Berita Terkini

Pilkada Butuh Dukungan Semua Elemen Bangsa

Jakarta, kpu.go.id- Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan semua komponen bangsa berkewajiban menyukseskan pilkada serentak 2015. Pilkada merupakan sarana memilih pemimpin di daerah  yang nantinya bersama-sama dengan rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan. Segala dinamika yang terjadi dalam persiapan pilkada diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan pilkada. “Penyelenggaraan pilkada tahun ini pada bulan Desember, tahun 2017 pada bulan Februari dan tahun 2018 pada bulan Juni merupakan amanat undang-undang. Semua pihak berkewajiban untuk menyukseskannya,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam acara Diskusi Mengukur Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2015 yang digelar oleh Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana, Senin (29/6) di Jakarta. Menurut Ferry terdapat beberapa tahapan yang sangat strategis dalam pilkada yakni pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye dan pemungutan, penghitungan suara. “Pemilih adalah subjek demokrasi yang harus terfasilitasi dengan baik karena mereka yang akan menentukan pemimpin di daerah,” ujarnya.Untuk pencalonan, konflik-konflik internal partai berpotensi menjadi gangguan. Partai politik sebaiknya dapat menyelesaikan persoalan internalnya sebelum masa pendaftaran. Selain itu rekrutmen pasangan calon di internal partai politik perlu mendapat pencermatan dari masyarakat. Parpol diharapkan dapat mengusung figur terbaik untuk berlaga dalam pilkada.Kampanye juga sangat strategis sebagai media informasi calon kepada masyarakat. Semangat undang undang adalah mendorong pasangan calon memperbanyak kegiatan kampanye dialogis.  Untuk itu, rapat umum yang dalam pilkada periode sebelum-sebelumnya menjadi metode kampanye utama, sekarang hanya ditempatkan sebagai kampanye jenis lain.Pemungutan dan penghitungan suara merupakan sarana untuk mengkonversi suara menjadi kursi. Untuk itu, KPU berkewajiban menjaga suara rakyat agar terhitung dan tercatat sesuai dengan keasliannya. “Best practice yang telah kita lakukan pada pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden dalam hal transparansi hasil pemilu akan tetap kita gunakan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil pilkada,” ujarnya.Ketua Bawaslu RI Muhammad mengatakan semua pihak harus optimis pilkada serentak tahun 2015 dapat terlaksana dengan baik. Menurut Muhammad, dinamika dan potensi konflik pilkada tiga kali lebih tinggi dibanding pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden karena ada tiga struktur kekuasaan yang terlibat yakni elit, kelas menengah dan akar rumput. “Semua akan all out untuk dapat menang. Karena itu potensi konfliknya tinggi,” ujarnya.Sebagai antisipasi potensi-potensi masalah itu, maka penyelenggara harus mempersiapkan diri dengan baik. Bawaslu telah menyiapkan empat perangkat yang dibutuhkan dalam pengawasan yakni regulasi, kelembagaan, anggaran dan personel. "Untuk regulasi sudah ada enam perbawaslu yang rampung. Saat ini tersisa empat perbawaslu lagi, sudah selesai dibahas dan tinggal diundangkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," rincinya.Untuk kelembagaan pengawas sudah terbentuk di setiap kecamatan di daerah-daerah yang akan menggelar pilkada. Pengawas di kecamatan sangat penting karena potensi kecurangan dalam penghitungan suara paling besar pada saat rekapitulasi di kecamatan. Untuk di TPS, potensi kecurangan kecil karena masyarakat ikut mengawasi, beda dengan rekap di kecamatan, hanya boleh dihadiri oleh saksi dan pengawas pemilu. (gd/red. )

Buka Bersama Puasa Ramadhan 1436 H

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI gelar buka bersama puasa Ramadhan 1436 Hijriah bersama dengan saksi partai politik (parpol) Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Komisioner Bawaslu, Endang Wihdatiningtyas, dan Nasrullah, serta jurnalis media massa, Selasa (30/6).Sebelumnya di Media Center, KPU dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), serta Pusat Pendidikan Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) juga telah lakukan diskusi dengan media untuk membahas perkembangan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015. (TEKS/ris/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Progres Pilkada, KPU Masih Lakukan Verifikasi Admin Balon Perseorangan

Jakarta, kpu.go.id-  Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengungkapkan bahwa sekarang ini KPU sedang melakukan verifikasi administrasi dan faktual untuk bakal calon (balon) perseorangan dalam Pilkada serentak tahun 2015, hal ini perlu dilakukan agar menghasilkan calon perseorangan yang terjamin kredibilitasnya, Selasa (30/6)."Jadi calon perseorangan harus dicek kebenarannya, dan ini menjadi penting untuk dikawal bersama untuk dapat menghasilkan calon yang kredibel." ujar Ferry dalam diskusi pers dengan tema Persiapan Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota di Media Center KPU RI. Hadir sebagai narasumber Titi Angraeni Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan Sri Budi Eko Wardani Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI). Ferry menambahkan, untuk sosialisasi, KPU akan mengupayakan bagaimana masyarakat harus aktif dalam seluruh proses tahapan."Untuk sosialisasi, bagaimana agar masyarakat tidak hanya aktif melakukan pencoblosan, tetapi harus dapat aktif dan mengawal seluruh tahapan," tutur Ferry.Sejalan dengan Ferry, Dhani menambahkan bahwa sosialisasi perlu dilakukan secara masif dan bukan hanya sosialisasi kepada pemilih tetapi sosialisasi kepada penyelenggara pemilu."Penyelenggara sampai tingkat bawah harus disosialisasikan tentang undang-undang dan semua ketentuan pendukungnya, jangan sampai ada error. dan untuk masyarakat, KPU perlu mendorong agar masyarakat mau untuk bisa untuk memantau penyelenggaraan Pilkada serentak," tutup Dani. (ajg/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Surat KPU No. 324/KPU/VI/2015 perihal Laporan Perkembangan Pelaksanaan Riset Partisipasi Masyarakat

Jakarta, kpu.go.id- Sehubungan dengan pelaksanaan riset tentang partisipasi masyarakat, diminta kepada seluruh KPU Provinsi/KIP Aceh agar segera menyerahkan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Riset di setiap Kabupaten/Kota di wilayahnya masing-masing kepada Sekretariat Jenderal KPU, Up. Bagian Bina Partisipasi Masyarakat, Biro Teknis dan Hupmas melalui alamat email : parmaskpuri@gmail.com.Laporan perkembangan riset tersebut harus memuat tentang pembagian tema riset, perkembangan pelaksanaan riset dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan riset.Selengkapnya Surat KPU Nomor : 324/KPU/VI/2015 klik di sini

Surat KPU No. 291/KPU/VI/2015 perihal Pendaftaran Lembaga Pemantau, Survei dan Hitung Cepat Pemilihan

Jakarta, kpu.go.id- Sehubungan dengan pemantauan, survei, jajak pendapat dan penghitungan cepat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, diminta kepada seluruh KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan untuk segera membuka pendaftaran bagi Lembaga Pemantau, Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Pemilihan di Satker masing-masing. (dd)Selengkapnya Surat KPU Nomor: 291/KPU/VI/2015 klik di sini

KPU Rangkul 13 Ahli Untuk Kaji Penerapan IT Dalam Pemilu

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melibatkan 13 (Tiga Belas) ahli yang membidangi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bidang sosial dan politik (sospol), bidang hukum dan bidang finansial untuk mengkaji layak atau tidaknya IT dalam proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada), Selasa (30/6).Ketiga belas pakar tersebut akan dibagi menjadi 4 bidang yang masing-masing akan mengkaji melalui kacamata IT, sospol, hukum, dan finansial. Tim kajian tersebut antara lain:Tim Kajian Bidang ITWidijanto S. Nugroho (Universitas Indonesia/UI)Setyadi Yazid (Pusilkom UI)Wahyu C. Wibowo (Pusilkom UI)Ary Setiyadi (Institut Teknologi Bandung/ITB)Faisol Baabulah (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi/BPPT)Tim Kajian Bidang SospolRamlan Surbakti (Guru Besar Universitas Airlangga/Unair)Syamsuddin Harris (Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI)Didik Supriyanto (Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi/Perludem)Tim Kajian Bidang HukumAnna Erliyana (Guru Besar Hukum Kenegaraan UI)Hamdan Zoelva (Ketua MK Periode 2013-2015)Tim Kajian Bidang FinansialWariki Sutikno (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas)Askolani (Dirjen Anggaran Kemenkeu)Yenni Sucipto (Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi dan Anggaran/Fitra)Selain mengkaji penerapan solusi TIK pada proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil pemilu dan pilkada, Tim kajian itu juga akan memberi rekomendasi penerapan TIK kepada KPU atas pelaksanaan pemilu dan pilkada sesuai dengan kebutuhan.Menurut Komisioner KPU RI, Hadar Nafis Gumay, untuk menerapkan IT dalam pemilu, KPU berusaha melibatkan semua pihak. Ia berharap dengan penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini, tim kajian tersebut bisa merumuskan isu strategis penerapan IT dalam pemilu.“Kita mau merangkul semua dalam jangka pendek ini, dengan adanya pilkada ini kita bisa memanfaatkan apapun hasil kajian kita, model seperti apa yang akan kita terapkan selain proses scanning C1,” tutur Hadar.Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik menambahkan bahwa gagasan penggunaan IT dalam pemilu sejatinya sudah mengemuka selepas Tahun 1999. Bahkan KPU telah menyusun perencanaan penerapan IT pada tahun 2003, namun prakarsa tersebut berhenti ditengah jalan.“Diskusi penerapan IT sudah cukup panjang, mungkin paska pemilu 1999 sudah cukup massif, dari catatan KPU itu sudah digagas pada 2003, KPU sudah membuat grand design namun kemudian terputus,” terang Husni.Mengenai pendekatan IT, sospol, hukum, dan finansial yang dijadikan pendekatan oleh KPU, Husni berharap hal itu cukup untuk memotret kebutuhan pengembangan IT dalam pemilu dan pilkada di Indonesia.“Minimal dengan empat pendekatan perspektif ini, kita bisa mencuplik secara utuh kebutuhan kita tentang pengembangan IT ini,” lanjutnya.Rapat perdana tersebut akan dilakukan kembali secara rutin 2 (dua) minggu sekali hingga November mendatang untuk mendiskusikan progres dan pola yang dihasilkan dari pembahasan tim penerapan IT tersebut. (ris/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Populer

Belum ada data.