Berita Terkini

RPP Nasional Linear dengan Target Partisipasi Pemilih Pemula

Yogyakarta, kpu.go.id – Berdirinya Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional sejalan dengan upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Indonesia. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU), Arief Budiman melalui RPP Nasional diharapkan minat pemilih pemula tentang dunia kepemiluan bisa meningkat.Sebab menurut dia  pemilih pemula adalah bagian penting dalam suksesnya proses demokrasi, di mana dalam beberapa tahun ke depan mereka lah yang menentukan jalannya pesta demokrasi itu sendiri.“Sebetulnya di tempat ini kami fokus kepada pemilih pemula, kenapa itu penting, karena kalau pemilih pemula paham pentingnya pemilu maka lima tahun mendatang mereka bisa jadi agen tersendiri buat kita, agen sosialisasi, agen pemberi informasi kepada masyarakat,” ungkap Arief usai peresmian RPP nasional, di Gedung Kotak Lantai 2, Taman Pintar, Yogyakarta, Rabu (2/5/2018).Menurut Arief apabila pemilih pemula tidak mendapat perhatian serius maka pemilu ke depan bisa saja gagal dikarenakan kurangnya minat pemilih dalam menggunakan hak suaranya. "Pemilu lima tahun mendatang bisa gagal karena pemilih pemulanya tidak tertarik, tidak peduli kepada pemilu, jadi keberhasilan hari ini adalah keberhasilan untuk lima tahun yang akan datang," tegasnya.Kendati demikian, penerima Penghargaan Tokoh Nasional Berprestasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu yakin melalui RPP yang dibangun di Taman Pintar ini dapat menarik kunjungan pemilih pemula. Apalagi lokasinya yang menyatu dengan zona-zona lain yang dikhususkan untuk anak dan remaja. (hupmas kpu/Bil/Foto: Ieam/ed diR)

RPP Nasional Ajak Pengunjung Rasakan Proses Pemilu

Yogyakarta, kpu.go.id - Rumah Pintar Pemilu (RPP) nasional kini hadir di Gedung Kotak Lantai 2, Taman Pintar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (2/5/2018). Melalui Zona Demokrasi dan Pemilu ini, masyarakat dapat menggali lebih jauh tentang proses demokrasi dan kepemiluan secara lengkap dan merasakan langsung suasana dari proses yang hanya dilakukan lima tahun sekali.Di RPP nasional DIY sendiri ada 4 ruangan yang bisa dikunjungi, mulai dari Ruang Tunggu, Audio Visual, Simulasi dan Pameran. Disetiap ruangan memuat informasi yang berbeda, seperti Ruang Tunggu, masyarakat dapat mengetahui tata cara pemungutan suara, proses pemilu dan peta 498 TPSLN yang tersebar di 130 negara.Di Ruang Audio Visual terdapat LED 65 inch yang rutin menayangkan film serta animasi yang memuat informasi kepemiluan. Termasuk jingle baru Pemilu 2019 berjudul 'Pemilih Berdaulat Negara Indonesia Kuat' yang dinyanyikan eks vokalis Band Cokelat, Kikan.Sementara di Ruang Simulasi pengunjung yang hobi selfie atau foto-foto disediakan contoh Tempat Pemungutan Suara (TPS) beserta miniatur Petugas TPS yang cocok dijadikan latar untuk berfoto. Ada pula mimbar yang serupa dengan yang digunakan Presiden RI saat menggelar konferensi pers.Terakhir, di Ruang Pameran, pengunjung disuguhi dengan berbagai contoh perlengkapan yang digunakan penyelenggara pemilu saat bertugas menyelenggarakan pesta demokrasi, mulai dari hologram, tinta hingga model surat suara. (hupmas kpu/bili/foto:ieam/ed diR)

RPP Makin Dekatkan KPU Dengan Masyarakat

Yogyakarta, kpu.go.id - Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional kini hadir di Zona Demokrasi dan Pemilu, Taman Pintar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pendirian RPP Nasional diluar Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini jadi yang pertama, setelah sebelumnya RPP selalu dibangun di kantor-kantor milik KPU.Total sejak dimulai dua tahun lalu, sudah berdiri 514 RPP KPU kabupaten/kota serta 34 RPP KPU tingkat provinsi. “Mudah-mudahan perjalanan RPP (apalagi di Yogyakarta satu-satunya yang dibangun tidak di kantor KPU), ini makin mendekatkan KPU dengan masyarakat,” ucap Ketua KPU Arief Budiman, Rabu (2/5/2018).Arief juga berharap dengan akan terus bertambahnya jumlah RPP nasional diberbagai wilayah di Indonesia bisa semakin mencerdaskan masyarakat tentang kepemiluan dan kedepan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak swasta.“RPP itu jangan sampai jadi museum, begitu didirikan dia diam saja. RPP harus jadi ruang yang terus bergerak karena dia menjalankan dua fungsi, pertama sebagai satu ruangan yang isinya terus aktif dan orang-orang dapat datang, belajar secara mandiri pemilu demokrasi, kedua RPP jadi ruang yang terus bergerak keluar, jadi dia bisa sebarkan info ke luar baik melalui alat atau orang,” lanjut Arief.Hadir dalam peresmian RPP nasional, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Anggota DKPP Teguh Prasetyo, Ketua KPU Provinsi DIY Hamdan Kurniawan, Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto, Lembaga Swadaya Masyarakat,Kelompok Peduli Disabilitas serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta. (hupmas kpu/bili/foto:ieam/ed diR)

Praktek Situng Perdalam Materi Peserta Bimtek

Tangerang, kpu.go.id - Hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Penghitungan (Situng) Gelombang III, Selasa (1/5/2018) 280 peserta menjalani sesi praktek mengoperasikan Situng Rekap. Didepan monitor laptopnya masing-masing, para operator didampingi komisioner yang membidangi divisi teknis daerah tekun mengikuti instruksi yang disampaikan para fasilitator. Dari pantauan yang dilakukan disejumlah kelas, hanya sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan selama praktek berlangsung. Kalaupun ada, lebih banyak pada kegagalan peserta pada saat proses unduh atau gagal masuk ke sistem (log in). Pada pemaparan di Ruang Kelas C (zamrud), salah seorang fasilitator menjelaskan kepada para peserta tentang alamat website yang digunakan selama bimtek Situng ujicoba bersifat sementara atau akan berbeda dengan alamat yang akan digunakan para operator saat mulai mengoperasikan situng nanti. "Ini masih ujicoba menggunakan website ujicoba, kalau sudah nanti menggunakan website situng," kata dia. Pada kesempatan yang sama dijelaskan juga tata cara setelah berhasil masuk ke sistem yakni mengunduh file DA dan DB. Sebagai informasi, Bimtek Situng Gelombang III berakhir hari ini sekaligus menuntaskan rangkaian tiga gelombang bimtek yang telah dilakukan sejak 26 April 2018 silam. Situng sendiri baru benar-benar akan digunakan usai pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 mendatang. Mekanisme Situng, ketika hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) segera dikirimkan ke sistem untuk dilakukan rekapitulasi. Meski demikian Situng bersifat sebagai alat bantu pengawasan, sementara hasil penghitungan sesungguhnya dilakukan secara berjenjang. (hupmas kpu/dianR/foto: Qk/ed diR)

KPU Terima Audiensi PP KAMMI

Jakarta, kpu.go.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan menerima audiensi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) di Ruang Rapat Edelweiss, Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol Jakarta, Senin (30/4/2018).Pada kesempatan itu Viryan menanggapi maksud dan tujuan kedatangan PP KAMMI, dengan menegaskan komitmen lembaganya untuk selalu membuka diri terhadap dukungan dari berbagai pihak baik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun Organisasi Kelompok Partisan (OKP). “Prinsipnya KPU terbuka dan membuka diri untuk berbagai pihak yang ingin mendukung pemilu lebih berkualitas,” jelas Viryan.Pertemuan pun berlangsung hangat dengan penyampaian isu dan masukan oleh PP KAMMI kepada KPU, mulai dari sosialisasi dalam meningkatkan jumlah pemilih di kalangan mahasiswa, deklarasi anti hoax, sampai dengan model pengawasan dalam Pemilu 2019. “Kita senang semakin banyak elemen masyarakat yang peduli akhirnya ini akan menjadi legacy kepada masing-masing,” tutur Viryan.Sebelumnya dalam kesempatan itu, Ketua PP KAMMI, Irfan Achmad mendukung KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk dapat terus bekerja guna suksesnya pesta demokrasi tahunan pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang. “KAMMI dan seluruh cabang akan berada di belakang KPU mensupport selama KPU dapat menjalankan tugas dengan baik terkait netralitas, integritas, bersih, dan jujur,” ucap Irfan. (hupmas kpu/bili/foto: bili/ed diR)

Bekali Peserta Bimtek Situng III Teknis Kerja

Tangerang, kpu.go.id – Usai mengikuti acara pembukaan yang dipimpin Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, sebanyak 280 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Penghitungan (Situng) Gelombang III langsung menjalani proses pembekalan materi per kelas dari para fasilitator. Ada enam kelas (A, B, C, D, E dan F) yang diisi oleh 20-22 komisioner serta operator Situng daerah.Pada sesi ini para peserta diberikan pemahaman dasar mengenai Situng, alur Situng cepat, kebutuhan teknis Situng cepat (laptop, scanner, driver, akses internet serta browser), Situng entri (memasukkan data dari form C dan C1) hingga Situng Pindai (memindai form C dan C1, DAA, DA1, DB1 serta DC1).Usai itu, para peserta juga diajarkan tatacara pengiriman data dari Situng Entri dan Situng Pindai ke Situng Web.Para peserta nampak antusias mengikuti sesi ini, mengingat materi yang disampaikan nantinya akan dipraktekkan langsung oleh para peserta agar bisa digunakan didaerahnya masing-masing selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.  Sebelumnya saat membuka acara, Arief berharap agar peserta bimtek Situng Gelombang III dapat memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya untuk memperdalam pengetahuan. "Ikuti acara sampai selesai, lalu setelah pulang jangan disimpan sendiri (ilmunya). Mudah-mudahan pilkada ditempat bapak/ibu terselenggara dengan baik," ucap Arief. (hupmas kpu/dianR/foto:Qk/ed diR) 

Populer

Belum ada data.