Suara Pemilih Pemula Tentukan Jadi atau Tidaknya Pemimpin
Surabaya,kpu.go.id -Pemilih pemula adalah generasi yang akan memberikan konstribusi besar untuk perubahan, dimana mereka akan memberikan suaranya pada pemilu mendatang. Tercatat, hampir sekitar 20 juta pemilih pemula yang menjadi 'ladang' bagi konstestan pemilu yang akan datang, suara pemilih pemula menentukan pemimpin yang akan terpilih dalam pemiluHal itu dikatakan oleh Arief Budiman saat menghadiri undangan sebagai tamu undangan, sekaligus pemberi motivasi dengan topik pembahasan “Pentingnya Peran Pemilih Pemula dalam Keberlangsungan Demokrasi di Indonesia” dalam acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) orientasi siswa baru tahun ajaran 2016 – 2017 pada hari Selasa (19/7) di SMA Negeri 9 Surabaya, Jawa Timur.Arief Budiman, yang merupakan tamatan SMAN 9 Surabaya tahun 1993 ini hadir memberikan motivasi, dan kiat-kiat menjadi sukses di masa yang akan datang. Kepada siswa baru Arief mengatakan, jadikan tahun ini sebagai momen kebangkitan SMAN 9 Surabaya.“Jangan mau kalah dengan SMA-SMA lain, terbukti banyak alumnus dari sekolah ini yang menjadi orang sukses seperti Muhammad Nuh mantan Menteri Pendidikan Nasional, Wakil Walikota Surabaya Wisnu Buana Sakti, dan ada yang menjadi komisioner KPU di Kota Surabaya dan KPU RI”, demikian katanya.Ia berpesan, jika ingin sukses maka harus banyak belajar, lalu mengisi masa remaja dengan prestasi, kuasai bahasa Inggris, juga selama menjadi siswa harus mengikuti program pertukaran pelajar dan program-program lain yang bisa banyak meraih prestasi di sekolah. Kiat sukses yang lain adalah jangan hanya dengan duduk manis di sekolah, tapi harus jadi siswa aktif, dan jangan bolos sekolah. “Anda bisa tanya kepada siswa berprestasi itu, kalau habis pulang sekolah, pastinya mengikuti kegiatan lain yang positif agar bisa menambah pengalaman, kalau anda mau ke luar negeri harus bisa menguasai bahasa Inggris, kegagalan bukan mengakhri segalanya tapi harus manjadi cambuk untuk meraih prestasi lain”, tandasnya.Dalam kesempatan tersebut Arief Budiman menjelaskan bahwa pemilu merupakan sarana untuk memilih pemimpin misalnya presiden, gubernur, walikota, bupati, anggota DPR, DPD, DPRD. Mereka tidak bisa muncul sendiri tanpa adanya pemilu. Syarat-syarat pemilih dalam pemilu, diantaranya adalah harus berusia 17 tahun, atau sudah menikah, atau pernah menikah dan terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Di sekolah kalau ingin tahu proses pemilihan bisa menyelengarakan pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), mekanismenya sama dengan pemilu. Kalau mau memilih ketua OSIS harus lewat pemilu supaya transparan, jujur, adil, jadi bukan karena suka atau tidak suka dengan calonnya, dan bukan juga karena dekat dengan guru atau jauh dengan guru tapi karena calonnya harus punya visi dan misi yang bagus, maka pilihlah yang punya visi dan misi yang bagus.Testimoni siswa Annisa Nadhifa R; “Setelah mengikuti acara ini tentunya sangat berguna bagi saya generasi muda, pemilih yang baru, selama ini kita melihat sebatas hanya orang tua saja yang masuk ke bilik habis itu memilih, nggak tau poin-poinnya kenapa harus memilih, memilih yang benar itu seperti apa, setelah mengikuti acara ini jadi tahu dan jadi bermanfaat pentingnya pendidikan pemilih dan jadi pingin tahu kenapa kita dulu tahunya tidak boleh milih karena masalah kedewasaan, sekarang jadi tahu setelah mengikuti acara ini”.Ajie Ilham Ramadhan, “Kesan saya setelah mendapat pencerahan dari Pak Arief Budiman tadi sangat berguna bagi anak muda jaman sekarang, karena kami yang sebentar lagi akan menjadi pemilih, yang masih baru tentunya membutuhkan ilmu dan pengetahuan tentang pemilihan umum tersebut. Serta dalam acara ini sangat bermanfaat bagi kami yang menjadi pemilih baru dan ilmu yang didapatkan dari Bapak Arief tadi itu dapat menekan angka golput yang kemarin saya lihat sendiri waktu di pemilihan peresiden tahun 2014 yang lalu itu angka golputnya meningkat dari pemilu sebelumnya” (IBN/ADI-red)