ego masing-masing” pungkasnya. (Admin/Foto:Hupmas/ed diR)

KPU Kab Maros Lantik 309 PPS

Maros, kpu.go.id – Sebanyak 309 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 103 desa/kelurahan  hadir dalam  upacara pelantikan petugas adhoc untuk Pemilu 2019 bertempat di Aula KPU Kabupaten Maros Jumat (9/3/2018) pukul 09.15 WITA pagi.Upacara pelantikan diawali menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan surat keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maros  yang dibacakan oleh para kasubag secara bergantian.  Dilanjutkan ke pengambilan sumpah dipimpin Ketua KPU Kabupaten Maros Ali Hasan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.Dalam sambutannya Ali berpesan agar PPS terpilih bekerja benar dan bekerja keras demi menyukseskan Pemilu 2019 mendatang, mengingat beratnya  tugas yang menanti  karena melaksanakan dua pemilu sekaligus. (160-TknsHpms/ed diR)Attachments a

KPU Badung Lantik 204 Anggota PPK dan PPS untuk Pemilu 2019

Mangupura, kpu.go.id - Sebanyak 204 petugas adhoc Kabupaten Badung resmi dilantik Jumat (9/3/2018). Mereka merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan bertugas di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.Pelantikan dipimpin langsung Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung Anak Agung Gede Raka Nakula. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya integritas sebagai penyelenggara dan senantiasa menjaga netralitas dalam setiap perilaku dalam keseharian selama dalam pelaksanaan pemilu. “Agar tujuan kita dapat tercapai yakni suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019,” kata Raka Nakula di Hotel Nirmala, Jl. Mahendradatta Denpasar, Jumat (9/3/2018).Hadir dalam acara ini adalah perwakilan dari Polres Badung, Polresta Denpasar, Dandim 1611 Badung, Kesbangpol Kabupaten Badung, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Badung, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, Kasat Pol PP dan Limas Kabupaten Badung, Ketua Panwaslu Kabupaten Badung dan Camat se Kabupaten Badung.Dia juga mengatakan bahwa adanya aturan pengurangan jumlah PPK untuk Pemilu 2019 membuat pihaknya terpaksa melakukan seleksi terhadap PPK yang ada. “Sangat berat hati memilih tiga dari lima orang anggota PPK yang sedang bertugas dalam Pilgub Bali 2018,” kata Raka Nakula.Pada kesempatan itu, PPK dan PPS yang dilantik menandatangani pakta integritas yang berisi menjaga indenpendensi dan integritas sebagai penyelenggara Pemilu 2019, bersikap transparan, jujur, adil, obyektif dan akuntabel dalam melaksanakan tugas, bekerja secara sungguh-sungguh dengan cermat dan penuh kehatia-hatian, memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat, pemilih, maupun peserta Pemilu 2019, melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai penyelenggara pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.“Untuk masa tugas anggota PPK dan PPS yang dilantik ini sampai dengan dilaksanakannya putaran kedua pada pelaksanaan pemilihan presiden danwakil presiden,” tutup Raka Nakula. (kpu kab badung/ed diR)

PPK Jepara Diharapkan Seimbangkan Tugas

Jepara, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara melantik 48 Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pelantikan diadakan di Hall Rumah Makan Maribu pada Jumat, (9/3/2018). Pada pelantikan tersebut PPK Kecamatan Karimunjawa tidak turut serta karena harus menuntaskan tahapan rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018. Pelantikan akan dilakukan di Aula Kecamatan Karimunjawa oleh KPU Kabupaten Jepara.Ketua KPU Jepara Muhammad Haidar Fitri mengatakan, di Kabupaten Jepara sendiri terdapat 16 kecamatan dimana masing-masing akan memiliki tiga orang PPK. Meski jumlah ini lebih sedikit dari pelaksanaan pilkada, namun dia berharap PPK tetap solid dan mampu menjalankan tahapan kepemiluan dengan baik. “Profesionalisme dan integritas harus tetap menjadi ruh bagi penyelenggara pemilu,” ujar Haidar.Haidar menegaskan sepatutnya tidak ada persoalan adaptasi bagi PPK Pemilu 2019 kali ini sebab mereka juga bertugas untuk Pilgub Jateng 2018. Meski demikian dia tetap meminta agar PPK dapat pintar dalam menyeimbangkan tugasnya menjalankan tahapan dalam menjalankan tahapan pilkada maupun pemilu. “Jangan ada tahapan yang dikalahkan. Semua tahapan baik, harus dijalankan dengan maksimal,” lanjut Haidar.Untuk diketahui selain telah membentuk PPK, KPU Jepara juga telah selesai membentuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2019. PPS yang terpilih juga merupakan petugas yang menyelenggarakan Pilgub 2018 ditingkat kelurahan/desa.Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Solih mewakili Bupati berharap PPK yang telah dilantik dapat bekerja maksimal. Dia juga meminta kepada para camat yang hadir agar mendukung pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 di tingkat kecamatan. (hupmas KPU Jepara/ed diR)

Populer

Belum ada data.