Berita Terkini

TRANSPARENCY INTERNATIONAL INDONESIA DATANGI KPU

Perwakilan Lembaga Swadaya Masyrakat yang terdiri dari 17 Provinsi di Indonesia mendatangi KPU dalam rangka menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di daerah provinsinya masing-masing. Diantaranya NTT, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Lampung, DKI Jakarta, Banten, NTB, Sulawesi Tengah, Riau dan Aceh.Kepala Bagian Publikasi dan Sosialisasi Pemilu Robby Leo Agust dan Kepala Sub Bagian Partisipasi Masyarakat Wilayah II Biro Teknis dan Hupmas Sekretariat Jenderal KPU RI Didi Suhardi, menerima rombongan sekaligus menjelaskan perihal yang disampaikan oleh perwakilan audience.  Transparency International Indonesia mempunyai agenda Youth Integrity Camp dan Convention dengan maksud dan tujuan Pelibatan Aktivis Muda Dalam Gerakan Antikorupsi Menuju Pemilu 2014.Adapun penyampaian beberapa permintaan sebagai tuntutan, karena dalam pemilu ini kita berbicara persoalan nasib bangsa selama lima tahun kedepan. “Kami datang membawa masalah bukan berarti kami marah, kami datang ingin tahu, oleh karena itu bersama-sama mengunjungi KPU, KPU adalah penyelenggara, bukan sebatas wasit bola semoga tetap berintegritas, melupakan suap dari orang-orang atas,” seru mereka dalam orasinya.Diantara tuntutan dari Transparenc ialah pertama, optimalisasi Pemilu 2014 oleh KPU. Kedua, perbaikan DPT dan pembersihan APK. Ketiga, normalisasi inklusitas Pemilu dengan penyandang disabilitas. Keempat, transparansi anggaran KPU. Kelima, KPU dan Bawaslu menjalankan tugas dan wewenang yang berintegritas sehingga terbentuk sinergi yang baik kepada semua belah pihak.Semua harapan dari para pemuda ini bisa dilaksanakan demi kebaikan negeri, terutama untuk mendapatkan pemimpin yang memajukan bangsa.Terakhir Kepala Bagian Publikasi dan Sosialisasi Pemilu menyampaiakan jawaban yang sumber datanya diperoleh dari Biro Logistik KPU. Diantaranya, KPU tidak menyediakan alat bantu tunanetra jenis surat suara DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota karena beberapa pertimbangan. Pertama, teknis pelaksanaan pembuatan alat bantu tunanetra akan lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Hal ini karena pada jenis surat suara itu terdapat kategori nama calon, nomor partai, gambar partai dan lambang partai. Sehingga jika dibuat, akan membutuhkan ukuran kertas yang lebih besar.Kedua, jenis surat suara tiap daerah pemilihan yang mencapai lebih kurang 2.438 buah. Hal ini akan menyulitkan KPU dalam membuat desain dan cetakan alat bantu tunanetra dari sisi waktu dan produksinya.Terakhir, ini yang lebih menyulitkan di Indonesia, perusahaan cetakan untuk jenis alat bantu tunanetra sangat sedikit. Ini lebih teknis karena alat yang dibutuhkan sangat spesifik. Sehingga akan membutuhkan waktu dalam proses pengadaannya untuk jumlah yang sangat banyak untuk pertimbangan pemilu 2014. (dosen/red. FOTO KPU/Hupmas)

KPU GELAR LOMBA FOTO PEMILU BERHADIAH PULUHAN JUTA RUPIAH

Jakarta, kpu.go.id- Kurang dari satu bulan lagi, rakyat Indonesia akan menghadapi Pemilu 2014. Banyak cerita yang bisa diabadikan dalam sebuah foto. Dalam rangka memeriahkan pesta demokrasi 5 tahunan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerja sama dengan VIVA.co.id mengadakan Lomba Foto Pemilu 2014.Lomba foto ini adalah lanjutan dari lomba yang diadakan oleh VIVA.co.id yakni "Jepret Pemilu." Semua peserta yang sudah mengikuti lomba foto pada sesi pertama tersebut, secara otomatis mengikuti lomba Foto Pemilu 2014. Periode lomba ini diperpanjang hingga 10 April 2014. Masih ada kesempatan bagi Anda untuk berpartisipasi dan meraih hadiah menarik. Caranya? Mudah saja. Jika Anda memiliki foto-foto unik seputar Pemilu, Anda bisa memposting hasil jepretan foto di VIVA.co.id. Lomba dibagi menjadi dua kategori, agar semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi untuk meramaikan lomba ini.  Kategori pertama yaitu kategori umum, dimana semua orang dapat mengunggah foto-foto unik yang bertemakan pemilu. Hadiah untuk kategori ini adalah Samsung SIII mini, 5 BlackBerry, hp Esia, USB 16 GB, dan Kamera Canon DSLR 600D. Dan untuk kategori kedua adalah untuk Wartawan, diperuntukan untuk wartawan yang bekerja pada media cetak/online/kantor berita. Total keseluruhan hadiah uang untuk kategori wartawan sebesar Rp10 Juta. Menarik bukan? Tunggu apalagi. Segera kirim foto terkait Pemilu yang unik Anda di sini. http://politik.news.viva.co.id/pemilu2014/jepret/

KPU Alor Gelar Bimtek Untuk Relawan Demokrasi

Alor, kpu.go.id—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Alor menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada 25 orang relawan demokrasi (Relasi) yang sebelumnya telah direkrut. Dalam Bimtek tersebut dibekali dengan materi tentang kepemiluan, tugas dan kerja relawan, serta kode etik bagi relawan.Bimtek yang di gelar di Aula Kantor KPU Alor ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (18-19/2/2014). Kegiatan ini dibuka oleh Anggota KPU Alor, Husen Tolang mewakili Ketua KPU Alor, Constantina Mansula.Hadir saat itu Sekretaris KPU Alor, Nelcy Mauta, sedangkan Pemateri dalam kegiatan Bimtek  adalah Anggota KPU Alor, Oktovianus Manehat, dan Efendi Tupong. Tampil sebagai moderator Anggota KPU Alor, Febriano Blegur, dan Kasubag Teknis Sekretariat KPU Alor, John Sakalla.Husen Tolang dalam sambutannya pada acara pembukaan Bimtek mengatakan, Relasi yang direkrut ini merupakan orang pilihan. Karena tidak semua orang bisa menjadi relawan. Relawan ini bekerja untuk membantu KPU dalam menyosialisasikan, mengajak dan membangun pemahaman kepada masyarakat agar pada tanggal 9 April 2014 nanti datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya. Relasi yang ada pantas juga disebut sebagai pahlawan demokrasi, sebab tugas yang ada mulia dan demi daerah serta nusa dan bangsa, karena tugas ini berkaitan dengan kepemiluan.Ia menambahkan, relawan dalam menjalankan tugas di lapangan akan menjangkau  kepada lima segmen, yakni pemilih pemula, pemilih perempuan, pemilih kelompok agama, segmen disabilitas (penyandang cacad), dan kaum marginal. Pentingnya KPU merekrut Relasi ini karena dilatarbelakangi dengan riwayat pelaksanaan pemilu yang dari segi kuantitas partisipatif cenderung menurun. Fakta yang ada tahun 1999 angka partisipasi pemilih sebesar 92 persen, tahun 2004 partisipasi pemilih 84 persen, dan tahun 2009 partisipasi pemilih 71 persen.Tolang  menegaskan, penyebab dari menurunnya partisipasi pemilih ini diakibatkan beberapa hal, yakni ketidakpuasan atas kinerja sistem politik yang tidak memberikan perbaikan kualitas hidup, jenuh dengan frekuensi penyelenggaraan pemilu yang tinggi, administrasi penyelenggaraan pemilu yang rumit, adanya paham anti demokrasi, dan melemahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilu sebagai instrumen transformasi sosial.Karena itu tandas Tolang, relawan ini akan berada di masyarakat untuk mendatangi segmen-segmen yang ada untuk mengajak masyarakat untuk tanggal 9 April 2014 nanti datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya."Ini pekerjaan mulai, Relasi menjalankan tugas kenegaraan. Tujuan dari tugas ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses pemilu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan menjalankan  agenda pemilu dan demokratisasi," pungkas Tolang.Terkait dengan kegiatan ini, materi yang diberikan kepada relawan antara lain Gambaran Umum tentang Pemilu dan Demokrasi, Perempuan Cerdas Berdemokrasi, Anak Muda Cerdas Berdemokrasi, Umat Beragama Cerdas Berdemokrasi, Kode Etik Relawan, dan Materi Simulasi Pencoblosan.(KPU Alor)

KPU Kota Solok Sosialisasi tentang Partisipasi Masyarakat

Solok, kpu.go.id—Pemilu 9 april 2014 tinggal menghitung hari. Percepatan dan penyebaran informasi tentang pemilu semakin diintensifkan pelaksanaannya oleh KPU Kota Solok. Relawan demokrasi yang telah dibekali dengan komitmen dan amanah melalui bimbingan teknis yang diemban, terus menyebarkan informasi pemilu ke komunitas masyarakat Kota Solok.Ketika acara pengajian dan wirid yasin di Kelurahan Kampung Jawa Kota Solok, di rumah kediaman anggota Panwaslu Kota Solok Nailus Sa’adah, SP, relawan demokrasi dan divisi sosialisasi turut serta menyampaikan informasi tentang kepemiluan dan berdialog langsung dengan seratus jemaah yang menghadiri acara tersebut.“Republik ini kita yang memiliki. Sebagai warga Negara Indonesia kita diberikan hak untuk menentukan warna, dinamika kehidupan dan nasib bangsa ini untuk masa depan. Karenanya partisipasi kita dalam pemilu 9 april 2014 nanti adalah sebuah kemestian. Kenalilah prestasi positif dari calon wakil rakyat kita. Janganlah golput, karena lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Kalau ada kontestan pemilu yang mengiming-imingi masyarakat dan memberikan uang, maka jangan terima uangnya, jangan pilih orangnya.Untuk bisa ikut mencoblos nanti, maka kita harus terdaftar di DPT. Jika ibu-ibu belum terdaftar juga di DPT, maka segeralah datangi PPS, supaya bisa dimasukkan ke DPK” ujar Maqomam Mahmuda, divisi sosialisasi KPU Kota Solok. (KPU/Kota Solok)