Berita Terkini

Orientasi Tugas Penguat Kelembagaan

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar Orientasi Tugas untuk ratusan anggota dan sekretaris KPU kabupaten/kota periode 2018-2023 Gelombang IX, di Jakarta, Selasa (11/12/2018). Total ada 22 kab/kota dari 7 provinsi yang ikut terlibat dalam orientasi tugas kali ini.Hadir untuk membuka jalannya acara, Plh Ketua KPU RI, Evi Novida Ginting yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai penguatan lembaga. Menurut perempuan mantan anggota KPU Sumatera Utara (Sumut) itu pemilu yang berintegritas hadir dari penyelenggara pemilu yang juga berintegritas. Sehingga melalui orientasi tugas pemahaman nilai-nilai dasar dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara penting untuk disampaikan. “Orientasi tugas ini menjadi bagian yang penting dalam penguatan kelembagaan KPU, kita sebagai penyelenggara pemilu,” ucap Evi.Evi melanjutkan bahwa anggota KPU yang terpilih harus dapat menghargai setiap proses yang sudah dilalui, termasuk proses seleksi yang telah menggugurkan banyak orang.“Melalui orientasi ini juga kami ingin memberi makna dari seleksi yang bapak/ibu lalui. Ini menjadi momen yang penting saling terkait, oleh karena itu orientasi tugas ini berbeda dengan yang lalu karena mulai dari rekrutmen semua kewenangannya di KPU RI, tentu proses ini menjadikan hubungan antara KPU RI dan kabupaten/kota bisa kelihatan langsung, tapi undang-undang 7/2017 juga mengatur kPU kabupaten/kota bertanggung jawab ke provinsi," jelas Evi.Sebelumnya, Wakil Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPU RI, Wahyu Yudi Wijayanti menyampaikan bahwa orientasi tugas sendiri akan berlangsung selama lima hari terhitung mulai 11 hingga 15 Desember 2018. Selain penyampaian materi dari Komisioner KPU RI, nantinya kegiatan akan diisi dengan pemberian materi melalui metode BRIDGE perkelas.KPU kabupaten/kota yang ikut dalam orientasi tugas antara lain:Provinsi Aceh1. Kab. Aceh Tamiang2. Kab. Aceh BesarProvinsi Sumatera Utara1. Kab. Labuhan Batu Selatan2. Kab. Nias3. Kota Padang Sidempuang4. Kab. Asahan5. Kab. Hambang HasadutanProvinsi Jawa Barat1. Kabupaten Bekasi2. Kabupaten Bandung3. Kota Depok4. Kota BekasiProvinsi Jawa Tengah1. Kabupaten. Brebes2. Kab. Pemalang3. Kab. Jepara4. Kab. BatangProvinsi Sulawesi Tengah1. Kab. Morowali Utara2. Kab. MorowaliProvinsi Sulawesi Tenggara 1. Kab. Buton Tengah2. Kab. Buton Selatan3. Konawe Kepulawan4. Kab. Muna BaratProvinsi Bangka BelitungKab. Bangka(hupmas kpu ri bil/foto: ieam/ed diR)

Guru PKN Pandeglang Tambah Ilmu Kepemiluan Lewat Audiensi dengan KPU

Jakarta, kpu.go.id - Sebanyak 30 Guru yang tergabung dalam Kelompok Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Pandeglang, Jawa Barat mengunjungi Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Gedung KPU, Jakarta, Senin (10/12/2018).Para guru yang terbiasa mengajarkan ilmu kepemiluan di sekolah ini datang untuk memperdalam pemahamannya lewat audiensi. Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU RI, Supriatna memang menjelaskan informasi yang berkaitan dengan kepemiluan khususnya tahapan dan jadwal yang perlu diketahui masyarakat jelang Pemilu 2019.Penyampaian informasi pun berlangsung interaktif dua arah. Mulai dari jumlah partai politik peserta pemilu 2019, syarat memilih di TPS, jumlah kursi DPR, sejarah penyelenggaraan pemilu, sampai persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2019."Untuk penetapan DPS kan pertama kita ada pemilihan dulu, nah dari situ untuk DPS diambil dari pemilihan terakhir. Kalau di Pandeglang itu pemilihan Gubernur ya (yang terakhir), kemudian disinkronkan munculah DPT. Nah DPT ini ada perubahan-perubahan juga ada yang belum masuk dan sebagainya,” papar Supriatna saat menjawab pertanyaan perbedaan data DPS dan DPT.KPU berharap melalui kegiatan ini para guru yang hadir dapat menjadi agen sosialisasi yang dapat menyebarkan informasi dan pemahaman kepada murid dan orang-orang di sekitarnya. (hupmas kpu ri bil/foto: dosen/ed diR)

Serunya KGTC KPU RI Sambangi Universitas Andalas

Padang, kpu.go.id - Jelang hari pemungutan suara Pemilu 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terus menggencarkan sosialisasi dan pendidikan pemilih ke sejumlah lembaga pendidikan yang ada di Tanah Air. Seperti yang dilakukan pada Minggu (9/12/2018), KPU RI menyambangi Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) untuk memberikan informasi kepemiluan kepada civitas akademika.Kegiatan KPU Goes to Campus (KGTC) bertema “Ada Apa dengan Pemilu 2019” ini turut menghadirkan Anggota KPU RI Viryan, Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat Gebril Daulai, Izwaryani, Yanuk Sri Mulyani, Dekan Unand Alfan Miko, serta rombongan dari bagian bina partisipasi masyarakat.Viryan dalam paparan awalnya menekankan pentingnya Pemilu 2019 karena selain diselenggarakan serentak masyarakat juga diberikan kesempatan memilih pemimpin di lima tingkatan mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR, DPD serta presiden dan wakil presiden.Banyaknya surat suara yang akan terlibat dalam pemilu nanti mendorong KPU menurut Viryan untuk menyosialisasikannya kepada masyarakat. Khususnya pemilih pemula yang baru pertama kali memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “KGTC ini merupakan salah satu cara kami untuk melakukan sosialisasi dan melibatkan para pemilih pemula dalam pemilu 2019 mendatang,” tutur Viryan.Viryan dalam kesempatan itu juga menjelaskan tentang pedoman pemilu langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil (luber jurdil). Serta kategori masyarakatyang telah memiliki hak untuk menyalurkan suaranya di pemilu yakni telah berusia 17 tahun, sudah menikah, mempunyai KTP Elektronik (KTP-el) serta terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Data pemilih dapat diakses di kantor desa/ kelurahan atau dapat dilakukan secara daring (online) sidalih3.kpu.go.id atau aplikasi mobile di playstore KPU RI Pemilu 2019. “Di DPT online sudah menyediakan informasi lokasi TPS untuk setiap pemilih,” tambah Viryan.Sementara itu Alfan Miko, mengucapkan terima kasih kepada KPU RI, KPU Provinsi Sumbar yang telah memilih kampusnya menjadi tempat sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi mahasiswa. Dia juga berharap apa yang sudah disampaikan para narasumber bisa terserap oleh para mahasiswa dan menjadi bekal untuk menjadi pemilih yang cerdas di Pemilu 2019 mendatang. Acara KGTC ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama narasumber serta imbauan untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu, 17 April 2019 nanti. (hupmas kpu ri james/ foto: james/ed diR)

Antusiasnya Mahasiswa Unsrat Hadiri Diskusi Kepemiluan KPU RI

Manado, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menyosialisasikan tahapan pemilu kepada pemilih pemula dan muda dilingkungan kampus. Kali ini kegiatan yang disertai pendidikan pemilih menyapa mahasiswa-mahasiswi di Gedung B Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (7/12/2018). Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Unsrat Flora Kalalo. Dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan Anggota KPU RI, Viryan serta Dosen Program Studi Tata Kelola Pemilu Pasca Sarjana Unsrat Ferry Daud Liando, dimoderatori praktisi hukum Toar Palilingan.Viryan sendiri mengawali kata pembukaan diskusinya dengan mengajak kepada para civitas akademika untuk memeriksakan kembali hak pilihnya di pemilu nanti.  Dikesempatan itu mantan anggota KPU Kalimantan Barat juga mengenalkan aplikasi mobile "KPU RI Pemilu 2019" yang bisa digunakan untuk mengecek status pemilih. Untuk memeriahkan acara, peserta diskusi yang telah mengunduh aplikasi dan terdaftar sebagai pemilih diberikan suvenir berupa jaket hingga boneka maskot Pemilu 2019 Sang Sura.Untuk diketahui saat ini tim teknis KPU RI tengah menyiapkan fitur tambahan dalam aplikasi tersebut berupa daftar calon se-Indonesia yang berisi riwayat hidup, visi misi, informasi dapil dan sebagainya. Dengan tambahan fitur tersebut diharapkan selain bisa mengecek status apakah pemilih sudah terdaftar, juga bisa membantu memberikan informasi akurat mengenai calon yang akan dipilih nanti. "Dengan begitu diharapkan partisipasi pemilih akan meningkat," tambah Viryan.Viryan dikesempatan yang sama juga mengingatkan generasi muda bahwa pemilu adalah ajang penting menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan. Dia juga mengajak agar pemilih pemula menjadi pemilih cerdas yang kritis dan tidak mudah menyimpulkan suatu kondisi. "Akhirnya mereka memilih golput. Pemikiran seperti itu harus diubah. Kedepankan sikap secara positif, artinya jangan langsung menyimpulkan kalau pemilu ke depan tidak ada calon pemimpin yang baik. Cermati dulu satu persatu calon yang akan dipilih," tutur Viryan.Sementara itu Ferry Daud Liando bersyukur dengan tingginya antusias mahasiswanya datang ke acara diskusi kepemiluan ini. Tingginya animo generasi muda ini  membuktikan bahwa mereka merupakan pejuang-pejuang demokrasi. (hupmas kpu ich/foto: saka/ed diR)

KPU Tepis Keraguan DPR Soal Penyerapan Anggaran dan Kotak Suara

Jakarta, kpu.go.id - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi II DPR, Bawaslu, dan Pemerintah masih terus berlanjut dengan pendalaman dari anggota dewan.Lewat sesi pendalaman atas laporan kesiapan Pemilu 2019 yang disampaikan KPU, beberapa anggota lantas mempertanyakan penyerapan anggaran KPU yang sampai saat ini dilaporkan baru mencapai 56,32 persen.“Mengapa sampai saat ini penyerapan rendah memang ada realisasi anggaran, jadi nanti kalau realisasi ini sudah di SP2D bisa mencapai 67,2 persen, kemudian beberapa anggaran tidak digunakan sesuai data awal misalnya verifikasi parpol diawal direncanakan 73 parpol tapi kenyataannya yang mendaftar hanya 27 partai," jelas Arief di Ruang Rapat (RR) Komisi II DPR, Jakarta, Kamis (6/12/2018).Selain soal anggaran, urusan logistik pemilu 2019 juga menjadi sorotan, pasalnya sejumlah Anggota Dewan meragukan kekuatan dari kotak suara transparan yang saat ini tengah di produksi KPU.“Kotak suara berbahan karton kedap air bukan hal baru ini sudah digunakan untuk 3 kali pemilihan di 2015, 2017, dan 2018 dan dalam beberapa kali simulasi saya menampilkan gambar kotak dan itu insyaallah kuat. Nah kotak ini termasuk bilik ketika didistribusikan dalam keadaan dibungkus plastik jadi sepanjang dia belum dibuka dia aman. Jadi ketebalan dan kerekatan sudah kita ukur,” tandas Arief. (hupmas kpu ri bil/foto: dosen/ed diR)

Sampaikan Laporan di RDP, Arief: KPU Siap Laksanakan Pemilu 2019

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan laporan kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2019 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama, Bawaslu, Komisi II DPR dan Pemerintah di Ruang Rapat (RR) Komisi II, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/12/2018).Dalam laporan tersebut, KPU tegas menyatakan bahwa Pemilu Serentak, Rabu 17 April 2019 telah siap dilaksanakan. Kesiapan tersebut mengacu pada persiapan yang telah dilakukan KPU mulai dari persiapan logistik pemilu, Daftar Pemilih Tetap (DPT), kampanye, dana kampanye, penyerapan anggaran lembaga sampai persiapan pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi suara."KPU sudah menerima laporan dana kampanye dari peserta pemilu yang nanti di bagian akhirnya KPU akan melakukan audit. Sedangkan untuk persiapan tungsura dan rekapitulasi, sebagaimana dilaporkan RDP sebelumnya KPU sudah melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara terakhir KPU melakukan simulasi rekapitulasi tingkat kecamatan di Gedebage, Bandung," jelas Arief."Seluruh tahapan masih berjalan termasuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang lain, jadi KPU siap untuk melaksanakan pemilu 2019," tegas Arief.Sementara itu, dalam kesempatan ini juga KPU diagendakan mengonsultasikan sejumlah Peraturan KPU (PKPU) mulai dari PKPU Pemungutan dan Penghitungan Suara, Rekapitulasi, Penetapan Hasil dan Calon Terpilih serta PKPU revisi. (hupmas kpu ri bil/foto: dosen/ed diR)

Populer

Belum ada data.