Berita Terkini

KPU-Bawaslu Terbitkan Surat Edaran Bersama

Jakarta, kpu.go.id- Sehubungan dengan pelaksanaan dan pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di tingkat PPS, PPK, KPU/KIP Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi/KIP Aceh, KPU dan Bawaslu menerbitkan Surat Edaran Bersama Nomor 1394/KPU/VII/2014 dan Nomor 001/SE/Bawaslu/VII2014. (dd)Surat Edaran Bersama KPU dan Bawaslu Nomor 1394/KPU/VII/2014 dan Nomor 001/SE/Bawaslu/VII2014 klik di sini

Tindak Lanjut Putusan DKPP dan Rekomendasi Bawaslu Terkait Pengaduan Pelanggaran Kode Etik

Jakarta, kpu.go.id- Menindaklanjuti Instruksi Presiden RI Nomor 02 Tahun 2014 tanggal 21 Maret 2014 tentang Aksi Pencegahaan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) Tahun 2014, KPU diwajibkan secara periodik untuk memublikasikan data/informasi mengenai tindak lanjut pengaduan masyarakat dan rekomendasi Bawaslu maupun putusan DKPP terkait pengaduan masyarakat tersebut. (dd)Selengkapnya data/informasi tindak lanjut putusan DKPP dan/atau surat Bawaslu klik di sini

KPU Jelaskan Perkembangan Pemungutan Suara Pilpres 2014

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rabu (9/7) malam, menggelar konferensi pers, menjelaskan perkembangan pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, pagi hingga siang tadi, kecuali di 15 distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai II KPU RI ini dihadiri oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, didampingi Komisioner KPU, Ida Budhiati, Juri Ardiantoro, Hadar Nafis Gumay, Ferry Kurnia Rizkiyansah, Arief Budiman, dan Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim.Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari berbagai KPU daerah, pelaksanaan proses pemungutan suara berjalan lancar dan aman, serta tidak ada kejadian-kejadian berarti yang mengganggu jalannya pemungutan suara. Pengiriman logistik Pemilu ke daerah-daerah di wilayah Indonesia juga berjalan lancar. “Kecuali pada 15 distrik di Kabupaten Yahukimo, yang tadi telah diupayakan pengiriman logistik hingga hari ini. Namun setelah dilakukan upaya untuk menerbangkan logistik ke tujuh distrik, pesawat harus kembali karena kendala cuaca. Untuk 15 distrik ini, kami terus berupaya untuk dapat segera memfasilitasi pemilih di sana, agar mereka segera dapat menggunakan hak pilihnya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ungkap Husni Kamil Manik.Husni menerangkan, mulai esok hari, Kamis (10/7), akan dilaksanakan proses rekapitulasi suara. Jadwal rekapitulasi di KPU dalam penetapan pasangan calon berdasarkan hasil rekapitulasi manual dilaksanakan berjenjang. Mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 10-12 Juli 2014, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 13-15 Juli 2014,rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) pada 10-14 Juli 2014, kemudian rekapitulasi di tingkat KPU Kabupaten/Kota  pada 16-17 Juli 2014, dan KPU Provinsi pada 18-19 Juli 2014.Selanjutnya, KPU menjadwalkan penetapan dan pemungumuan hasil penghitungan suara secara nasional pada 21-22 Juli 2014. “Jadi kalau tanggal 20 semua proses rekapitulasi telah selesai dilakukan pada 33 provinsi tambah 1 perwakilan Pokja di luar negeri, maka tanggal 21 Juli 2014 akan segera diunggah hasilnya. Namun apabila masih membutuhkan waktu rekapitulasi sampai tanggal 21 atau 22, maka batas akhir penetapan hasil rekapitulasi nasional akan dilakukan pada tanggal 22 Juli 2014,” tegas Husni.Menyoroti pelaksanaan survei dan quick count (hitung cepat), Husni menyatakan itu sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Namun sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2014 Pasal 23 secara terang dan jelas bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi penghitungan suara. “Kami tentu memberi apresiasi atas partisipasi lembaga-lembaga yang telah melakukan quick count, karena pelaksanaannya telah dijamin oleh Undang-Undang. Namun kami berharap, baik lembaga yang telah melaksanakan quick count, peserta pemilu dan tim kampanye pendukung, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap tenang dan sabar, mengikuti proses rekapitulasi secara berjenjang di tiap tingkatan penyelenggaraan Pemilu. Sehingga apa yang menjadi bagian dalam proses rekapitulasi yang dilaksanakan KPU merupakan acuan tunggal untuk mengikuti semua rangkaian Pilpres 2014,” jelas Husni.KPU mengharapkan partisipasi tim kampanye pasangan calon untuk menenangkan seluruh anggotanya, sambil turut mengawasi proses rekapitulasi berjenjang, serta memberikan kepercayaan kepada KPU dalam bekerja secara profesional dan sebaik-baiknya.“Di akhir keterangan pers ini, saya mengajak semua pihak menghargai hasil pemungutan suara yang telah dilaksanakan oleh seluruh bangsa Indonesia, baik yang ada di luar maupun utamanya di dalam negeri, yang telah berlangsung satu hari ini dengan satu suasana yang damai dan lancar. Kita berharap ini adalah bentuk dari pematangan atau pendewasaan rakyat kita berdemokrasi. Mari sama-sama kita jaga agar kedamaian ini menjadi milik kita bersama,” pungkas Husni. (bow/red. FOTO KPU/dam/Hupmas)

Ketua KPU Kunjungi Tiga TPS di Jaktim

Jakarta, kpu.go.id- Bertepatan dengan hari pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik bersama-sama dengan beberapa wartawan media massa cetak, elektronik dan online melakukan kunjungan ke tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah Jakarta Timur, Rabu (9/7).Kunjungan tersebut dilakukan setelah Ketua KPU Husni Kamil Manik, dan dua Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arief Budiman melakukan “coblosan” di TPS 012 Jl. Samali, Pejaten Barat. Tepat pada pukul 10.00 WIB Ketua KPU bersama rombongan bergerak menuju TPS 057 LP Cipinang, TPS 052 RS Persahabatan, dan TPS 093 Kompleks Rumah Susun (Rusun) Pilok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.Sedangkan Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arief Budiman melakukan kunjungan ke TPS 027, 028 dan TPS 040 Pejaten Barat, Jakarta Selatan.Mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilpres 2014 kali ini, Husni optimis target partisipasi masyarakat sebesar 75% dapat tercapai, karena tren partisipasi pemilih di luar negeri meningkat signifikan. “Kami (KPU) optimis target partisipasi pemilih sebesar 75% dapat terpenuhi, pasalnya tingkat partisipasi masyarakat di luar negeri mengalami peningkatan yang cukup tinggi”.Meskipun terdapat peningkatan jumlah partisipasi pemilih pada Pilpres kali ini, ia memastikan bahwa KPU tidak akan kekurangan surat suara. Pasalnya, jumlah surat suara telah disesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah dua persen dari jumlah DPT tersebut. (ris/mtr/ast/FOTO KPU/dosen/Hupmas)

KPU Monitoring Pemungutan Suara ke TPS

Jakarta, kpu.go.id- Pada hari digelarnya pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Rabu (9/7), Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berbagi tugas melaksanakan monitoring ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah DKI Jakarta dalam kegiatan Press Tour bersama para jurnalis media massa cetak, online dan elektronik. Seusai menunaikan hak pilihnya, tiga komisioner KPU RI, yakni Ferry Kurnia Rizkiyansah, Arief Budiman, dan Ida Budhiati melakukan monitoring proses pemungutan suara untuk TPS-TPS di wilayah Jakarta Selatan. Di antara TPS yang mereka kunjungi ialah TPS 027 dan TPS 040 Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurut Arief Budiman, monitoring dan supervisi adalah hal yang biasa dilakukan oleh KPU di setiap Pemilu. “Kami ingin tahu betul, pertama, personel kita. Apakah personel kita di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan sampai tingkat KPPS siap menjalankan tugas itu. Kedua, kami mau memastikan apakah regulasi yang kita buat itu dijalankan betul atau tidak. Misalnya, mulai dari penempelan DPT, Daftar Pasangan Calon, kemudian setting TPS, itu apakah dijalankan atau tidak,” papar Arief.Ia juga mengatakan, KPU juga melakukan koordinasi  dengan pengawas, bukan hanya di tingkat pusat tapi juga provinsi dan kabupaten/kota hingga PPL. “Sejauh ini semua berjalan baik. Saksi dari masing-masing kandidat juga rata-rata hadir di seluruh TPS. Dan, tadi saya juga bertanya kepada masing-masing saksi, tidak ada kejadian khusus yang harus dicatatkan dalam formulir catatan khusus itu. Panwas pun belum ada laporan dari mereka,” terang Arief. (bow/rta/ajg. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Populer

Belum ada data.