Berita Terkini

Semangat Fitri untuk Sukesnya Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Jakarta, kpu.go.id – Semangat kembali suci (fitrah) pasca Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H jadi momentum bagi penyelenggara pemilu untuk terus menjaga motivasi dan soliditasnya dalam bekerja. Ditengah padatnya jadwal tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kedua hal tersebut yang dapat menjadi bekal suksesnya dua hajatan besar tersebut. "Kita harus terus termotivasi dan menjaga soliditas kita untuk dapat menjalankan pilkada dan pemilu semakin baik. Kita harus termotivasi karena negara telah memberikan segalanya kepada kita meskipun sering kali kita bekerja overtime," ujar Ketua KPU Arief Budiman saat membuka acara Halal bil Halal di Gedung KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta Senin (25/6/2018).Arief mengingatkan tantangan dua penyelenggaraan pesta demokrasi tidaklah kecil. Dan melalui soliditas dan menjaga motivasi kerja dia optimis segala rintangan didepan dapat teratasi dengan baik. "Soliditas ini menjadi kunci sehingga tantangan-tangan tersebut dapat dihadapi dan diselesaikan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu," tutur Arief. Diluar itu, seperti yang telah disampaikan selama ini, Arief kembali mengingatkan tentang pentingnya integritas dan transparansi dalam bekerja. “Saya ingin semua memahami regulasi dengan benar. Yang salah dikatakan salah dan yang benar dikatakan benar. Jangan pernah membela kepentingan pihak-pihak tertentu. Jalankan sesuai peraturan-peraturan dan regulasi,” pungkasnya. (hupmas kpu yosara/foto: yosara/ed diR)

KPU lantik Tujuh Anggota Timsel Gelombang V

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali menggelar pelantikan terhadap tujuh Anggota Tim Seleksi (timsel) Gelombang V, di Ruang Sidang KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta Minggu (24/6/2018). Pelantikan timsel dari empat provinsi (Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Papua) ini untuk menjaring calon anggota KPU kabupaten/kota.Dalam sambutannya, Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan terimakasih kepada tujuh anggota timsel yang telah bersedia meluangkan waktunya menjaring hingga menyeleksi kandidat yang akan ikut dalam proses rekrutmen nanti. Menurut dia posisi timsel strategis untuk memastikan calon anggota KPU adalah kandidat yang berkompeten menjadi penyelenggara pemilu. “Ini tentu jadi tugas berat ditengah tugas dan kesibukan sehari-hari kami berharap bapak/ibu tidak hanya mencari calon yang siap bekerja tapi juga berintegritas,” ucap Arief yang hadir didampingi Anggota KPU lainnya, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, Viryan, Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid Tanthowi serta Evi Novida Ginting.Khusus untuk syarat integritas, Arief menekankan hal ini sebab menentukan percaya tidaknya masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu yang tengah berlangsung. Menurut dia, sikap tegas perlu dilakukan apabila menemukan ada calon yang terindikasi bermasalah integritasnya. “Kalau masih ada bau-bau tidak berintegritas maka akan menyulitkan semua dan potensi dipermasalahkan dikemudian hari,” tambah Arief.Di akhir sambutan, Arief berharap agar upaya menghadirkan para penyelenggara pemilu berkualitas disetiap tingkatan bisa terlaksana. “Kami tumpukan kepada bapak/ibu mudah-mudahan amanah bisa dijalankan dengan baik. Orang-orang terpilih bisa menjalankan tugas yang kami sampaikan,” tutup Arief.Berikut nama-nama Anggota Timsel Gelombang V:1.       Shofhan Ahmadi Nasution (Timsel 2 Prov Sumut)2.       Mara Samin Lubis (Timsel 3 Prov Sumut)3.       Muksana Pasaribu (Timsel 3 Prov Sumut)4.       Adenan (Timsel 5 Prov Sumut)5.       Andreas Pandiangan (Timsel 2 Prov Jateng)6.       Merlin Sentia Selfia Rumaikewy (Timsel 1 Prov Papua)7.       Rahmat Sudjana (Timsel 3 Prov Jabar)(hupmas kpu dianR/foto: ieam/ed diR)

Lantik 162 Anggota KPU Kab/Kota, Arief: Jaga Team Work

Jakarta, kpu.go.id – Pesan penting disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat melantik 162 Anggota KPU Kabupaten/Kota dari Provinsi DKI Jakarta, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat serta Gorontalo, di Gedung KPU RI Jalan Imam Bonjol Jakarta, Minggu (24/6/2018).Pada momen penting itu Arief yang hadir didampingi Anggota KPU lainnya, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, Viryan, Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid Tanthowi Evi Novida Ginting serta Sekjen KPU Arif Rahman Hakim, mengingatkan tentang pentingnya membangunteam work (kerjasama tim) selama menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu. “Ketika ikut seleksi (sebagai calon anggota KPU) boleh ada persaingan, tapi setelah dilantik maka yang ada team work,” ujar Arief.Menurut Arief team work bisa berjalan salah satunya jika semua yang ada didalam tim bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lainnya. Tidak bekerja hanya mengandalkan satu dua orang tetapi bekerja secara bersama untuk tujuan lembaga. “Kerjasama team work saling melengkapi itu penting. Sekarang anda jadi satu kesatuan, saling kerjasama,” tandas Arief.Arief juga menekankan pentingnya saling menghargai satu sama lain selama menjabat sebagai anggota KPU. Anggota yang dilantik berasal dari sosok lama (incumbent) dan baru, keduanya harus bisa saling melengkapi dan seirama dalam bekerja. “Tidak boleh ada yang merasa lebih pintar dan lebih baik dari yang lain. Yang lama belum tentu paling pintar begitu juga yang baru. Anda juga harus saling menjaga baik dalam pekerjaan hingga kesehatan,” lanjut Arief.Lain dari itu, yang penting ditekankan juga terkait integritas sebagai penyelenggara yang menurut Arief tidak dapat ditawar. “Jangan bela-belain yang kanan karena yang kiri pasti akan menyerang dan mempermasalahkan. Oleh karenanya bekerja saja yang lurus, kerja yang benar,” tutup Arief. (hupmas kpu dianR/foto: ieam/ed diR)

Jamin Transparansi, Rekrutmen Calon Anggota KPU Gunakan CAT

Jakarta, kpu.go.id - Usai resmi dilantik, 112 Tim Seleksi (Timsel) Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota periode 2018-2023 diberikan pembekalan oleh Komisioner-Komisioner KPU RI.Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menyampaikan dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terdapat perubahan pola rekruitmen dari aturan sebelumnya, dimana melalui undang-undang tersebut rekruitmen berlaku berdasarkan beberapa zona.Selain itu, untuk menjamin pola rekruitmen yang berkualitas, KPU terus berupaya mengevaluasi sistem yang digunakan. Ia memastikan dengan sistem komputerisasi yang kini mulai diberlakukan maka proses rekruitmen dapat berjalan dengan lebih transparan."Untuk menjamin rekrutmen ini mampu hasilkan anggota kpu provinsi kabupaten/kota dengan standar memadai, maka kita gunakan test tertulis dengan komputerisasi, test tertulis nanti menggunakan CAT langsung diranking, ini transparansi KPU untuk menjamin rekruitmen ini bersih terbuka dan berkeadilan," tegas Wahyu dalam pembukaan pembekalan di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).Dengan sistem komputerisasi yang semakin modern tersebut, potensi penyalahgunaan kehendak oleh oknum timsel pun dapat diminimalisir.Terakhir, Wahyu berharap timsel dapat menghindari intervensi politik lokal yang bisa saja muncul selama menjabat."Kita juga minta dibantu agar rekruitmen bisa menghindari intervensi politik lokal," tandasnya. (hupmas kpu bili/foto: JAP/ed diR)

112 Timsel Dilantik, Arief Sampaikan Kriteria Wajib Calon Anggota KPU

Jakarta, kpu.go.id - Sebanyak 112 Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota resmi menjabat usai menjalani prosesi pelantikan di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).Acara pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua KPU, Arief Budiman dan Komisioner KPU, Hasyim Asyari, Ilham Saputra, Evi Novida Ginting, Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan serta Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim.Berjalan dengan lancar, prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Surat Keputusan Nomor 504/PP.06-KPP/05/KPU/VI/2018, pengambilan sumpah jabatan, pembacaan pakta integritas, sampai pemberian ucapan selamat.Dalam sambutannya, Arief mengapresiasi semangat timsel yang mau bergabung sekaligus berkontribusi dalam suksesnya kepemiluan di Indonesia, apalagi dengan beban kerja yang tidak mudah."Kami berahap kepada bapak ibu sekalian untuk memilih yang bukan hanya paham pemilu tapi juga berintegritas.Kedua, kami berharap bapak ibu dapat merekruit Anggota KPU yang siap kerja, jadi kalau ditanya anda paham nggak, nggak paham ya out duluan," ucap Arief.Sambungnya, Arief menyampaikan kriteria lain yang juga tidak kalah penting yakni kemampuan anggota KPU dalam beradaptasi dan membangun teamwork."Jadi kalau di KPU, hari ini kita perintahkan a besok bisa jadi b, karena perundang-undnagan berubah, dan dia nggak boleh mengeluh, jadi ketahanan fisik dan mental harus mampu beradaptasi," lanjutnya.Terakhir, mantan Anggota KPU Jawa Timur itu berharap kepada kepada timsel yang baru dilantik untuk dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik mungkin. (hupmas kpu bili/foto: JAP/ed diR)

KPU RI Tetapkan DPS Nasional 185 Juta

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, resmi menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu 2019 sebesar 185.098.281 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 92.547.103 orang dan pemilih perempuan 92.551.178 orang. Penetapan DPS dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka DPS di Hotel Borobudur Jakarta Sabtu (23/6/2018).Dalam kesempatan itu KPU juga mengumumkan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) sebanyak 1.281.597 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki 666.160 orang dan pemilih perempuan 615.437 orang. Rapat pleno terbuka ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah dalam hal ini Kemendagri Dirjen Dukcapil, Kemenlu, Ketua Pokja Luar Negeri, Kemenkumham, Badan Pengawas Pemilu, DKPP, KPU Provinsi seluruh Indonesia, Perwakilan Partai Politik dan lembaga Swadaya Masyarakat serta pihak yang terkait.Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan penetapan hasil rekapitulasi DPS untuk tingkat nasional ini adalah tindak lanjut dari hasil rekapitulasi DPS ditingkat kabupaten/kota serta provinsi. "Jadi sekarang direkap ditingkat nasional," ujar Arief. Arief menjelaskan, penetapan DPS dan DPSLN ini akan menjadi acuan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan ditetapkan selanjutnya. Melalui penetapan ini dia juga berharap dapat segera disebarluaskan kepada masyarakat. "Dan masyarakat juga diminta turut aktif untuk mengecek namanya kebenarannya DPS dan DPSLN," imbau Arief. Sementara itu anggota KPU Viryan menjelaskan mekanisme Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPS dan DPSLN, dimanahasil rekapitulasi DPS mulai Provinsi Aceh sampai dengan Papua Barat dibaca secara bergiliran oleh anggota KPU. Khusus DPS untuk Provinsi Papua, yang terdiri dari jumlah kabupaten/kota seluruhnya 29, menurut Viryan hingga saat rapat berlangsung baru ada 25 kab/kota yabg telah direkapitulasi. "Sehingga dapat kami laporakan sementara ini baru 25 kabupaten/kota, masih ada empat yang penetapan DPS-nya belum selesai," tutur Viryan. Keempat kabupaten/kota di Provinsi Papua yang belum selesai antara lain Kabupaten Mimika, Kabupaten mambramo Tengah, Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Intan Jaya. DPS dari empat kabupaten/kota ini selanjutnya menurut Viryan apabila sudah selesai penetapan dimasing-masing  kabupaten/kota akan segera diplenokan oleh Provinsi Papua. "Penetapan DPS lengkap dengan 29 kabupaten/kota dan selanjutnya akan ditindaklanjuti di tingkat nasional, akan kita gelar pleno kembali," tutup Viryan. Hasil rekapitulasi DPS nasional jumlah kabupaten/kota 510, jumlah kecamatan 7131, jumlah kelurahan dan desa 82.707, jumlah PPS 799.855, jumlah pemilih laki-laki 92.547.103 dan jumlah pemilih perempuan 92.551.178, total jumlah pemilih laki-laki dan perempuan 185.098.281.Hasil rekapitulasi DPSLN Pemilu 2019, jumlah 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), jumlah TPS sebanyak 338, jumlah kotak suara keliling (KSK) sebanyak 461, jumlah titik pos sebanyak 154, jumlah total pemilih 1.281.597 orang, dengan rincian jumlah pemilih laki-laki 666.160 dan jumlah pemilih perempuan 615.437 orang.Secara keseluruhan pembacaan hasil rekapitulasi DPS dan DPSLN pada rapat pleno terbuka hari ini dapat diterima oleh para partai politik. (hupmas kpu dosen/foto: dosen/ed diR) 

Populer

Belum ada data.