Berita Terkini

Games Kepemiluan di Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Kota Tangerang

Tangerang, kpu.go.id - Banyak cara bisa dilakukan untuk menyosialisasikan tahapan dan informasi pemilu kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan sejumlah staf KPU RI, KPU Provinsi Banten dan KPU Kota Tangerang, memilih permainan (games), sebagai sarana untuk menguji dan mengukur kemampuan dan pengetahuan masyarakat tentang pemilu. Bertempat di Alun-alun Kota Tangerang Minggu (11/11/2018), games dibuat hanya dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab dengan tepat oleh warga. Pertanyaannya pun sederhana dan mudah untuk dijawab, mulai dari tahapan pemilu, jenis pemilihan pada pemilu hingga jumlah surat suara yang akan dipergunakan pada Pemilu 2019 nanti. Sempat juga ditanyakan kepada warga mekanisme pindah memilih dan berapa surat suara yang diterimanya nanti. Semua pertanyaan tersebut apabila dijawab dengan benar maka diganjar dengan hadiah menarik, mulai dari kaos, jaket hingga boneka. Meski demikian bagi mereka yang tidak mampu menjawab tetap diberikan pemahaman dan suvenir. Antusias masyarakat sudah nampak sejak stan pertama kali dibuka pukul 07.00 WIB. Kesibukan warga yang tengah berolahraga sejenak ditinggal, untuk menjawab soal yang disampaikan. Suasana semakin ramai, karena dilokasi juga tengah berlangsung Karnaval Budaya yang dipentaskan oleh sejumlah elemen warga serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada dilingkungan Kota Tangerang.Hadir dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih, Wakil Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU RI Supriatna serta Kepala Bagian PAW dan Pengisian Anggota DPR KPU RI, Saukani. (hupmas kpu dianR/foto: dianR/ed diR)

Nilai Pahlawan Hari Ini, Berkarakter Berprestasi Di Bidangnya

Jakarta, kpu.go.id - Semangat patriotisme terasa di Upacara Peringatan Hari Pahlawan di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sabtu (10/11/2018). Peserta upacara berseragam Korpri dibangkitkan rasa nasionalismenya oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekjen KPU RI Nanang Priyatna yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Pada pesannya, Nanang yang membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos), mengawali provokasi menggelorakan semangat kepahlawanan dengan mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan setiap tahun bertujuan meningkatkan nilai pahlawan dihati sanubari bangsa. Tidak hanya itu peringatan Hari Pahlawan juga bukan semata acara seremonial belaka tapi memiliki sarat makna. ”Bukan hanya prosesi tapi subtansi nilai kepahlawanan di kehidupan sehari-hari,” kata Nanang di Halaman Kantor KPU RI.Pria sehari-hari menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan ini mengingatkan bahwa tema Hari Pahlawan 2018 “Semangat Pahlawan Di Dadaku” harus dipupuk dan ditingkatkan. Terlebih semangat kepahlawanan ini mudah berubah jika tidak dijaga.Nanang mengatakan bahwa bangsa Indonesia juga terus membutuhkan sosok pahlawan baru yang hadir disetiap lini kehidupan berbangsa bernegara. Pahlawan yang hadir dengan jiwa patriotisme berkarakter dan berkemampuan dibidangnya. “Indonesia juga butuh pahlawan dari pemuda yang berpikiran global yang mampu menjadikan Indonesia diperhitungkan di industri 4.0,” tutur Nanang.Di akhir pidato Nanang mengatakan bahwa perjuangan memang ada kata akhir tapi nilai kepahlawanan terus berkelanjutan seiring dengan kebutuhan dan perkembangan bangsa. “Setiap perjuangan estafet ke perjuangan lainnya. Seperti hari ini semangat Hari Pahlawan bisa ditransformasikan untuk mengentaskan kemiskinan,” pungkas Nanang.Hadir dalam upacara ini, sejumlah pejabat eselon II, staf di lingkungan Setjen KPU Ri. Upacara Peringatan Hari Pahlawan di lingkungan KPU sendiri diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan mengheningkan cipta,  pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945 serta pembacaan Pesan Perjuangan. (tim hupmas kpu ri/foto: ieam/ed diR)

Yayu Tutup Rakor Tata Kelola Arsip

Jakarta, kpu.go.id - Kegiatan Rakor Tata Kelola Dokumen Arsip Pemilu di lingkungan KPU RI dan KPU Provinsi/KIP Aceh resmi ditutup Kepala Biro Umum Yayu Yuliani di Jakarta, Kamis (8/11/2018).Yayu menyampaikan termakasih atas kerjasama dan materi yang telah disampaikan narasumber mendukung suksesnya kegiatan ini. Dia juga berharap kunjungan ke Kantor Pusat Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di hari kedua bermanfaat bagi semua peserta rakor, meningkatkan semangat, motivasi dan menjadi inspirasi bagi semua.Menurut Yayu peran KPU sebagaimana amanat Undang-undang (UU) Nomor: 7 Tahun 2017 adalah memelihara arsip dokumen pemilu. Dan semua arsip tersebut akan diserahkan ke ANRI untuk disimpan dan dipermanenkan. (hupmas kpu James /foto: James/ed diR)

ANRI Beri Tips Kelola Arsip Bagi Peserta Rakor

Jakarta, kpu.go.id - Kegiataan Rapat Koordinasi dan Tata Kelola Dokumen Arsip Pemilu di Lingkungan KPU RI dan KPU Provinsi/KIP Aceh hari kedua dimulai dengan materi Strategi Pengelolaan Arsip Pemilu yang dibawakan oleh Yaya Daryan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (8/11/2018).Dalam pemaparannya, Yaya memberikan penjelasan mendalam hal yang diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 43 Tahun 2009 meliputi pengertian arsip; SKN, SIKN, JIKN; penyusutan arsip; jadwal retensi arsip (JRA); arsiparis; pengadaan; pengelolaan arsip (dinamis dan statis); pengeloaan arsip perguruan tinggi; autentikasi arsip; peran serta masyatakat; sanksi atas pelanggaran (administrasi dan pidana)Dijelaskan oleh yaya, bahwa penyelenggaraan kearsipan dibagi menjadi tiga bagian diantaranya penetapan kebijakan, pembinaan kearsipan, pengelolaan arsip. Dan untuk pemaparan kali ini dia mengaku hanya fokus pada pengelolaan arsip saja. “Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang di buat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ucap Yaya.Dia juga menyampaikan bahwa untuk arsip untuk lembaga seperti KPU maka dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu pertama arsip substantif (arsip pemilu) dan kedua arsip fasilitatif (arsip kepegawaian, keuangan, kehumasan dan lainnya). Adapun arsip pemilu bisa dikatakan sebagai hasil dari tahapan penyelenggraan pemilihan umum.Dia mencontohkan arsip pemilu seperti hasil pemilihan anggota DPR, DPD,DPRD, presiden dan wakil presiden,serta kepala daerah dan wakil kepaladaerah. “Ini merupakan salah satu jenis jenis arsip pemilu,” kata Yaya.Diakhir paparannya, Yaya memberikan tips kepada peserta rakor bagaimana mengelola arsip, mulai dari pendekatan daur hidup (life cyle of records)hingga pendekatan arsip berkelanjutan (records continuum). (hupmas kpu ri james/foto: james/ed diR)

Ikuti KGTS Siswa SMAN73 Jakarta Interaktif

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkesempatan singgah di SMAN 73 Jakarta Utara, untuk bersosialisasi dan memberikan pendidikan pemilih Kamis (8/11/2018). Berkolaborasi dengan jajaran Anggota KPU Kota Jakarta Utara dan staf, kegiatan bertema KPU Goes to School (KGTS) ini berlangsung seru dan mengasyikkan. Terlihat dari respon siswa-siswi yang hadir aktif dan interaktif selama mengikuti rangkaian acara yang difasilitasi langsung Komisioner KPU RI Viryan.KGTS SMAN 73 Jakarta jadi sekolah kesekian kali yang didatangi oleh tim sosialisasi dan pendidikan pemilih KPU. Sama dengan KGTS sebelumnya, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan serta kesadaran kepada pemilih pemula untuk aktif terlibat dalam setiap tahapan pemilu. Mereka juga harus menjadi pemilih cerdas, memberikan hak suaranya kepada calon yang diyakini setelah memahami latar belakang calon yang ada.“Karena menjadi pemilih milenial harus melek politik. Jangan bilang satu suara itu tidak penting, salah. Justru dibanyak kesempatan hasil pemilihan maupun pemilu itu ditentukan oleh satu suara,” kata Viryan yang didengarkan secara serius oleh siswa-siswi yang hadir.Tak hanya menerangkan tentang pentingnya partisipasi pemilih pemula di Pemilu 2019, sebelum itu, Viryan yang juga alumni SMAN 73 juga menjelaskan kepada siswa-siswi makna dari keserentakan pemilu nanti. Berbeda dengan daerah lain, khusus untuk Provinsi DKI Jakarta, maka hanya akan ada empat surat suara yang akan digunakan pemilih di TPS. Keempatnya terdiri dari surat suara untuk pemilihan DPR, DPRD provinsi, DPD serta pemilihan presiden dan wakil presiden.Diakhir paparannya, Viryan pun mengajak semua siswa-siswi untuk mengecek hak pilihnya di 2019 melalui ponsel pintarnya masing-masing- Kegiatan pengecekan ini berlangsung menarik dan seru para siswa-siswi berlomba untuk jadi yang pertama melakukan pengecekan hak pilihnya setelah mantan Anggota KPU Kalimantan Barat itu menyediakan souvenir kepemiluan menarik bagi mereka yang berpartisipasi didalamnya.Hadir dalam kegiatan ini Ketua KPU Jakarta Utara Arif Budianto serta Yulis Sulistiawati. (hupmas kpu dianR/foto: dianR/ed diR)

FGD Bahas Ketatnya Kontestasi dan Ancaman Konflik

Yogyakarta, kpu.go.id - Penyampaian materi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) gelombang ketiga di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan pembicara Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim.Gaffar dalam materi FGD-nya menyoroti beberapa hal terkait ketatnya kontestasi di pemilihan serentak lalu serta potensi konflik di yang terjadi ditiga proses pemilihan 2015-2018. Dia mengatakan disetiap pemilihan selalu ada daerah yang dikhawatirkan terjadi konflik dan potensi konflik tersebut berasal dari berbagai sebab.Dilanjutkan Gaffar, sebab konflik tersebut antara lain akibat kurangnya sosialisasi perundang-undangan hingga mengakibatkan perbedaan persepsi. Kedua akibat petahana yang mencalonkan diri kembali dan menggunakan kekuatan sumberdaya (aparat sipil negara) yang dimilikinya untuk memenangkan kontestasi, hingga yang ketiga, kesengajaan ASN untuk ikut terlibat pemenangan proses pemilihan serentak. “Kesengajaan itu terutama terkait dengan pola-pola dana sosial tingkat lokal, itu hanya contoh saja dari 9 hal pokok yang bisa menimbulkan konflik,” tutur Gaffar.Acara pun diselingi tanya jawab dari peserta FGD atas paparan yang telah disampaikan. (hupmas kpu dosen/foto: dosen/ed diR)

Populer

Belum ada data.