Malang, kpu.go.id – Setelah sukses penyelenggaraannya disejumlah kota di Indonesia, KPU Goes to Campus (KGTC) menyambangi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (15/10/2018). Kegiatan dikampus yang berada di Jalan Raya Tlogomas ini dipadati mahasiswa mahasiswi dari Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip).Acara dibuka dengan sambutan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmito, dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Ketua KPU RI Arief Budiman. Dalam paparannya, Arief mengingatkan kepada generasi muda pentingnya memberikan hak suaranya dalam pemilu. Pilihan yang diberikan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menentukan arah perjalanan bangsa. “Negara akan kuat karena yang dipilih adalah orang-orang yang baik untuk menjadi pemimpin. Jadi kalau mendapatkan pemimpin yang baik harus menjadi pemilih yang berdaulat,” kata Arief disambut tepuk tangan peserta.Pemilu 2019 menurut Arie juga menjadi pemilu yang luar biasa dan penting karena seluruh pemilihan kepemimpinan dilakukan dalam satu waktu. “Yaitu pemilu presiden wakil presiden, pemilihan DPR RI, pemilihan DPRD provinsi, pemilihan DPRD kabupaten/kota, pemilhan DPD,” ujar Arief.Sebelumnya Arief menerangkan kategori pemilih yang dapat memiliki hak untuk menyalurkan suaranya di pemilu. Seperti telah berusia 17 tahun atau pernah menikah, bukan anggota TNI/Polri dan terdaftar didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Maka untuk dapat menciptakan pemilih berdaulat yaitu seseorang yang sudah mempunyai syarat menjadi menjadi pemilih,” jelas Arief.Rektor UMM, Fauzan, mengapresiasi KGTC yang disebutnya mampu secara langsung menyosialisasikan pemilu kepada kaum milenial atau pemula. Dari kegiatan ini dia berharap agar mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menjadi pemilih yang bertanggung jawab.Menurut Fauzan, salah satu ciri pemilih yang bertanggung jawab sendiri adalah ketika mendapat informasi tentang kepemiluan kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat lain. “Mahasisiwa yakin akan menjadi pemilih cerdas danbertanggung berpikir universal dan memiliki pertimbangan ke depan,” tambah Fauzan. (hupmas kpu ieam/foto: ieam/ed diR)