Berita Terkini

Paham SIPPP Hindari Sengketa Pencalonan

Kuta, kpu.go.id – Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP) pada penelitian administrasi dan verifikasi faktual syarat dukungan calon DPD 2019 gelombang III resmi dibuka Minggu (25/3/2018) malam.Sebanyak 362 peserta Bimtek, yang terdiri dari anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)/KIP Aceh dan operator yang membidangi hukum di 12 provinsi, 169 kabupaten/kota  hadir pada acara yang digelar selama tiga hari di Kuta Bali tersebut. Hadir Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner Hasyim Asy’ari, Viryan, Kepala Biro Hukum Sigit Joyowardono, jajaran Komisioner KPU Bali, Ketua I Dewa Kade Wiarsa Sandi, Ni Wayan Widhiastini, I Wayan Jondra, Kadek Wirati.Arief dalam sambutannya mengajak agar para peserta bimtek SIPPP dapat menggunakan kesempatan ini untuk mendapat ilmu sebanyaknya tentang proses pencalonan perseorangan. Dia mengingatkan pada tahap ini, potensi putusan akan disengketakan jauh lebih banyak ketimbang pada waktu KPU melakukan verifikasi pada tahap lain, semisal pada penetapan partai politik calon peserta pemilu beberapa waktu lalu. “Maka teman-teman harus hati-hati, pahami betul bukan hanya yang umum tapi juga yang khusus,” ujar Arief di Hotel Anvaya Kuta semalam.Arief menganalogikan, apabila pada proses verifikasi parpol jumlah sengketa yang dialamatkan kepada KPU jumlahnya bisa dihitung dengan jari, namun ketika pencalonan perseorangan jumlahnya bisa jauh lebih banyak bahkan melebihi apa yang diperkirakan. “Seperti 2014, Sultra itu kalau tidak salah sampai 68 calon DPD, bayangkan kalau dari jumlah itu hanya 4 yang lolos, maka punya kemungkinan 64 orang akan menyengketakan anda,” tutur Arief.Oleh karena itu Arief juga meminta agar para peserta bimtek SIPPP gelombang III membagikan kembali ilmu yang didapatnya kepada teman penyelenggara didaerah masing-masing. Dengan cara ini maka jajaran penyelenggara daerah bisa menghindari munculnya sengketa atau dapat menghadapinya dengan baik. “Jadi bukan hanya divisi hukum saja yang paham, semua penyelenggara harus paham tugas dan fungsi bagian lainnya,” tambah Arief.Komisioner KPU lainnya, Hasyim Asy’ari menambahkan bahwa SIPPP, selain memudahkan calon perseorangan juga bermanfaat bagi penyelenggara. Salah satunya SIPPP menurut dia bisa menganalisis kegandaan ketika proses penginputan dukungan. “Kalau ada kegandaan maka akan dihitung berdasarkan kegandaanya,” ucap Hasyim.Hasyim juga mengingatkan bahwa proses pencalonan perseorangan sejatinya sama dengan proses pendaftaran parpol atau calon perseoragan pada pilkada. Hanya saja pada pencalonan DPD ini SIPPP bisa memperkuat proses.Hasyim juga meminta peserta bimtek SIPPP memaksimalkan kesempatan yang ada ini untuk menggali ilmu tentang pendaftaran calon perseorangan.Sebelumnya Kepala Biro Hukum KPU Sigit Joyowardono menyampaikan empat materi yang akan diterima para peserta dihari kedua bimtek. Yakni penyampaian draft PKPU tentang penyerahan syarat dukungan dan persebaran calon perseorangan, mekanisme penentuan sampel dan proyeksi, mekanisme penyampaian formulir serta pembagian kelas antara komisioner dengan operator. ”Bagaimana konsep pengisian formulir, sampel, sampai nanti simulasi,” jelas Joyo.Sementara itu Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Sandi, menceritakan pengalaman jajarannya mengikuti bimtek SIPPP pada gelombang sebelumnya. KPU Bali sendiri telah menuntaskan bimtek SIPPP di Kendari 20-22 Maret silam. “Banyak hal penting dan baru yang perlu dicermati,” ucap Dewa.Seperti kemudahan dalam proses pencalonan perseorangan hingga mendapatkan pemahaman tentang mengoperasionalkan SIPPP dengan baik dan benar. “Pesan kepada rekan-rekan untuk mengikuti bimtek dengan sebaik-baiknya dan tidak ada kendala dalam mengoperasionalkannya,” tutup Dewa. (hupmas QK-dianR/FOTO QK-dianR/ed diR)

Tantangan PPLN Suriah Mendata Pemilih Didaerah Perang

Damaskus, kpu.go.id - Pelantikan dan pengambilan sumpah Anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Suriah untuk Pemilu 2019, diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Suriah, Minggu (25/3/2018), pukul 09:30 waktu setempat. Pelantikan disaksikan langsung Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, di Aula KBRI Damaskus.Tiga orang anggota PPLN Suriah yang dilantik dan diambil sumpahnya, antara lain Priyanto Mawardi (Ketua), Amiruddin Thamrin (anggota), Syarifuddin Zuhri (anggota). Pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh anggota PPLN dan Anggota Sekretariat yang akan membantu PPLN dalam pelaksanaan tugasnya, yaitu Bambang Setyadi Fidyantoro (Sekretaris), Ahlidin Jamaluddin (Pelaksana), serta Riswandi Akhiruddin (Pelaksana).Dalam sambutannya, Djoko Harjanto mengucapkan selamat kepada PPLN dan Sekretariat yang telah dilantik.  Dia menjelaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah ini, didasarkan pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 112/PP.05-Kpt/01/KPU/III/2018, tertanggal 6 Maret 2018. Dia juga berharap seluruh anggota PPLN dan sekretariat dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, teliti, bersih, jujur, dan adil.Lebih lanjut Harjanto menekankan pentingnya Pemilu 2019 untuk memantapkan keberlanjutan demokrasi dan menjamin hak pilih rakyat. Mengingat, Pemilu Presiden, DPR, DPD, serta DPRD, untuk pertama kalinya, akan dilakukan secara serentak pada tanggal 17 April 2019.Pelantikan dan pengambilan sumpah PPLN ini merupakan awal dari teknis persiapan Pemilu. PPLN yang berada di bawah naungan KBRI Damaskus diharapkan akan bekerja keras agar partisipasi pemilih WNI dapat dimaksimalkan, mengingat situasi Suriah hingga saat ini masih belum normal sepenuhnya. PPLN juga diharapkan dapat membuat terobosan-terobosan agar bisa menjangkau seluruh WNI yang berada di luar ibukota Damaskus, seperti Provinsi Lattakia, Homs maupun wilayah Suriah lainnya yang memungkinkan untuk dijangkau.Acara pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung tertib dan khidmat, serta dihadiri seluruh home staff, lokal staff, serta rohaniwan Islam. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat, foto bersama serta dilanjutkan dengan ramah tamah. (ppln suriah/ed diR)

Kegiatan Outbond Bangun Keakraban dan Sinergitas PPLN

Bogor, kpu.go.id - Hari kedua pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) diselingi dengan kegiatan outbound bagi para peserta. Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk membangun keakraban dan sinergitas antar anggota pokja PPLN yang akan bertugas menyukseskan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.Turut serta dalam kegiatan outboud Anggota KPU Ilham Saputra, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim, jajaran sekretariat KPU RI dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu).Sebagaimana diketahui akan mulai bekerja mendata para pemilih di luar negeri yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2 juta orang. Para pemilih ini diketahui tersebar di 130 negara dan lintas benua. Terkait PPLN sendiri, Kedutaan Besar RI (KBRI) dan Konsul Jenderal RI (KJRI) disejumlah negara mulai telah melantik kepengurusan dan sekretariat, seperti PPLN Kuala Lumpur (Malaysia), Penang (Malaysia), Singapura, Vientiane (Laos) Tashkent (Uzbekistan) hingga Cape Town (Afrika Selatan).Siang hari para peserta melanjutkan aktivitas dengan mengikuti kegiatan pendalaman modul PPLN yang terbagi kepada tiga kelas antara lain membahas modul Perencanaan Program dan Kegiatan, Modul Tata Kerja PPLN, Modul Sosialisasi Pemilu di Luar Negeri, Modul Sosialisasi Pemilu di Luar Negeri, Modul Penyusunan Anggaran dan Pertanggungjawaban Keuangan, dan Modul Pemutakhiran Data Pemilih dan Sidalih Luar Negeri. (hupmas kpu irul/ario/FOTO April/ed diR)

Asyiknya Murid SDI Al Azhar 2 Pasar Minggu Belajar Pemilu

Jakarta, kpu.go.id-Banyak cara dilakukan untuk mengajarkan anak tentang dunia kepemiluan di Tanah Air. Salah satunya dengan menyambangi Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang berada di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol Jakarta. Seperti yang dilakukan rombongan murid kelas IV dari Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Azhar 2 Pasar Minggu, Kamis (22/3) pagi, mereka sengaja datang untuk mempelajari sejarah kepemiluan di Indonesia serta tata cara menjadi pemilih dan memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ditemani Kepala Subbagian Partisipasi Masyarakat wilayah I, II Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakati, Asep Hanan serta Rika Selviana murid-murid nampak asyik mempelajari pemilu di Indonesia yang dimulai pada 1955. Dalam penjelasannya Rika memastikan KPU selalu merespon baik permintaan kunjungan dari sekolah-sekolah. Termasuk dari SDI Al-Azhar 2 Pasar Minggu yang menurut dia sangat baik bagi siswa-siswi dalam upaya mengenalkan KPU, serta pemilu di Indonesia. “Selain itu siswa-siswi juga mendapat nilai-nilai dasar kepemiluan dan tahapannya serta demokrasi secara umum,” kata Rika di Ruang Media Center KPU. Senada, Ketua Rombongan SDI Al-Azhar 2 Pasar Minggu sekaligus Wakil Kepala Sekolah, Widji Nastiti berterima kasih dengan sambutan dari KPU kepada siswa dan siswi sekolahnya sehingga memberikan pengalaman langsung mengenai proses pemilu di Indonesia. Dia berharap dengan kunjungan ini, siswa-siswinya kelak dapat menjadi warga negara yang sadar akan hak pilihnya di pemilu dengan terlebih dahulu mengetahui sejarah dan tata cara pemilu yang pernah ada di Indonesia. “Dan kunjungan ini tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman bagi anak-anak kelas IV ini agar dapat merasakan langsung bagaimana proses pemilihan umum itu berlangsung,” kata Widji.      Selain mendapatkan pengenalan tentang materi kepemiluan siswa-siswi juga diajak untuk ikut serta dalam simulasi proses pemilu, dimana masing-masing siswa berperan sebagai pemilih dan penyelenggara pemilu. Mereka juga melakukan tata cara pemberian suara di TPS, dan bagi yang bertugas sebagai penyelenggara melakukan pemungutan hingga pencatatan hasil suara. (Hupmas KPU dosen /FOTO dosen/ed diR)

Pilih Berdasarkan Visi, Misi dan Program Calon

Kuta, kpu.go.id - Bangsa Indonesia dalam dua tahun ini akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, legislatif dan presiden dan wakil presiden. Pilkada 2018 akan memilih pemimpin di 171 daerah sementara Pemilu 2019 akan memilih calon legislatif (DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota) dan presiden serta wakil presiden. Kedua proses pemilihan yang akan berlangsung serentak ini menjadi sarana bagi masyarakat menentukan pemimpin terbaik lima tahun mendatang. Banyak perspektif yang digunakan masyarakat untuk menentukan calon pemimpinnya, namun dari sekian banyak perspektif itu, pemilih sebaiknya menentukan calon pemimpin berdasarkan visi, misi dan program pasangan calon. "Pemilihan serentak untuk memilih visi misi dan program pasangan calon," kata Komisioner KPU Viryan saat menjadi pembicara diskusi Rakernis Fungsi Lalu Lintas dan Launching Implementasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan 2018, di Hotel Discovery Kartika Plaza Hotel Kamis (22/3/2018). Turut hadir dalam kesempatan itu anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.Pada acara yang berlangsung Rabu (21-23 Maret 2018) ini, Viryan juga mengingatkan masyarakat bahwa suatu proses pemilihan bukanlah untuk memilih orang berdasarkan kesamaan suku, agama atau kelompok. Baiknya masyarakat menurut dia mulai memahami arti dari proses pemilihan ini. (hupmas dianR/ed diR) 

Pahami Materi, Peserta Bimtek SIPP II Jalani Simulasi

Kendari, kpu.go.id – Usai mendapat materi seputar Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP), para peserta bimbingan teknis (bimtek) gelombang II mengikuti kegiatan simulasi. Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang merupakan anggota serta operator Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi dan kabupaten/kota ini kemudian mendapat peran sebagai penyelenggara maupun calon perseorangan atau calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).Laiknya situasi sebenarnya, mereka yang berperan sebagai calon Anggota DPD kemudian menyerahkan syarat pencalonan berupa fotokopi KTP dan daftar dukungan berdasarkan persebaran minimal 50 persen di kabupaten/kota. Peserta yang berperan sebagai penyelenggara pemilu pun kemudian memeriksa kelengkapan syarat sekaligus melakukan penelitian administrasi.  Apabila hasil pemeriksaan memutuskan lengkap dan memenuhi syarat, maka penyelenggara pemilu melanjutkan proses ke tahap verifikasi faktual guna memastikan kebenaran data yang diberikan. Namun, jika persyaratan dinyatakan belum lengkap, maka dokumen dikembalikan untuk kemudian dilengkapi. Dalam simulasi yang digelar di Hotel Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/3/2018) ini juga diperagakan ada calon perseorangan (DPD) yang tidak terima syarat pencalonannya dinyatakan belum lengkap. Bahkan untuk memunculkan situasi seperti sesungguhnya, disisipkan skenario seolah ada provokasi yang dilakukan oleh calon anggota perseorangan kepada penyelenggara. Namun hal itu tidak berhasil dilakukan sebab KPU tetap bersikap profesional menghadapi situasi ini dengan mengedepankan penjelasan yang lengkap dan terang kepada calon. Sehingga proses penyerahan dukungan bisa kembali normal. (hupmas bili/FOTO ieam/ed diR)

Populer

Belum ada data.