Berita Terkini

Tingkat Partisipasi 78,04%, Ferry : Pertahankan Prestasi Tersebut

Pangandaran, kpu.go.id- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, ferry Kurnia Rizkiyansyah mengingatkan jajarannya di KPU Kabupaten Pangandaran untuk selalu mengedepankan integritas dan profesionalitas dan independensi pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015. Menurut Ferry, sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), Pangandaran bisa disetarakan dengan daerah lainnya bahkan melebihi untuk keberhasilan sebagai penyelenggara. Salah satu indikator adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat disana yang mencapai 78,04% pada Pilkada ini.“Kawan-kawan di Pangandaran telah membuktikan hasil kerja nya dengan pencapaian partisipasi masyarakat 78,04%,” ungkap Ferry. Ferry menerangkan, tingkat partisipasi di Pangandaran di tengarai tertinggi di Provinsi Jawa Barat dan bahkan relatif tinggi secara Nasional, namun semua terjawab saat nanti semua daerah selesai melakukan penghitungan resmi di tingkatannya. Menurutnya hasil tersebut patut diberikan apresiasi mengingat banyaknya keraguan dan dinamika yang terjadi pada proses tahapan Pilkada di Kabupaten Pangandaran. Mulai dari penilaiannya sebagai daerah baru yang belum lama terbentuk sampai dengan dinamika yang timbul saat seleksi komisioner di wilayah tersebut."Ini (KPU Kabupaten Pangandaran-red)) patut di apresiasi, mengingat banyaknya dinamika yang terjadi pada proses tahapan di Pangandaran,"jelasnya, bahkan sempat terjadi keraguan terhadap penyelenggara, tapi itu semua tertepis saat melihat kinerja mereka saat ini, imbuhnya.Oleh karenanya Ferry mengharapkan, kepada KPU Pangandaran untuk tetap menjaga integritas dan profesionalitas semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada disana.Profesionalitas dan integritas dimaksud, yakni dengan melakukan penempatan SDM yang ada sesuai dengan keahliannya serta tidak memandang darimana pegawai itu berasal, mengingat dari 29 orang SDM yang ada, hanya 4 orang yang merupakan pegawai asli KPU."Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal serius yang perlu di perhatikan, jangan pernah memisahkan mana organik KPU (pegawai asli) dengan yang bukan, sebab saat seseorang sudah masuk ke dalam KPU maka semua harus mempunyai visi dan misi yang sama," terang nya.Selain itu, ia pun menegaskan, agar tiap personil yang ada di KPU Pangandaran untuk memiliki kompetensi dasar mengenai siklus maupun dinamika kepemiluan yang sama. "Saya berharap semua yang ada disini mempunyai kompetensi yang sama mengenai kepemiluan, mulai dari komisioner sampai dengan office boy," ujar FerrySedangkan, ketua KPU Kabupaten Pangandaran Wiyono Budi Santoso membenarkan hal tersebut, banyak pihak yang sempat meragukan kompetensi maupun kapabilitas penyelenggara, akan tetapi tidak membuatnya berkecil hati, sebab hal tersebut akan dijadikannya sebagai penyemangat dirinya, hingga proses akhir dari pilkada ini yang akan menjawabnya."Banyak yang menanyakan tentang kapabilitas kami dan terkait dengan pertanyaan tersebut, Kami hanya berkata bahwa kami akan menjawabnya dengan kinerja kami," ungkap Wiyono.           Sampai saat ini proses scan C1 di kabupaten pangandaran sudah 100%, kabupaten dengan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 308.663 jiwa yang tersebar pada 672 TPS di 10 kecamatan, tinggal menyisakan 2 kecamatan lagi untuk proses penghitungan manual di tingkat kecamatan menggunakan aplikasi Sistem Penghitungan Suara (SITUNG) dan diperkirakan selesai hari ini (Sabtu, 12/12).Selain melakukan pemantauan di Kabupaten Pangandaran, Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang juga mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat juga menyempatkan diri memantau wilayah Karawang Barat, Karawang Timur, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya.Hasil pemantauan secara keseluruhan, daerah di Provinsi Jawa Barat relatif lebih baik, meskipun di beberapa daerah seperti Kabupaten Cianjur ditemui beberapa kendala, meski demikian Ferry berharap segala masalah yang terjadi dapat diselesaikan pada tingkatannya sehingga tidak perlu harus naik ke tingkatan di atasnya.“Dari hasil pantauan saya, Jawa Barat pada umumnya relatif lebih baik, saya berharap segala dinamika yang muncul dapat diselesaikan di tingkatannya, apabila hal tersebut terkait soal rekapitulasi maka bisa diselesaikan saat pleno rekpitulasi di kecamatan, sehingga tidak perlu menunggu naik sampai kabupaten/kota,” tutup Ferry.(shr/dam.FOTO.HumasKPU/dam)Pantau Pilkada Kabupaten Pangandaran melalui aplikasi SITUNG disini

Ferry Pantau Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

Karawang, kpu.go.id- Pasca dilakukannya pemungutan suara pada 9 desember, 264 daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan dan jadwal Pilkada, tanggal 10 – 16 Desember  ini mulai memasuki proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan.Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, turun ke lapangan,tepatnya di Kabupaten Karawang, guna memastikan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan berjalan sesuai dengan tahapan dan aturan yang berlaku. Seperti diketahui, pada Pilkada 2015 proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak dilakukan di Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan, tetapi langsung di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).Kecamatan yang menjadi target mantan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat ini meliputi Karawang Barat dan Timur. Dalam tinjauannya, pelaksanaan di dua kecamatan berjalan secara aman, lancar dan kondusif. Proses rekapitulasi juga dihadiri oleh saksi dari pasangan calon dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).Pada kesempatan yang sama, Ferry juga memantau langsung proses pindai formulir hasil penghitungan Suara di TPS (Form C1) dan input data yang bertempat di Kantor KPU Kabupaten Karawang, Jl. By pass Tanjung Pura. Hasil dari pindai tersebut dapat dilihat langsung oleh masyarakat secara on-line dengan alamat https://pilkada2015.kpu.go.id. KPU RI mempunyai tekat untuk menyelenggarakan Pilkada yang transparan dan akuntabel dengan menampilkan seluruh hasil penghitungan suara di TPS."Pastikan aktifitas pindai dan input hasil form C1 sesuai dengan SOP yang ada," ujar Ferry dihadapan petugas operator Sistem Informasi Penghitungan (Situng).Sementara itu, menurut keterangan komisioner KPU Kabupaten Karawang  Divisi Teknis Pemilu, Asep Sugiarto, hingga  siang ini  proses pindai formulir C1 sudah mencapai lebih dari 70 persen."Dari total 2.628 TPS, 2.000 lebih form C1 berhasil kami scan (pindai-red), kami berharap malam ini bisa mencapai keseluruhan TPS, sehingga hasilnya dapat diketahui oleh masyarakat," jelas Asep.Ia mengaku, dari 30 kecamatan yang terdapat di wilayah Kabupaten Karawang, sebanyak 6 kecamatan telah selesai melakukan proses rekapitulasi pada Kamis (10/11) kemarin. Sedangkan untuk 24 kecamatan sisanya, rekapitulasi dilakukan hari ini."Sampai saat ini belum ada kejadian khusus. Saya juga berharap proses ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta dapat selesai sesuai dengan tahapan yang ada" harapnya.Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten yang merupakan sentra penghasil beras ini diikuti oleh enam pasangan calon (paslon), diantaranya, paslon Nace Permana - Hj. Yenih, Paslon Akhmad Marzuki-Dedy Suwandi Gumelar, paslon Cellica Nurrachadiana - Ahmad Zamakhsari, paslon Daday Hudaya-Edy Yusuf HS, paslon Nanan Taryana-Asep Agustian, serta paslon Saan Mustopa-Iman Soemantri. (ook/red. FOTO: ook/humas)

Ida Budhiati : Pilkada Damai Perkuat Demokrasi

Semarang, kpu.go.id - Komisoner KPU RI, Ida Budiati mengatakan rendahnya potensi konflik pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Semarang menjadi salah satu indikasi dari semakin menguatnya demokrasi di kota itu.“Pilkada di Semarang sejauh ini berjalan lancar. Tidak ada persoalan berarti. Dari mulai tahapan pemutakahiran, tahapan pencalonan, tahapan kampanye sampai dengan pemungutan suara di Kota Semarang berjalan dinamis,” ujar Ida Budhiati ketika melakukan monitoring pencoblosan yang sedang berlangsung di Kota Semarang.Ida juga menambahkan, Pilkada serentak pertama kali ini dapat dijadikan momentum dalam memperkuat kualitas demokrasi bagi masyarakat Kota Semarang, yang memiliki tingkat keberagaman etnis dan agama cukup tinggi.“Di Semarang, ada kampung pecinan yang warganya banyak etnis Tionghoa dan etnis Arab. Mereka memeluk agama yang berbeda-beda. Semuanya ikut mencoblos, tanpa mempertimbangkan perbedaan itu,” kata Ida Budhiati.Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, juga mengakui mayoritas warga kota Semarang telah menggunakan hak pilihnya dengan baik pada pelaksanaan pilkada tahun ini dengan santun dan tertib.Ketua KPU Kota Semarang, telah melakukan berbagai sosialisasi untuk mensukseskan pilkada damai. Termasuk dengan ketiga pasangan calon. Ia berharap tiga pasangan calon di Kota Semarang dapat menghargai rekapitulasi hasil pilkada dengan tidak memoblisasi massa.“Dari pertemuan tatap muka saja, KPU menghitung telah melakukan sebanyak 340 kali pertemuan bersama masyarakat dan tiga pasangan calon. Kemudian kita juga memaksimalkan iklan di media cetak dan elektronik, sosialisasi lewat pengajian keagaaman yang skalanya besar,” kata dia.Hingga Jum’at ini (11/12), rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan (PPK) terus berlangsung. KPU Kota Semarang, memastikan semua rekap di tingkat Kecamatan selesai hari ini, Jum’at (11/12). (ism/red. FOTO KPU/ism/Hupmas)

Pelantikan Sekretaris KPU Provinsi Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan

Jakarta, kpu.go.id – Arif Rahman Hakim, Sekretaris Jenderal KPU, Jumat (11/12) melantik dua nama untuk menjadi Sekretaris KPU Provinsi di dua daerah. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Utama KPU. Dalam Pidato pelantikan, Arif mengatakan bahwa proses pelantikan ini telah didahului oleh serangkaian proses rekrutmen dan seleksi terbuka yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian hingga menghasilkan pejabat eselon II terbaik di tiap daerah.“Ini sudah pilihan pansel, pilihan pleno komisioner dan pilihan Baperjakat” ujar Arif.    Nama yang dilantik ialah Firman, SH., M.Si yang berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor 681/Kpts/Setjen/Tahun 2015 dilantik sebagai Sekretaris KPU Provinsi Sumatera Barat dan Drs. Basuki, MH yang dilantik sebagai Sekretaris KPU Provinsi Kalimantan Selatan dengan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor 682/Kpts/Setjen/Tahun 2015.Arif Rahman Hakim mengingatkan bahwa sebagai pemegang tanggung jawab sebagai Pembina kepegawaian, Sekretaris KPU Provinsi diharapkan dapat memrioritaskan apabila terdapat permasalahan terkait sumber daya manusia. Telah adanya tunjungan kinerja yang diterima oleh pegawai KPU di tiap tingkatan diharapkan dapat menjadi salah satu pemicu agar SDM KPU semakin kompetitif. Diakhir pidato Arif berpesan agar Sekretaris KPU Provinsi yang baru ddilantik, dapat bekerja sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan pada saat pelantikan. (ftq/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

KPU Ingin Pertahankan Asas Transparan Dalam Pilkada

Jakarta, kpu.go.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hadar Hafis Gumay dalam diskusi antara KPU dengan peserta Election Visit Program (EVP) 2015 mengungkapkan bahwa asas transparan yang diusung oleh KPU ingin terus dipertahankan untuk menciptakan ruang kontrol yang lebih luas, Rabu (9/12).“Proses yang terbuka ini memang ingin kita (KPU) terus pertahankan. Kami terus ingin membuat lebih banyak lagi, bisa dilihat, dan lebih cepat lagi. Kami meyakini keterbukaan itu penting, tidak hanya banyak pihak yang ikut terlibat tetapi juga merasa memiliki, sehingga bisa membuat ruang kontrol terhadap apa yang kami kerjakan,” tutur Hadar.Dalam diskusi tersebut, Election Commision of Malaysia (EC) menilai pelaksanaan penghitungan suara pemilihan kepada daerah (pilkada) Negara Indonesia berlangsung dengan transparan. Berbeda dengan Negara Malaysia yang tertutup tanpa pelibatan pihak luar.“Kalau di Malaysia, penghitungannya berlangsung tertutup. Sangat rahasia. Kita melakukannya di ruangan tertutup, semua jendela dan pintu ditutup, petugas kepolisian berjaga-jaga diluar pintu, dan tidak ada pers, sedangkan di sini terlihat transparan, inklusif, dan partisipatif,” ucap Komisioner EC.Menyaksikan proses pilkada Indonesia yang transparan, komisioner EC itu mengaku akan mengadopsi sistem penghitungan suara yang berlangsung terbuka.“Jadi kami harus meniru yang berlangsung di Indonesia. Harus terlihat dan terbuka, dilihat oleh masyarakat, sehingga EC menjadi terbuka, dan kita bisa meraih kepercayaan publik,” katanya.Hadar mengatakan, forum diskusi penyelenggara pemilu antar negara itu merupakan inisiasi KPU sebagai wadah untuk bertukar pengalaman dan sistem pemilihan yang menjadi patron masing-masing negara peserta.“Sebetulnya ini adalah ide dari acara ini, sehingga kita (penyelenggara pemilu antar negara) bisa saling belajar proses demokrasi di tiap-tiap negara,” ujar dia.Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Singosari, Hotel Borobudur, Jakarta itu Hadar juga mengatakan bahwa proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan akan berlangung selama 7 (Tujuh) hari. Dari tanggal 10 Desember hingga 16 Desember 2015.“Besok barulah hasil dari setiap TPS ini direkap di level kecamatan. Selama 1 (Satu) minggu, dari 10 (Desember) besok, sampai 16 (Desember). Kecamatan yang jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) nya sedikit akan selesai dalam 1 sampai 2 hari, tapi daerah yang jumlah TPS  nya banyak mungkin akan selesai 5 sampai 7 hari,” urai Hadar.Dari 264 daerah yang menggelar pilkada, Hadar mengatakan bahwa proses pemungutan dan penghitungan suara di daerah berlangsung lancar tanpa persoalan yang menonjol. “Hasil komunikasi kami dengan KPU-KPU di daerah, mereka mengatakan hari ini lancar,” lanjut Hadar.Hadar berharap tren positif tersebut berlangsung hingga KPU menetapkan hasil Pilkada serentak Tahun 2015. “Mudah-mudahan hasilnya akan terus baik sampai kami (KPU) bisa menetapkan hasil pilkadanya,” tambahnya. (rap/red. FOTO KPU/Hupmas)

Ketua KPU Gunakan Hak Pilih di Pilgub Sumatera Barat

Padang, kpu, go, id—Ketua KPU RI Husni Kamil Manik menggunakan hak pilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat di TPS 6 Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Husni terdaftar di urutan 1 dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut.Usai menggunakan hak pilih, Husni kepada awak media menyampaikan laporan dari sejumlah daerah di Indonesia, penyelenggaraan pilkada serentak 2015 berjalan lancar. “Sampai saat ini pelaksanaan pilkada lancar. Laporan dari sejumlah daerah belum ada yang pemungutan suaranya ditunda,” terang Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, Rabu (9/12).Husni mengatakan pada pilkada serentak 2015, hasil pemungutan dan penghitungan suaranya dapat diketahui publik dengan cepat. “Dalam waktu dua sampai tiga jam setelah pemungutan dan penghitungan suara selesai, masyarakat sudah dapat mengetahui hasilnya dalam bentuk scan C1 melalui portal situng pilkada,” ujarnya.Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen mengatakan secara umum pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Sumatera Barat berjalan lancar. Kekhawatiran akan kondisi cuaca seperti sehari sebelum pemilihan dimana sebagian besar wilayah Sumatera Barat diguyur hujan, tidak terjadi pada hari pemilihan. Hingga penutupan TPS pada pukul 13.00 WIB, kondisi cuaca cukup baik. “Kita sudah turunkan tim monitoring ke sejumlah daerah. Pantauan tim di daerah, penyelenggaraan pilkada berjalan sesuai aturan,” ujarnya.Sejumlah warga di Kota Padang yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur mengapresiasi kinerja anggota KPPS. Zikri Ihsan, warga Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah yang menggunakan hak pilih di TPS 8 mengatakan anggota KPPS di TPS menyambut warga yang datang dengan rumah. “Kinerja anggota KPPS cukup baik. Mereka ramah dan menyambut pemilih yang datang ke TPS dengan baik,” ujarnya.Selain itu, anggota KPPS dapat menjelaskan dengan baik kepada pemilih tata cara penggunaan hak pilih. “Mereka memahami dengan baik teknis pemungutan dan penghitungan suara. Itu berarti bimbingan teknis yang dilakukan oleh KPU kepada penyelenggara di bawah dapat mereka pahami dengan baik. Pemilih mendapat informasi yang lengkap ketika akan menggunakan hak pilih di TPS,” ujarnya.Sementara warga lainnya, Yulhendri yang tinggal di Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji dan menggunakan hak pilih di TPS 15 mengatakan pilkada serentak 2015 lebih damai baik bagi kandidat maupun bagi pemilih. “Dengan adanya fasilitasi kampanye oleh KPU, suasana pilkada menjadi lebih damai. Sekarang tidak ada lagi perang baliho dan spanduk. Kandidat lebih fokus pada kampanye pertemuan tertutup dan pertemua tatap muka,” ujarnya. (*)

Populer

Belum ada data.