Rapim II, Kukuhkan Kembali Persiapan Pemilu 2019
Makassar, kpu.go.id – Mengukuhkan persiapan menuju Pemilu Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) II dengan 34 KPU Provinsi/KIP Aceh di Makassar Sulawesi Selatan. Rapat yang digelar tiga hari (24-26 Agustus 2018) juga menjadi bahan evaluasi atas sejumlah tahapan pemilu yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu. “Maka tema rapim kali ini adalah mengukuhkan kesiapan kita. Jadi sudah banyak kesiapan kita lakukan, kita kukuhkan supaya pelaksanaan pemilu kedepan semakin baik,” ucap Ketua KPU Arief Budiman yang hadir bersama Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tanthowi, Ilham Saputra, Hasyim Asy’ari, Viryan, Wahyu Setiawan serta Sekjen KPU Arif Rahman Hakim. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Komisi II DPR, Zainuddin Amali serta Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono. Dalam sambutannya Arief juga meminta agar jajarannya yang ikut dalam rapim segera mengomunikasikan dan menyosialisasikan kebijakan yang dihasilkan selama kegiatan rapim ini. Menurut dia tidak banyak waktu yang dimiliki jajaran penyelenggara untuk mempersiapkan pemilu yang akan digelar bersamaan antara legislatif dan presiden tersebut. “Tidak punya cukup banyak waktu karena tahun depan (tidak lebih setahun lagi) lima jenis surat suara, kotak suara, penghitungan hasil pemilu legislatif dan presiden jadi tanggungjawab kita semua,” tutur Arief. Arief juga berpesan ditengah kesibukan jajarannya, tiga prinsip tetap harus dipegang teguh, yakni bekerja transparan, integritas serta menjaga soliditas. Zainuddin Amali dalam sambutannya mengatakan bahwa rapim dapat dimanfaatkan KPU sebagai sarana menyegarkan kembali apa saja tahapan yang telah dan akan dilaksanakan menuju hari pemungutan suara. Keberhasilan menyelenggarakan tahapan yang telah ditunjukkan hingga saat ini menurut dia jangan menyurutkan fokus untuk menjalankan tahapan yang ada didepan. “Sampai hari ini tentang pendaftaran, verifikasi calon dan sekarang sudah menghasilkan DCS dan juga pendaftaran capres cawapres saya kira berjalan baik. Tetapi bukan berarti tahapan sudah baik didepan tidak ada ujian,” kata Zainuddin. Sementara itu Sumarsono optimis KPU mampu menjalankan tahapan pemilu dengan sukses sebagaimana yang telah ditunjukkan lembaga ini saat berhasil menyelenggarakan Pemilihan di 2015, 2017 dan 2018. Menurut dia adanya pergantian jajaran komisioner di 2017 juga tidak berpengaruh pada perjalanan persiapan tahapan yang ada. “Tandanya KPU tidak bergantung pada orang, tapi sistem yang berjalan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah (Otda) tersebut. Sebelumnya Kepala Biro Perencanaan KPU, Sumariyandono dalam penjelasannya mengatakan bahwa tujuan dari Rapim II adalah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pemilu 2019. Selain itu rapim juga untuk meningkatkan konsolidasi dan kordinasi internal KPU. “Selain itu mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul sehingga menghasilkan kebijakan yang berguna untuk pemilu 2019,” tutur Sumariyandono. Ketua KPU Sulawesi Selatan, Misna M Attas dalam kesempatan ini juga menyambut para peserta rapim dengan ucapan selamat datang. Selain itu yang bersangkutan juga menyuguhkan para tamu dengan hiburan tarian dan menyematkan selendang khas Sulawesi Selatan kepada para pimpinan dan tamu. Dikesempatan lain Misna juga menyempatkan diri, membacakan tulisan karya Taufik Ismail yang sempat dibacakan pada acara persiapan pelaksanaan pemilu 2004. “Semoga rapim bisa menghasilkan gagasan pemikiran baik yang sifatnya normatif maupun teknis. Karena bagi kita di KPU teknis juga sebuah substansi,” tutup Misna. (hupmas kpu Qk/foto: dianR/ed diR)