Berita Terkini

Demokrasi Tanpa Pelestarian Lingkungan Akan Terganggu

Jambi, kpu.go.id- Semangat menjadikan bumi lebih baik dan turut serta menjaga pelestarian lingkungan, Komisi Pemilihan Uzmum (KPU) RI menggelar penanaman “pohon demokrasi”. Kegiatan penghijauan ini ialah upaya untuk memulihkan dan memelihara kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal, Jumat (4/3/2016). Bertempat di Hutan Kota Jambi, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik bersama Anggota KPU Sigit Pamugkas serta peserta Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Tahun 2016, melakukan penanaman pohon sebagai bentuk keperdulian Lembaga KPU RI untuk turut serta menjaga pelestarian  lingkungan.Dalam keterangannya sebelum melakukan penanaman, Husni mengajak kepada seluruh peserta untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya guna mengantisipasi global warming agar tidak semakin parah."Kita harus berupaya menanam sebanyak-banyakbya pohon untuk mengupayakan bagaimana lingkungan kita terpelihara," kata Husni.Menurutnya, lingkungan yang terpelihara kelestariannya turut serta menjaga keberlangsungan demokrasi yang selama ini di bangun. KPU RI sebagai salah satu instrumen demokrasi, juga punya kewajiban menjaga lingkungan.“Lingkugan yang baik maka kehidupan ikut baik. Demokrasi tanpa pemeliharaan pelestarian ligkungan maka akan ikut terganggu juga,” pungkasnya.Indra Alamsyah dari Dinas Kehutanan Kota Jambi mengungkapkan menanam adalah ibadah. Sedangkan mengaja dan merawat adalah amanah.“Jadi kami mendapat amanah dari Pak Ketua KPU RI menjaga pohon demokrasi yang ditanam ini,” ujar Indra.Ia juga berharap, para peserta Konsolnas KPU RI yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia dapat membawa tumbuhan yang khas dari daerahnya masing-masing. Sehingga Taman Hutan Kota Jambi dapat memiliki beraneka ragam tumbuhan.“Semoga kalau besok datang lagi ke jambi, dapat membawa tumbuhan dari masing-masing daerah,” harapnya yang disambut tepuk tangan para peserta.Jenis tanaman yang ditanam ialah oleh para peserta ialah Pohon Ketapang Kencana. Secara bersama-bersama para peserta bergantian menanam pohon di lingkungan Hutan Kota Jambi. Diharapkan kedepannya, semangat demokrasi di Indonesia dapat tumbuh seperti pohon yang ditanam tersebut (ook/red. FOTO: Dosen/HUPMASKPU)

Kebijakan KPU Bersifat Objektif dan Berbasis Riset

Jambi, kpu.go.id- Basis yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam hal merumuskan kebijakan tidak berdasarkan kepentingan politis dan juga kepentingan jangka pendek. Namun, basis yang digunakan lebih bersifat objektif dengan memedomani hasil riset, Kamis (3/3/2016).“Dalam tiga tahun terakhir kita sudah membuat penelitian-penelitian untuk mendukung agar kebijakan yang diambil benar-benar objektif dengan memperhitungkan fakta lapangan. Ini merupakan program yang dibuat dari Pusat Pendidikan Pemilih,” ungkap Ketua KPU RI Husni Kamil Manik.Hal tersebut dijelaskan Husni di sela-sela Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Program Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Tahun 2016 yang digelar di Jambi. Kegiatan yang diikuti oleh Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih se-Indonesia itu berlangsung dari tanggal 2-4 Maret 2016.KPU RI memiliki program untuk meningkatkan partispasi masyarakat baik pada Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), maupun Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada), salah satunya program Pusat Pendidikan Pemilih melalui kegiatan riset.Program lainnya yang dimiliki oleh KPU RI adalah Rumah Pintar Pemilu. Husni menginginkan, dalam membangun program tersebut yang terpenting adalah membuat sistem pengelolaannya, bukan sekedar fisiknya saja. Selain itu, pendidikan pemilih juga harus berlangsung secara berkesinambungan.“Kita menginginkan agar pendidikan longtime, berkelanjutan. Tidak sporadis hanya ketika partisipasi rendah. Supaya pemilih kita menjadi pemilih yang rasional,” harap Husni.Kedepan diharapkan, partisipasi masyarakat bukan hanya soal kehadiran pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi bagaimana masyarakat ikut serta dalam setiap tahapan pemilu maupun pilkada seperti pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap ( DPT), kampanye, serta partisipasi dalam mengusulkan calon pemimpin.Husni juga optimis, partisipasi masyarakat dalam Pilkada Tahun 2017 dan 2018 meningkat dibandingkan Pilkada 2015.“Target partisipasi pemilih pada Rencana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 77,5 pesen untuk pileg, pilpres dan pilkada. Kita optimis, untuk pilkada 2017 dan 2018 itu trennya naik,” pungkasnya.Konsolnas Program Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat digelar guna membahas bagaimana mengelola program tahun 2016 ini bisa lebih efketif dan dapat dijadikan landasan awal persiapan untuk pemilu nasional serentak tahun 2019. Konsolnas dihadiri juga oleh seluruh Anggota KPU RI, Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim, Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas Sekretariat KPU Provinsi se-Indonesia, serta tamu undangan lainnya. (ook/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Sosialisasi Peningkatan Parmas Pilkada 2015 Berjalan Efisien

Jambi, kpu.go.id- Sosialiasi peningkatan partispasi masyarakat (parmas) pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, khususnya KPU Provinsi dan Kab/Kota yang menyelenggarakan Pilkada berjalan secara efisien, Rabu (2/3/2016).Hal itu terlihat apabila dilakukan perbandingan antara fasilitasi kampanye dan iklan yang ditanggung oleh peserta atau pasangan calon pada Pilkada sebelumnya, jumlah anggaran yang dikeluarkan KPU untuk kegiatan sosialisasi pada Pilkada 2015 ini relatif lebih sedikit.“Bahkan kalau melihat fakta APK (Alat Peraga Kampanye-red) di luar ruang begitu juga biaya iklan yang dikeluarkan, kira-kira hanya 1 banding 5 dengan pasangan calon. Namun, partisipasi pemilih yang tercatat tidak berbeda secara signifikan. Jadi kegitan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU maupun kegiatan kampanye yang dilakukan oleh paslon yang di luar fasilitasi KPU, menurut saya berhasil dengan nilai efisiensi yang lebih baik,” ungkap Ketua KPU RI Husni Kamil Manik.“Dari segi partisipasi masyarakat, jumlah rata-rata partisipasi Pilkada 2015 adalah 69,14 persen dan ini menurun sedikit dari rata-rata Pilkada sebelumnya dikisaran 71 persen,” lanjutnya.Hal tersebut diungkapan Husni saat berpidato pada Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Program Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Tahun 2016 yang digelar di Kediaman Gubernur Jambi, Kota Jambi.Kedepan, partisipasi pemilih menurut Husni, adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk ikut berperan serta pada setiap tahapan Pemilu.“Saya melihat, partispasi pemilih akan bertumpu bagaimana menyadarkan pemilih. Dalam artian, pemilih menjadi aktor penting untuk bisa hadir berpartisipasi di setiap tahapan pemilu atau pilkada,” kata Husni.Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Ashidique, mengatakan, penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada dari waktu ke waktu semakin membaik.“We are on the right track, menyelenggarakan pemilu dengan berintegritas dari waktu ke waktu terus berkembang semakin baik. Salah satu indikasinya adalah laporan pengaduan (pelanggaran kode etik penyelenggara-red) yang masuk ke DKPP secara kualitatif dan kuantitatif berkurang, walaupun belum sempurna,” kata Jimly.“Kedepan demokrasi kita pun berintegritas, bukan hanya pemilu saja, karena pemilu itu hanya salah satu instrumen dalam demokrasi,” sambungnya.Konsolnas dihadiri pula oleh Gubernur Jambi Zumi Zola, Anggota KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Arief Budiman, Sigit Pamungkas, dan Ida Budhiati, Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim, Anggota KPU Provinsi Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat se-Indonesia, serta tamu undangan lainnya. (ook/red. FOTO KPU/ody/Hupmas)

Perpanjangan Jadwal Seleksi Jabatan Fungsional Auditor Secara Terbuka

Jakarta,kpu.go.id- Menindaklanjuti Pengumuman Nomor : 160/SJ/II/2016/tanggal 16 Februari 2016 tentang Perpanjangan Waktu Pengisian Jabatan Fungsional Auditor Secara Terbuka di Lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Tahun 2016, dalam rangka menjaring lebih banyak calon peserta seleksi maka perlu diadakan perpanjangan jadwal seleksi jabatan fungsional Auditor secara terbuka. klik disini

Populer

Belum ada data.