Berita Terkini

Tinjau Pendaftaran Pilpres, Mendagri : KPU Profesional, Tidak Usah Diragukan

Jakarta, kpu.go,id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, meninjau kesiapan pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan bakal wakil presiden Pemilu 2019.Di hari ketiga masa pendaftaran, KPU sendiri tetap berkomitmen untuk terus bersiap menerima pendaftar yang datang. Dengan alur dan mekanisme yang telah dirancang, KPU optimis kegiatan yang akan menyedot perhatian luas masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar.Kegiatan peninjauan Mendagri ditemani langsung Ketua KPU Arief Budiman, Anggota KPU Evi Novida Ginting, Hasyim Asy’ari, Viryan serta Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra serta Sekjen Arif Rahman Hakim. Satu persatu ruangan pendaftaran didatangi untuk melihat kesiapan. “Teman-teman pers, memang KPU sudah sangat-sangat profesional jadi tidak usah diragukan,” ucap Tjahjo disela kegiatan peninjauan.Tjahjo mengatakan, pihaknya percaya penuh perhelatan pesta demokrasi kepada KPU. Dengan harapan Pemilu 2019 yang akan berlangsung serentak ini dapat berjalan dengan baik.Dikesempatan itu Ketua KPU Arief Budiman juga menyampaikan perkembangan terakhir masa pendaftaran, salah satunya terkait kesiapan Rumah Sakit (RS) tempat dilangsungkannya pemeriksaan kesehatan bagi bacapres dan bacawapres sehari usai mendaftar."Kemarin kita sudah bertemu pihak RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto perihal kesiapan proses cek medis.. Kita sudah koordinasi, mereka juga sudah siapkan seluruh perangkatnya, bahkan hal yang sudah usam juga dibersihkan dan sicat seperti baru, kalau perisapan oke kita tunggu mudah-mudahan parpol bisa selesaikan urusannya,”tutur Arief.“Kedua kami ingatkan biasanya pesta pendaftaran sampai larut malam kami ingin ingatkan karena 1 hari setelah pendaftaran itu pemeriksaan kesehatan, biasanya didahului puasa 8 jam, artinya kalau mulai jam 8 maka 8 jam sebelumnya temen-temen yang mendaftar bisa puasa,” pungkas Arief. (hupmas kpu bil/foto: dosen/ed diR)

Tingkatkan Kinerja SDM, KPU Sumsel Ikuti Rakornas di Banten

Tangerang, kpu.go.id - Guna meningkatkan kualitas penyelenggara Pemilu, KPU Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti rapat kordinasi nasional bidang Kepegawaian/ SDM di Lingkungan KPU dan KPU Provinsi se- Indonesia, 3-4 Agustus 2018 di Tangerang Banten.KPU Sumsel mengutus Komisioner Divisi SDM dan Parmas Ahmad Naffi,  didampingi Kabag Program Data Organisasi SDM Akhmad Zakir dan Kasubag SDM Ferlyna Theresia, mengikuti rakor yang dibuka langsung oleh Ketua KPU RI Arief Budiman tersebut.Ahmad Naffi mengatakan tujuan utama dari penyelenggaraan Rakor ini adalah mempersiapkan SDM KPU dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 mendatang, meningkatkan kinerja SDM KPU serta membahas permasalahan dan solusi di bidang kepegawaian.“Dengan harapan KPU akan menjadi sebuah organisasi yang profesional, mandiri dan berintegritas untuk pemilu yang berkualitas. Dimana semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa ada tugas yang terabaikan,”katanya.Kegiatan ini juga ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi penyelenggara untuk saling berdiskusi merumuskan nilai-nilai berorganisasi yang dapat menjadi pegangan bersama sehingga dapat mampu memunculkan pelayanan terbaik. “Hasil dari kegiatan ini akan kami transformasikan ke pegawai dan SDM KPU jajaran di Sumsel,” katanya.(hupmas kpu sumsel mewan/ed diR)

Pesan SDM KPU: Berperilaku lah Seperti Pelayan, Bukan Dilayani

Tangerang, kpu.go.id – Anggota KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM Wahyu Setiawan memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Kordinasi Bidang Kepegawaian/SDM terkait peningkatan kepegawaian dilingkungan tempatnya bertugas.Pesan utama yang disampaikan oleh mantan anggota KPU Kabupaten Banjarnegara tersebut, agar pegawai dilingkungan KPU semua tingkatan berperilaku sebagai pelayan. “Bukan yang dilayani,” ujar Wahyu di Karawaci Tangerang, Jumat (4/8/2018).Sebagaimana tagline KPU Melayani, yang menurut pria kelahiran Banjarnegara memiliki filosofi yang dalam yaitu pegawai di KPU selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat, peserta pemilu serta stakeholder lainnya. “Jangan kita menjadi birokrat diera yang dulu,” tutur Wahyu.Wahyu juga mengingatkan, bahwa konflik muncul karena adanya saling salip kewenangan. Dengan menghindari konflik maka kerja kepemiluan akan semakin baik dan lancar. “Jangan melewati kewenangan,karena kalau dilampaui pasti konflik,” tambah Wahyu.Anggota KPU Divisi Umum, Rumah Tangga dan Organisasi Evi Novida Ginting Manik lebih menekankan pembahasan terkait pemahaman kolektif kolegial yang harus dipegang teguh dalam menjalankan roda organisasi KPU. Menurut dia pemahaman ini jadi yang utama dilakukan sebelum orang-orang dilembaga ini menjalankan tugasnya masing-masing. “Kita harus pahami itu dulu baru mengajak, menggerakkan sistem kita,” kata Evi.Di penjelasannya yang lain, perempuan yang sempat menjabat sebagai anggota KPU Kota Medan tersebut juga memberikan tips agar organisasi berjalan baik maka ada hubungan yang harmonis antara pimpinan dan staf, sekretariat dengan komisioner. “Dan kita tidak bicara atasan bawahan, tapi tim,” imbuh Evi.Sementara itu Anggota KPU Divisi Perencanaan, Keuangan dan Logistik Pramono Ubaid Tanthowi mengajak jajarannya untuk berinovasi dalam bekerja, tidak selalu mengandalkan perintah dan bekerja dengan penuh semangat.Menurut pria kelahiran Semarang, 17 Januari 1975, pemahaman mengenai aturan tidak hanya perlu dilakukan jajaran komisioner tapi juga sekretariat. “Karena bagaimanapun sekretariat juga yang akan melaksanakan aturan, juknis dan sebagainya,” tutup Pramono. (hupmas kpu dianR/foto: ieam/ed diR)

Belum Ada Bacapres Mendaftar, Persiapan KPU Tetap Maksimal

Jakarta, kpu.go.id – Pendaftaran bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden (bacapres dan bacawapres) Pemilu 2019 mulai dibuka Sabtu (4/8/2018). Dihari pertama, belum ada partai politik berikut bakal pasangan calonnya yang datang mendaftar.Meski demikian persiapan sarana dan prasana pendaftaran tetap dilakukan KPU mulai dari petugas yang berjaga dimeja registrasi, kursi bagi pendukung dan pengantar bakal pasangan calon di lantai II, tenda dan ruang tunggu yang berdiri dihalaman gedung, hingga pengamanan yang terus berjaga dilingkungan KPU.“KPU tetap mempersiapkan diri sejak hari pertama pendaftaran. Jadi sejak 4 Agustus kami mempersiapkan diri, walaupun kami memperkirakan 8-10 Agustus baru akan ada konsultasi,” ucap Ketua KPU RI Arief Budiman saat meninjau ruang pendaftaran bacapres dan bacawapres.Dalam kesempatan itu Arief juga mengingatkan penghubung (liaison officer) bakal pasangan calon untuk mulai menyiapkan persyaratan pendaftaran yang akan dibutuhkan. “Diurus sehingga kapanpun didaftarkan itu sudah siap,” lanjut Arief.Sebagaimana diketahui pendaftaran bacapres dan bacawapres dibuka hingga 10 Agustus mendatang. Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB (4-9 Agustus 2018) dan pukul 08.00-24.00 WIB (10 Agustus 2018). Untuk memastikan ketertiban keamanan dan kenyamanan selama proses pendaftaran, KPU membatasi jumlah pendukung serta pendaftar bakal pasangan calon yang dapat masuk ke Gedung KPU sebanyak 120 orang. Terbagi 120 pendukung sampai halaman depan sementara 50 lainnya dipersilakan naik ikut ke ruang pendaftaran. (hupmas kpu dianR/foto: ieam/ed diR)

Antar Bacapres Daftar ke KPU, Simpatisan Diminta Jaga Keindahan Lingkungan

Jakarta, kpu.go.id – Pendaftaran bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden (bacapres dan bacapres) Pemilu 2019 selain didampingi para pendukung partai politik juga diperkirakan akan diantar oleh simpatisan.Menyikapi hal itu, Ketua KPU Arief Budiman berpesan agar para pendukung maupun simpatisan pasangan calon tetap tertib dan menjaga keindahan lingkungan. Meski tidak ada aturan khusus terkait hal ini namun mantan anggota KPU Jawa Timur itu berharap agar proses pendaftaran nanti dapat berjalan baik dan lancar. “Mendaftarlah dengan santun. Dan juga penting saya ingatkan harus ramah lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, kemudian jangan mengganggu, merusak taman yang ada didepan KPU,” ujar Arief saat memantau hari pertama pendaftaran Sabtu (4/8/2018).Imbauan ini sendiri menurut Arief muncul berdasarkan pengalaman dirinya, di pemilu sebelumnya, dimana proses pendaftaran maupun kegiatan yang melibatkan simpatisan dalam jumlah besar kerap berimbas pada keindahan lingkungan. “Jadi tolong jaga lingkungan, kebersihan, supaya ini ramah juga untuk lingkungan,” lanjut Arief.Sebelumnya dalam kegiatan penjelasan mekanisme pendaftaran bacapres dan bacawapres di Kantor KPU Jumat (3/8) lalu, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) M Afiffudin juga telah mengingatkan penghubung partai politik untuk mengingatkan para pendukung maupun simpatisan bakal pasangan calonnya untuk tidak membawa atribut yang bernuansa provokatif selama proses pendaftaran.Sikap yang sama juga disampaikan Arief yang menganggap imbauan tersebut tepat demi terciptanya proses pendaftaran yang baik dan menghindari munculnya semangat perpecahan didalam proses pendaftaran. “Siapa saja mau melakukan apapun boleh, cuma kami ingatkan jangan yang bersifat provokatif, yang membangun sentimen negatif, yang membangun semangat orang melakukan kekerasan. Mohon tidak melakukan itu,” tutup Arief. (hupmas kpu dianR/foto JAP27/ed diR)Teks Foto: Suasana taman didepan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol Jakarta Sabtu (4/8). Ketua KPU Arief Budiman berpesan agar para pendukung dan simpatisan bakal pasangan calon presiden dan bakal calon wakil presiden menjaga keindahan lingkungan dan kebersihan selama mendampingi proses pencalonan.

Kualitas SDM KPU Meningkat Luar Biasa

Tangerang, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum telah berkembang menjadi lembaga yang profesional, mandiri dan semakin berintegritas dalam beberapa dekade terakhir. Dalam bidang kepegawaian (SDM), perkembangan ini semakin terasa dengan hadirnya pegawai-pegawai hasil seleksi yang cakap dan mumpuni dibidangnya.Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman saat membuka Rapat Kordinasi Bidang Kepegawaian/SDM: “Meningkatkan SDM KPU yang Profesional, Mandiri dan Berintegritas untuk Pemilu yang Berkualitas” di Karawaci Tangerang, Jumat (3/8/2018).Arief yang telah menggeluti dunia kepemiluan sejak tingkat bawah merasakan benar perkembangan SDM dilingkungan KPU ini. Jika dulu SDM KPU diisi orang-orang yang cukup bisa bekerja, saat ini sudah berkembang menjadi individu yang mampu memahami tugas dan menjaga fungsinya sebagai penyelenggara. “Maka itulah lompatan luar biasa sehingga KPU juga punya ukuran, dulu semua proses hampir bergantung pada manusia, sekarang semua terukur,” tutur Arief.Kondisi inilah yang membuat kualitas penyelenggaraan pemilu menurut Arief semakin baik. Bisa terlihat dari kacamata para pemantau asing yang dulu datang ke Indonesia untuk mengawasi proses pemilu berjalan dengan baik, maka saat ini mereka datang untuk belajar bagaimana menjalankan pemilu dengan baik. “Tren ini dijaga terus. Kalau tidak bisa dijaga maka banyak orang yang tidak percaya pemilu,” tambah Arief.Sementara itu Kepala Biro SDM KPU, Lucky Firnandy Majanto dalam penjelasannya mengatakan tujuan rakor antara lain mempersiapkan SDM KPU yang mumpuni dalam menghadapi pemilu legislatif dan presiden. “Kedua mengonsolidasikan program kerja dan kinerja bidang SDM KPU 2018,” tutur Lucky.Tujuan lainnya, membahas permasalahan dan solusi bidang kepegawaian KPU serta memperkuat pemahaman dan networking bidang kepegawaian KPU.Turut hadir dalam kesempatan ini Komisioner Pramono Ubaid Tanthowi, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Sekjen Arif Rahman Hakim, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Ade Arianto. (hupmas kpu dianR/foto: ieam/ed diR)

Populer

Belum ada data.