Berita Terkini

Pesan Ketua KPU RI untuk Komisioner KPU Kaur 2018-2023

Jakarta, kpu.go.id - Tahapan Pemilu Serentak 2019 yang telah berjalan menuntut kesiapan dan kesigapan Anggota KPU disetiap tingkatan untuk menyukseskannya. Termasuk kepada mereka yang baru dilantik setahun jelang pemungutan suara, mereka akanmenemukan tantangan tersendiri untuk segera beradaptasi sesegera mungkin melaksanakan tugasnya.“Bapak ibu sekalian harus mampu bekerja dengan baik, saya ingin menitipkan pesan agar anda selalu bekerja transparan, bekerja terbuka seluruh tahapannya, bukan hanya kerjanya tapi keseluruhan tahapannya. Kedua anda harus bekerja dengan penuh integritas, kalau benar harus dibilang benar kalau salah harus dibilang salah," ujar Arief dihadapan Anggota KPU Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu periode 2018-2023 yang dilantik di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/8/2018).Arief juga menyampaikan kepada Anggota KPU Kabupaten Kaur yang baru dilantik untuk dapat bekerja dengan menjunjung tiga nilai utama yakni transparansi, integritas dan soliditas. “Saya ingin ingatkan sebentar lagi anda akan memilih ketuanya jangan pernah berebut, ketua itu bukan siapa-siapa, dia diperintah oleh rapat pleno dan rapat pleno dimiliki anda berlima, yang jadi ketua jangan merasa paling pinter, begitu juga yang tidak jadi ketua jangan anda merasa lemah dan tidak mampu bekerja diengan baik, maka soliditas menjadi penting," lanjut Arief.Terakhir, Arief berharap Anggota yang dilantik dapat membanggakan Kaur dan Indonesia sehingga ucapan selamat akan mengalir jauh lebih besar pada lima tahun ke depan. Lima Anggota KPU Kaur dilantik berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1042/PP-06-Kpt/05/KPU/VIII/2018. Mereka antara lain, Radius, Irpanadi, Yuhardi, Meixxy Rismanto serta Sirus Legiyati. (hupmas kpu bil/foto:dosen/ed diR)

Lantik 2 Timsel Sumatera V, Arief: Tantangan Ke Depan Tak Mudah

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmk melantik dua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Provinsi Sumatera Utara V periode 2018-2023, di Ruang Sidang Utama, Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/8/2018).Dua timsel yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan KPU Nomor 1036/PP.06-Kpt/03/KPU/VIII/2018 tersebut yakni Edy Ikhsan dan Renta Morina Evita Nababan. Dalam sambutanya, Ketua KPU, Arief Budiman mengucapkan selamat kepada kedua anggota yang baru dilantik. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa usai dilantik tantangan yang akan dijalani oleh keduanya tidaklah mudah. “Tidak mudah memang tantangan, tekanan, godaan, jadi lebih banyak caciannya daripada pujiannya. Mohon diterima dengan ikhlas,” ucap Arief.Terlepas dari itu, Arief mengapresiasi kesediaan keduanya untuk menempati posisi sebagai timsel calon penyelenggara pemilu.“Terimakasih kepada kesediaan bapak dan ibu, mudah-mudahan bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari,” pungkas Arief. (hupmas kpu bil/foto: dosen/ed diR)

Datangi KPU, Timses Jokowi-Ma’ruf Lengkapi Susunan Tim Kampanye

Jakarta, kpu.go.id - Tim sukses (timses) Pasangan Bakal Calon Presiden dan Bakal Calon Wakil Presiden (Bacapres dan Bacawapres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Senin (20/8/2018) untuk melengkapi dokumen administrasi serta susunan tim kampanye nasional.Tim sukses yang diwakili delapan Sekjen dari partai politik ini diterima Ketua KPU Arief Budiman, Anggota KPU Ilham Saputra, Hasyim Asy’ari serta Pramono Ubaid Tanthowi.Dalam penjelasannya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan dokumen administrasi yang dilengkapi mengenai visi misi bakal pasangan calon yang diusungnya. Selain itu diserahkan juga susunan tim kampanye nasional yang telah dibentuk sebelumnya.Selain Hasto, Sekjen partai politik pengusung Jokowi-Ma’ruf yang hadir antara lain Arsul Sani (PPP, Johnny G Plate (NasDem), Abdul Kadir Karding (PKB), Herry Lontung Siregar (Hanura), Ahmad Rofiq (Perindo), Raja Juli Antoni (PSI) serta Verry Surya Hendrawan (PKP Indonesia). “Sementara pak Lodewijk Freidrich Paulus tidak hadir karena beliau masih ada rapat,” jelas Hasto. (hupmas kpu dosen/foto:dosen/ed diR)

Komitmen KPU Jaga Hak Pemilih Luar Negeri

Jakarta, kpu.go.id - Daftar pemilih jadi perhatian serius Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk diselesaikan. Tidak hanya di dalam negeri, pemutakhiran daftar pemilih luar negeri juga telah menjadi fokus yang terus disempurnakan.Ditemui saat menerima para pengurus Migrant Care di kantornya Senin (20/8/2019), Komisioner KPU Viryan menegaskan komitmen lembaganya untuk mendata para Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada diluar negeri untuk masuk dalam daftar pemilih. Menurut dia satu suara sangat penting untuk dipastikan hak pilihnya, oleh karena itu KPU melalui Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) terus berupaya untuk mendata para pemilih agar dapat menggunakan hak suaranya di 17 April 2019 nanti. “Kita pastikan, selama benar orangnya ada, kemudian dokumen sah kita pasti data,” ujar Viryan.Viryan mengungkapkan, tantangan pemutakhiran data pemilih diluar negeri memang beragam. Meski demikian jajarannya berupaya semaksimal dan seefektif mungkin saat mendata WNI disana. Salah satu kendala pemutakhiran pemilih yang selama ini ditemui menurut dia bagaimana paspor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kerap dipegang oleh para majikan. Salah satu jalan untuk KPU tetap bisa menjangkau mereka adalah dengan memasang iklan di media sosial. “Juga membuat akun pemilu luar negeri. Ini upaya sederhana untuk pemilu,” kata Viryan.Terkait data yang disampaikan Migrant Care, Viryan menyampaikan banyak terimakasih dan lembaganya merasa terbantu dengan hal tersebut. Menurut dia peran serta semua pihak untuk mendukung tercapainya partisipasi pemilih diluar negeri yang meningkat penting untuk dilakukan. “Saya senang teman-teman hadir karena ini bentuk partisipasi dan target kami partisipasi luar negeri bisa diatas 50 persen. Target meningkatkan partisipasi tercapai tentunya didukung oleh data pemilih akurat,” ungkap Viryan.Sementara itu Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah mengingatkan bahwa TKI yang dianggap illegal di sejumlah kasus bukan berarti dia tidak memiliki dokumen. Berkaca dari hal ini dia meminta KPU untuk jeli melihat hak pilih WNI diluar negeri agar bisa menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019 nanti.Anis juga meminta agar KPU tidak serta merta menjadikan data yang diberikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebagai patokan. Sebab menurut dia banyak di antara data yang dimiliki pemerintah bertolak belakang dengan apa yang ada dilapangan. “Seperti di Arab Saudi DPT hanya 19 ribu, padahal disana ada 1,5 juta WNI. Jadi challenge KPU, bagaimana cara mengecek,” tutup Anis. (hupmas kpu dianR/foto: bil/ed diR)

KGTC Undikas 2018 KPU Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Denpasar, kpu.go.id - Ribuan mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Bali meramaikan kegiatan KPU Goes To Campus (KGTC) yang digelar Senin (20/8/2018). KGTC bagian dari program KPU PRovinsi Bali dalam menyosialisasikan tahapan Pemilu 2019 khususnya kepada pemilih pemula.Selain dihadiri Anggota serta Sekretaris KPU Provinsi Bali, kegiatan yang bertempat di Undiknas ini juga turut mengundang Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU RI, Nur Syarifah. Perempuan yang akrab disapa Inung bahkan mengajak mahasiswa untuk turut serta menyukseskan Pemilu 2019. “Sebagai agen dalam melakukan perubahan yang lebih baik,” kata Inung. Dalam kesempatan itu Inung juga menjelaskan tentang pedoman pemilu, Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Langsung sendiri berarti tidak boleh diwakilkan, Umum berarti warga negara Indonesia berusia 17 tahun, sudah menikah dan pernah menikah dan mempunyai KTP Elektronik, Bebas berarti tidak ada tekanan hambatan menentukan pilihan, Rahasiaberarti hak pemilih untuk menjaga pilihannya sementara Jujur pada saat memilih dan Adil tanpa memaksa kehendak orang lain untuk menentukan pilihannya.Inung dalam kesempatan itu juga berharap, peran serta masyarakat dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Masyarakat bersama penyelenggara harus bisa menjaga asas pemilu yang jujur dan adil dalam setiap tahapan. “Itu yang menjadi syarat pembuktian untuk memilih. Mempunyai hak lebih sebagai warga negara menggunakan hak pilihnya,” tambah Inung.Sementara itu, selama acara berlangsung para peserta menunjukkan antusiasmenya, dengan unjuk keberanian dalam menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan. (kpu ri hera/foto; hera/ed diR)

Semangat HUT RI ke-73, Inspirasi Kerja Kepemiluan Lebih Baik

Jakarta, kpu.go.id - Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 dilingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya pembacaan Teks Proklamasi, Pancasila Pembukaan UUD 1945.Bertema “Kerja Kita, Prestasi Bangsa” upacara bendera yang dipimpin Ketua KPU Arief Budiman mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPU untuk mempedomani semangat kemerdekaan untuk bekerja lebih baik dalam menyelenggarakan Pemilihan maupun Pemilihan Umum (Pemilu).“Peringatan kemerdekaan ini harus dapat memberi inspirasi, memberi semangat bagi kita untuk melaksanakan kerja yang lebih baik,” ujar Arief di depan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan KPU yang hadir mengenakan seragam Korps Pegawai RI (Korpri), Jumat (17/8/2018).Menurut Arief menumbuh kembangkan demokrasi ditengah kehidupan yang beragam tidaklah mudah. Meski demikian kemajemukan yang ada tidak boleh membuat pelayanan kepada masyarakat berubah atau berkurang. “Pelayanan harus tetap adil kepada semuanya, karena contoh itu sudah di tunjukkan oleh pendiri bangsa, maka ikuti hal yang baik yang sudah dicontohkan kepada kita,” kata Arief.Dalam sambutannya Arief juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini sudah sepatutnya disyukuri. Karena bebas dari penjajah sama dengan terlaksananya prinsip keadilan, kesetaraan. “Jadi prinsip free and fair untuk menyelenggarakan pemilu yang baik sekarang, sesungguhnya telah di tumbuh kembangkan sekjak dulu kala,” lanjut Arief.Dalam pesannya, Arief menekankan pentingnya soliditas di antara penyelenggara pemilu baik pusat maupun daerah. Persoalan yang muncul menurut dia jangan sampai menjadi ruang perpecahan tapi justru memperkuat kerjasama di antara sesama. “Persoalan dikantor ini, yang tidak bisa diselesaikan oleh kita sendiri, jangan ada pertikaian, jangan saling menghujat, jangan saling mencela, yang ada adalah kebersamaan,” tutur Arief.Upacara diakhiri dengan nyanyian lagu-lagu nasional oleh Paduan Suara Biro Keuangan diikuti oleh seluruh peserta upacara. (hupmas kpu ieam-dianR-JAP27/foto: dosen/ed diR)

Populer

Belum ada data.